Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka kesempatan emas bagi para pengajar agama untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Melalui program Beasiswa S2 Double Degree, sebuah inisiatif kolaboratif antara Kemenag, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Australia Awards, para pendidik agama berkesempatan meraih gelar ganda dengan pengalaman internasional.
Program unggulan ini menggandeng dua institusi pendidikan terkemuka, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan University of Canberra, Australia. Selama dua tahun masa perkuliahan, para penerima beasiswa akan merasakan dinamika akademik di dua negara berbeda, memperkaya wawasan global sekaligus memperdalam keahlian di tanah air.
Skema studi yang ditawarkan sangat menarik. Mahasiswa akan menghabiskan satu tahun pertama untuk menempuh perkuliahan di Indonesia, tepatnya di UIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian, pada tahun kedua, mereka akan melanjutkan studi di University of Canberra, Australia. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik yang komprehensif, memadukan penguatan keilmuan di dalam negeri dengan eksposur internasional yang tak ternilai.
Beasiswa S2 Double Degree ini secara khusus ditujukan untuk keluarga besar Kementerian Agama. Cakupannya meliputi guru, dosen, pegawai, tenaga kependidikan, ustadz, kyai, serta alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dan pegawai di lingkungan Kemenag. Program ini menjadi wadah untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman dan memiliki kompetensi global yang dibutuhkan di era modern, terutama dalam bidang pendidikan.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing para tenaga pendidik agama. Dengan dibekali ilmu dan pengalaman dari dua institusi terkemuka, lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi kemajuan pendidikan agama di Indonesia.
Calon awardee yang berhasil melewati tahapan seleksi akan memulai perjalanan akademiknya di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya. Perjalanan di Indonesia ini akan berlangsung selama satu tahun penuh, menjadi fondasi sebelum melangkah ke kancah internasional.
Selanjutnya, para peserta akan melanjutkan studi di University of Canberra, Australia. Di sana, mereka akan mendalami bidang Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL). Tahun kedua ini menjadi momen krusial untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dan memperluas jaringan akademik di kancah internasional.
Ada beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh para calon peserta. Batasan usia menjadi salah satu kriteria penting, di mana calon pendaftar harus berusia maksimal 40 tahun per tanggal 31 Desember 2026. Selain itu, calon peserta wajib memiliki latar belakang pendidikan Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-4) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.
Kemenag juga menekankan bahwa calon peserta belum pernah atau sedang menempuh pendidikan magister. Hal ini bertujuan agar beasiswa ini benar-benar memberikan kesempatan kepada individu yang baru pertama kali akan menempuh jenjang pendidikan magister.
Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu modal penting dalam program ini. Peserta diwajibkan memiliki skor minimal IELTS 6.0 atau TOEFL ITP 500. Selain itu, dokumen pendukung lainnya yang harus disertakan adalah surat rekomendasi, esai motivasi, dan rencana studi yang matang.
Peluang pendaftaran beasiswa ini dibuka dalam jangka waktu yang terbatas. Berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram @kemenag_ri, periode pendaftaran berlangsung mulai tanggal 25 Januari hingga 15 Februari 2026. Para calon pendaftar dapat mengakses seluruh informasi dan melakukan pendaftaran melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id.
Proses seleksi beasiswa ini dirancang secara bertahap dan komprehensif. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi untuk memverifikasi kelengkapan dokumen persyaratan. Selanjutnya, akan ada tes bakat skolastik untuk mengukur kemampuan analitis dan kuantitatif calon peserta.
Tahap berikutnya adalah wawancara yang akan dilakukan oleh Kementerian Agama, guna menggali motivasi dan kesiapan calon peserta. Puncak dari seleksi adalah seleksi substansi yang akan dilakukan oleh Australia Awards Indonesia, untuk memastikan kesesuaian calon dengan kualifikasi program.
Dengan waktu pendaftaran yang sangat terbatas, calon peserta sangat diimbau untuk segera mempersiapkan segala dokumen yang dibutuhkan. Penting untuk mengikuti seluruh alur seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak kehilangan kesempatan berharga ini.
Program Beasiswa S2 Double Degree Kemenag ini memegang harapan besar untuk melahirkan lulusan yang memiliki daya saing internasional. Lulusan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan dan penguatan kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama di masa mendatang.
Informasi lebih rinci mengenai seluruh persyaratan, tahapan seleksi, serta panduan pendaftaran dapat diakses secara lengkap melalui laman resmi Kementerian Agama di beasiswa.kemenag.go.id.









Tinggalkan komentar