Besar Gaya Gravitasi Antara Dua Buah Benda yang Saling Berinteraksi

Kilas Rakyat

4 April 2024

2
Min Read
Bank Soal Dan Kunci Jawaban
Bank Soal Dan Kunci Jawaban

Gaya gravitasi adalah fenomena alam yang sangat penting dan memiliki peran vital dalam kehidupan sehari-hari, serta tata letak dan gerakan dari objek-objek di alam semesta. Isaac Newton adalah yang pertama kali merumuskan hukum gravitasi universal pada abad ke-17. Hukum ini memiliki relevansi penting hingga saat ini dan secara luas digunakan dalam berbagai bidang, termasuk fisika, astronomi, dan teknologi.

Menurut Hukum gravitasi universal Newton yang rumusnya adalah F = G (m1m2)/r^2 mengemukakan bahwa setiap objek di alam semesta ini menarik objek lain dengan suatu gaya yang sebanding dengan hasil perkalian massa kedua benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat massa mereka.

Dalam rumus tersebut, F adalah gaya gravitasi, m1 dan m2 adalah massa dari dua objek yang berinteraksi, r adalah jarak antara pusat massa kedua objek tersebut, dan G adalah konstanta gravitasi universal. Konstanta gravitasi universal (G) sendiri adalah konstanta dalam fisika, nilai yang telah dihitung dan diukur dengan sangat akurat, yaitu sekitar 6.67430(15) x 10^-11 m^3 kg^-1 s^-2.

Gaya ini selalu bersifat tarik-menarik, tidak pernah tolak-menolak. Meski sejatinya semua benda memiliki gaya tarik-menarik ini, namun hanya bisa dirasakan secara signifikan pada benda-benda dengan massa sangat besar, seperti planet dan bintang.

Sebagai contoh, gaya gravitasi yang ada di antara Bumi dan Bulan menyebabkan Bulan mengorbit Bumi. Sementara gaya gravitasi antara Bumi dan Matahari menjaga Bumi tetap dalam orbitnya di sekitar Matahari.

Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa besar gaya gravitasi antara dua buah benda yang saling berinteraksi ditentukan oleh massa dari masing-masing objek dan jarak antara kedua objek tersebut. Faktor-faktor tersebut dinyatakan dalam Hukum gravitasi universal Newton.

Tinggalkan komentar


Related Post