Jakarta – Lanskap bisnis digital Indonesia terus berkembang pesat, mendorong permintaan akan infrastruktur data center yang andal dan berkapasitas tinggi. Menjawab kebutuhan ini, Digital Realty Bersama (DRB) hadir dengan solusi inovatif, menawarkan data center berstandar Tier IV yang dirancang khusus untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan dilengkapi platform interkoneksi global bernama ServiceFabric.
Peluncuran ServiceFabric dijadwalkan pada semester kedua tahun 2026, yang diproyeksikan akan menjadi jembatan vital bagi bisnis lokal untuk terhubung dengan infrastruktur AI global. Pengumuman strategis ini disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer DRB, Krishna Worotikan, dan Director of Business & Commercial DRB, Andha Yudha Permana, dalam sebuah kunjungan media di fasilitas data center CGK11 milik DRB yang berlokasi di Jakarta Timur pada Rabu, 22 April 2026.
Andha Yudha Permana menjelaskan bahwa DRB memposisikan diri sebagai penyedia solusi infrastruktur digital global terkemuka dan operator data center yang bersifat carrier-neutral. Perusahaan ini berkomitmen menyediakan layanan colocation serta solusi interkoneksi yang terintegrasi, guna memperkuat fondasi infrastruktur digital di seluruh Indonesia.

Secara global, Digital Realty memiliki jaringan luas dengan 300 data center yang tersebar di 25 negara, melayani lebih dari 5.000 pelanggan. Di Indonesia, Digital Realty Bersama merupakan hasil kolaborasi strategis antara Digital Realty dengan Bersama Digital Data Centres, yang mendapatkan dukungan kuat dari investor terkemuka seperti Saratoga, Provident, Macquarie, dan Distro Hub.
Saat ini, DRB mengoperasikan dua fasilitas data center di Indonesia. Fasilitas pertama adalah CGK10 yang berlokasi di Jakarta Barat, dengan sertifikasi Tier III. Fasilitas kedua, CGK11 di Cawang, menawarkan standar tertinggi yaitu Tier IV, menjamin tingkat ketersediaan operasional (uptime) mencapai 100%.
Data center CGK11 memiliki kapasitas total sebesar 63 MW, dengan luas data hall mencapai 20.000 meter persegi dan mampu menampung 9.000 rak server. DRB juga memiliki rencana ekspansi yang ambisius, dengan penambahan dua gedung baru di CGK10 dan satu gedung lagi di CGK11. Yudha mengidentifikasi sektor perbankan dan keuangan sebagai segmen pasar dengan potensi klien terbesar bagi DRB.
“Melalui fasilitas kami yang telah tersertifikasi hingga Tier IV, kami menghadirkan fondasi digital paling kokoh dan aman di Indonesia saat ini,” ujar Yudha. “Kami tidak berhenti hanya pada infrastruktur fisik, melainkan terus berinovasi untuk memberikan solusi digital yang komprehensif.”
ServiceFabric: Revolusi Interkoneksi Data Global
Lebih lanjut, Yudha memaparkan mengenai ServiceFabric, sebuah solusi interkoneksi generasi terbaru yang akan segera diluncurkan pada semester kedua tahun 2026. Platform ini dirancang untuk memudahkan klien DRB dalam mengelola konektivitas ke seluruh data center DRB di dunia secara jarak jauh (remote).
Sebagai ilustrasi, seorang klien DRB dari Jepang yang ingin mendirikan bisnis di Indonesia dapat mengakses dan mengelola kebutuhan data center mereka dari lokasi mereka sendiri, tanpa perlu kehadiran fisik. Inovasi ini akan sangat krusial bagi perusahaan multinasional yang ingin berekspansi di pasar Indonesia.
“Kami sangat antusias untuk segera meluncurkan ServiceFabric di Indonesia,” ungkap Yudha. “Platform terbuka ini mendorong terciptanya ekosistem yang kolaboratif dan terhubung dengan baik, yang menjadi kunci dalam mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi (HPC) di masa depan.”
Dengan ServiceFabric, pelanggan akan diberdayakan untuk mengelola konektivitas mereka secara mandiri. Mereka dapat menghubungkan infrastruktur lokal ke hub data center internasional dalam hitungan menit, sebuah kemajuan signifikan dalam efisiensi operasional.
“Ini memberikan fleksibilitas interkoneksi yang luar biasa untuk mempercepat transformasi digital, tanpa perlu mengorbankan standar keamanan data yang telah ada,” tambah Yudha.
DRB mengklaim bahwa keunggulan infrastruktur fisik yang mereka tawarkan akan terintegrasi sempurna dengan ServiceFabric. Platform ini akan menyatukan penyedia layanan cloud, jaringan, dan infrastruktur IT ke dalam satu platform terpadu melalui PlatformDIGITAL®, sebuah platform data center global milik Digital Realty.
Pendekatan software-defined ini bertujuan untuk secara signifikan mengurangi hambatan geografis dan teknis dalam interkoneksi global. Hasilnya, pelaku bisnis di Indonesia akan memiliki jalur komunikasi data yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih aman.

Memperkuat Ekosistem Digital Nasional
Keunggulan lain yang ditawarkan DRB adalah perannya sebagai pusat interkoneksi di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan kehadiran node IIX-JK2 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di fasilitas CGK11. Keberadaan hub internet nasional ini sangat penting.
Dengan memproses lalu lintas data lokal di dalam negeri, kehadiran node APJII memastikan latensi (waktu tunda) yang sangat rendah. Hal ini secara langsung berkontribusi pada performa optimal bagi pengguna internet di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari akses konten hingga transaksi digital.
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan menembus angka USD 130 miliar pada tahun 2026. Angka ini didorong oleh peningkatan signifikan dalam penetrasi internet dan volume transaksi digital. DRB menyadari bahwa pertumbuhan ini membutuhkan infrastruktur yang mampu menopang beban kerja yang semakin kompleks, terutama yang berkaitan dengan AI dan HPC.
Oleh karena itu, DRB secara proaktif mempersiapkan data center yang memenuhi kebutuhan spesifik AI dan HPC. Ini mencakup infrastruktur dengan kepadatan daya tinggi, sistem pendinginan cair (liquid cooling) yang efisien, serta konfigurasi colocation berdensitas tinggi untuk menangani komputasi yang sangat intensif.
Krishna Worotikan, CFO DRB, menekankan nilai strategis dari langkah ini. “Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menuntut infrastruktur yang tidak hanya stabil, tetapi juga visioner,” ujarnya. “Kami melihat AI sebagai katalis utama yang akan mengubah lanskap bisnis secara fundamental.”
“Melalui integrasi ServiceFabric dan pemanfaatan keahlian global Digital Realty dalam menangani beban kerja AI berskala besar, termasuk teknologi pendinginan cair dan kolokasi berdensitas tinggi, kami memastikan perusahaan di Indonesia memiliki jalur ekspansi yang lebih mudah untuk terhubung dengan ekosistem global,” jelas Worotikan.
Dengan kombinasi infrastruktur fisik kelas dunia, solusi interkoneksi canggih, dan fokus pada kebutuhan masa depan seperti AI, Digital Realty Bersama siap menjadi tulang punggung pertumbuhan digital Indonesia dan menghubungkan pelaku bisnis lokal ke panggung global.









Tinggalkan komentar