Samsung Siapkan Kacamata Pintar, Ini Wujudnya

28 April 2026

5
Min Read

Jakarta – Era perangkat wearable semakin berkembang pesat. Setelah sukses dengan headset Galaxy XR, Samsung kini dikabarkan tengah serius mempersiapkan kehadiran kacamata pintar terbarunya. Bocoran desain perangkat ini mulai beredar, mengindikasikan persaingan ketat di pasar kacamata pintar yang mulai memanas.

Gambar marketing yang beredar memperlihatkan wujud ‘Galaxy Glasses’ yang disebut-sebut memiliki kemiripan desain dengan kacamata pintar besutan Meta yang bekerja sama dengan Ray-Ban. Tak hanya itu, tampilannya juga mengingatkan pada konsep kacamata pintar Google Gemini yang juga santer terdengar akan segera dirilis. Kehadiran Samsung di arena ini tentu akan semakin meramaikan lanskap teknologi wearable.

Galaxy Glasses: Desain Minimalis dengan Teknologi Canggih

Kacamata pintar Samsung yang pertama kali terungkap ini dikembangkan dengan nama kode ‘Jinju’. Dari gambar yang dibagikan oleh Android Headlines, desainnya terlihat ramping dan modern, jauh dari kesan kaku yang mungkin terbayangkan untuk perangkat teknologi. Perkiraan harga yang beredar menempatkan ‘Jinju’ pada kisaran USD 380 hingga USD 500.

Meskipun harga tersebut menempatkannya di segmen premium, spesifikasi awal yang terungkap menunjukkan bahwa ‘Jinju’ memang dirancang untuk memberikan pengalaman yang imersif. Perangkat ini dikabarkan akan dilengkapi dengan dua kamera beresolusi 12 MP, yang kemungkinan berfungsi untuk menangkap objek di sekitar pengguna atau mendukung fitur Augmented Reality (AR).

Di jantung ‘Jinju’ akan tertanam chipset Snapdragon AR1, sebuah prosesor yang memang dirancang khusus untuk perangkat Augmented Reality. Hal ini menjanjikan performa yang optimal dalam memproses data visual dan interaksi AR. Untuk pengalaman audio yang lebih personal, Samsung menyematkan teknologi speaker bone conduction. Teknologi ini menghantarkan suara melalui getaran tulang di sekitar telinga, memungkinkan pengguna mendengar notifikasi atau instruksi tanpa menutupi telinga.

Kapasitas baterai 155 mAh mungkin terdengar kecil, namun untuk perangkat sekelas kacamata pintar, kapasitas ini diharapkan dapat menopang penggunaan dalam jangka waktu tertentu. Perlu diingat bahwa spesifikasi ini masih bersifat awal dan sangat mungkin mengalami perubahan sebelum peluncuran resmi.

Sistem Operasi dan Integrasi Cerdas

Kacamata pintar Samsung ini dipastikan akan berjalan di atas sistem operasi Android XR. Sistem operasi ini dirancang khusus untuk perangkat Extended Reality (XR), yang mencakup Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR). Kehadiran Android XR sebagai fondasi akan memastikan kompatibilitas yang luas dengan aplikasi dan layanan XR yang sudah ada maupun yang akan datang.

Salah satu fitur yang paling menarik dari ‘Jinju’ adalah potensi integrasinya dengan chatbot Google Gemini. Integrasi ini akan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan kacamata pintar mereka melalui perintah suara yang lebih canggih dan intuitif. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan, meminta informasi, atau mengendalikan fungsi perangkat hanya dengan berbicara.

Meskipun spesifikasi kamera dan chipset mengarah pada kemampuan AR, kacamata ‘Jinju’ ini diperkirakan tidak akan dilengkapi dengan layar visual. Fungsinya lebih difokuskan pada penyediaan informasi kontekstual, notifikasi, dan interaksi suara yang terintegrasi dengan perangkat lain.

Model ‘Haean’: Pesaing Langsung Meta Ray-Ban Display

Samsung tidak hanya berhenti pada satu model. Perusahaan raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga dikabarkan tengah mengembangkan model kacamata pintar lain dengan kode ‘Haean’. Model ini diposisikan sebagai perangkat yang lebih canggih dan akan bersaing langsung dengan Meta Ray-Ban Display.

Perbedaan utama antara ‘Jinju’ dan ‘Haean’ terletak pada fitur visualnya. ‘Haean’ akan dilengkapi dengan layar micro-LED. Teknologi layar micro-LED dikenal menawarkan kecerahan superior, kontras tinggi, dan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan teknologi layar lainnya, menjanjikan tampilan visual yang tajam dan memukau.

Peluncuran ‘Haean’ diprediksi akan terjadi pada tahun 2027. Mengingat teknologi yang lebih matang dan fitur yang lebih lengkap, kacamata pintar ‘Haean’ ini diperkirakan akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi, yaitu antara USD 600 hingga USD 900. Angka ini sejalan dengan posisi Meta Ray-Ban Display yang juga menargetkan segmen pasar premium.

Jadwal Peluncuran dan Strategi Samsung

Meskipun detail mengenai kapan Samsung akan meluncurkan kacamata ‘Jinju’ masih belum sepenuhnya jelas, banyak pihak memperkirakan pengumumannya akan dilakukan tahun ini. Samsung sendiri akan menggelar acara tahunan Galaxy Unpacked pada bulan Juli 2026.

Namun, kemungkinan besar ‘Jinju’ tidak akan menjadi bintang utama pada acara tersebut. Perangkat ini diperkirakan tidak akan diluncurkan bersamaan dengan seri smartphone lipat terbaru, Galaxy Z Fold8 dan Flip8. Pola peluncuran ini mirip dengan strategi Samsung saat memperkenalkan headset Galaxy XR tahun lalu, di mana peluncuran resminya dilakukan setelah pengumuman awal.

Samsung kemungkinan hanya akan memberikan teaser atau bocoran awal mengenai kacamata pintarnya pada acara Galaxy Unpacked. Peluncuran produk secara penuh dan ketersediaan untuk dibeli diperkirakan akan dilakukan di waktu terpisah setelahnya. Strategi ini memungkinkan Samsung untuk membangun antisipasi dan memberikan sorotan penuh pada produk kacamata pintarnya tanpa terganggu oleh peluncuran produk andalan lainnya.

Kehadiran kacamata pintar dari Samsung ini menandakan pergeseran besar dalam industri teknologi. Perangkat wearable yang semakin canggih dan terintegrasi membuka peluang baru bagi interaksi manusia dengan dunia digital maupun fisik. Dengan dua model yang berbeda, Samsung tampaknya ingin menjangkau berbagai segmen pasar, dari pengguna yang mencari fungsi dasar hingga mereka yang menginginkan pengalaman AR/VR paling mutakhir.

Persaingan di ranah kacamata pintar diprediksi akan semakin sengit dengan masuknya Samsung. Penggemar teknologi dapat menantikan inovasi lebih lanjut yang akan mendorong batas-batas dari apa yang mungkin dilakukan oleh perangkat yang dapat dikenakan.

Tinggalkan komentar


Related Post