AS Berubah Arah, Indonesia Wajib Perkuat Otonomi Strategis

Kilas Rakyat

1 Februari 2026

2
Min Read

Perubahan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berimbas langsung pada negara-negara di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Indonesia. Fenomena ini menjadi sorotan dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), sebuah lembaga kajian pertahanan dan keamanan yang berpusat di Jakarta.

Diskusi tersebut mengupas lebih dalam mengenai penyesuaian peran global Amerika Serikat, yang tercermin dalam upayanya mendorong negara-negara sekutu untuk memikul tanggung jawab keamanan yang lebih besar. Pendekatan ini dipandang membuka peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi negara-negara di kawasan untuk secara mandiri memperkuat kapabilitas pertahanan mereka.

Dr. Zeno Leoni, seorang akademisi dari King’s College London, memberikan pandangannya mengenai posisi Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik. Ia menilai bahwa Amerika Serikat tidak akan sepenuhnya menarik diri dari kawasan ini, mengingat Indo-Pasifik merupakan pusat kepentingan strategis dan ekonomi global yang krusial.

Meskipun demikian, gaya diplomasi Amerika Serikat yang cenderung keras dan transaksional berpotensi menciptakan ketidakpastian di antara negara-negara mitra. Dinamika ini mendorong pentingnya penguatan kapasitas maritim dan pertahanan nasional bagi Indonesia.

Laksamana Pertama Salim, Kepala Pusat Studi Maritim Seskoal TNI AL, menekankan bahwa peningkatan pengawasan laut, modernisasi armada, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan merupakan elemen kunci dalam menjaga stabilitas jalur pelayaran di kawasan.

Sementara itu, Dr. Ian Montratama, Direktur Riset ISI, mengamati bahwa meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok memberikan tekanan tersendiri terhadap peran sentral ASEAN. Ia menyarankan agar Indonesia mengadopsi strategi yang realistis, yang memungkinkan negara ini menjaga hubungan fungsional dengan kedua kekuatan besar tersebut tanpa terperangkap dalam rivalitas politik mereka.

Pandangan serupa juga diutarakan oleh Dr. Jeanne Francois, seorang akademisi hubungan internasional. Ia melihat bahwa konsep Indo-Pasifik kini telah bertransformasi menjadi sebuah kerangka strategis yang nyata.

Menurutnya, Indonesia perlu secara proaktif memperkuat jalur diplomasinya. Hal ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kerja sama akademik dan keamanan di luar ranah tradisional, demi menjaga kepentingan nasional di tengah lanskap persaingan global yang kian kompleks.

Diskusi tersebut secara keseluruhan menyimpulkan bahwa perubahan kebijakan Amerika Serikat menuntut Indonesia untuk bersikap lebih adaptif.

Hal ini mencakup penguatan otonomi strategis negara seraya tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Tinggalkan komentar


Related Post