Antares Angkut 80 Ton Bantuan Medis dan Evakuasi Pengungsi ke Aceh Tamiang

Kilas Rakyat

8 Desember 2025

2
Min Read

Kapal Negara (KN) Antares kembali mengukuhkan perannya dalam misi kemanusiaan dengan memberangkatkan bantuan logistik dan tim medis untuk para korban banjir di Aceh. Kapal ini membawa muatan 80 ton bantuan dan puluhan relawan medis yang ditujukan ke Pelabuhan Kreung Geukueh, Lhokseumawe, yang telah ditetapkan sebagai pusat distribusi bantuan utama di provinsi tersebut.

Proses pembongkaran bantuan di Pelabuhan Kreung Geukueh dilaporkan berjalan lancar, meskipun sempat mengalami sedikit hambatan akibat kondisi cuaca hujan. Keberhasilan pelaksanaan misi ini tidak lepas dari semangat juang para relawan dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Aceh.

KN Antares tiba di Pelabuhan Kreung Geukueh pada Sabtu sore, 6 Desember, sekitar pukul 16.50 WIB. Setibanya di lokasi, prioritas pertama adalah penurunan tim relawan medis yang segera diterjunkan ke wilayah terdampak banjir untuk memperkuat layanan darurat yang sangat dibutuhkan.

Setelah itu, proses pembongkaran 80 ton bantuan logistik dipercepat. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara langsung memantau dan mengawal seluruh tahapan distribusi bantuan. Proses ini meliputi penyusunan logistik hingga pemetaan alokasi bantuan untuk setiap kecamatan yang terdampak banjir.

Bantuan yang dibawa oleh KN Antares sangat beragam dan mencakup berbagai kebutuhan pokok.

* Kasur
* Sembako
* Obat-obatan
* Pampers
* Air mineral
* Biskuit
* Tenda
* Kebutuhan pokok lainnya

Logistik tersebut berhasil dihimpun berkat kolaborasi berbagai instansi dan lembaga yang peduli terhadap korban banjir di Aceh.

Jadwal keberangkatan KN Antares selanjutnya adalah pada tanggal 7 hingga 8 Desember 2025. Kali ini, kapal tersebut akan mengangkut sekitar 100 pengungsi dari Lhokseumawe menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Perlu dicatat, pada pekan sebelumnya, KN Antares juga telah berperan penting dalam mengevakuasi warga terdampak banjir serta menyalurkan bantuan dari berbagai lembaga dan komunitas masyarakat.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengerahkan seluruh armada transportasi, baik udara maupun laut, guna mempercepat distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Prioritas disalurkan kepada daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan bahwa seluruh armada yang disiagakan telah beroperasi. Untuk transportasi udara, Kemenhub menyiapkan 42 unit armada kargo, yang terdiri dari 21 helikopter dan 21 pesawat.

Dukungan moda laut juga dimaksimalkan dalam upaya penanganan bencana ini. Pihaknya telah menyiapkan Kesatuan Pengawas Laut dan Pelayaran (KPLP) beserta dua kapal navigasi untuk mendukung kelancaran distribusi logistik melalui jalur laut.

Tinggalkan komentar


Related Post