Qada dan Qadar adalah dua aspek penting dalam ajaran agama Islam yang berhubungan dengan keyakinan dan pengetahuan tentang takdir. Qada merujuk kepada ketetapan Allah terhadap suatu hal, sementara Qadar merujuk kepada penentuan kuasa Allah atas segala sesuatu yang ada di alam semesta. Untuk lebih memahami bagaimana ajaran Islam menunjukkan akhlak dalam memahami konsep ini, ada beberapa aspek yang bisa dikelompokkan.
Pertama, yaitu mengenai akhlak dalam menerima Qada dan Qadar. Agama Islam mengajarkan umatnya agar selalu memiliki sikap rida atau menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah. Tidak ada hal yang terjadi gadapet atau kecil di dunia ini yang terlepas dari pengetahuan dan kehendak-Nya. Maka, seluruh perkara yang terjadi dalam hidup, baik yang dirasa baik maupun buruk, adalah bagian dari ketetapan-Nya. Hal ini mendorong umat Islam untuk selalu bersikap sabar dan berserah diri, apapun yang menimpa mereka.
Kedua, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah dalam memahami Qada dan Qadar. Agar bisa menerima segala keadaan dengan senyuman dan tidak larut dalam kesedihan, umat Islam diajarkan untuk selalu mempunyai husnuzan atau prasangka baik terhadap Allah. Ini artinya, setiap situasi dalam hidup sejatinya adalah ujian dan proses untuk mencapai kedewasaan spiritual. Pada dasarnya, konsep Qada dan Qadar mengajarkan umat Islam untuk memandang segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah bagian dari perjalanan mereka menuju Allah.
Ketiga, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berusaha dan berdoa. Meski segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah, namun umat Islam diajarkan untuk terus berusaha dan tidak berdiam diri. Ini karena diajarkan bahwa ketentuan Allah bisa berubah berdasarkan doa dan usaha hamba-Nya. Oleh karena itu, meskipun dalam memahami Qada dan Qadar umat Islam diajarkan mengenai rasa pasrah, namun ini tidak berarti umat Islam dituntut untuk berdiam diri tanpa melakukan usaha.
Dengan demikian, ajaran Islam mengenai memahami Qada dan Qadar tidak hanya sebatas pembelajaran konsep semata, namun juga merupakan pedoman dalam berakhlak dan menyikapi hidup.









Tinggalkan komentar