Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, mengumumkan kabar gembira bagi ribuan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia. Dalam Dialog Pilar-pilar Sosial di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ia menyatakan pemerintah akan mengangkat lebih dari 33 ribu pendamping PKH menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Keputusan ini menandai komitmen nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.
Pengangkatan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: memberikan kepastian status, fasilitas memadai, dan profesionalisme kepada para pendamping PKH agar program tersebut memberi dampak lebih besar bagi masyarakat. Mensos menekankan pentingnya peran pendamping PKH dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
“Insya Allah, 33 ribu lebih pendamping PKH di seluruh Indonesia, sebentar lagi akan menjadi ASN, baik PNS maupun PPPK,” tegas Mensos Saifullah Yusuf. Pernyataan ini disambut antusias oleh para pendamping PKH yang hadir.
Selain pengumuman tersebut, Mensos Saifullah Yusuf juga memberikan apresiasi kepada pilar-pilar sosial lainnya, seperti Tagana, TKSK, Karang Taruna, Pordam, Reksos, dan PSM. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pilar sosial, dan masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan.
Mensos juga mengingatkan bahwa kerja sosial bukan semata tanggung jawab pemerintah. Partisipasi seluruh komponen bangsa sangat diperlukan untuk mencapai visi misi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kerja sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh komponen bangsa. Dengan kerja bersama, visi misi Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat akan lebih cepat tercapai,” ujar Mensos. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam program-program kesejahteraan sosial.
Mensos juga memberikan perhatian khusus kepada relawan PSM yang bekerja tanpa dukungan finansial dari pemerintah. Ia mengakui dedikasi luar biasa mereka dan berjanji untuk memberikan perhatian lebih di masa mendatang. Dedikasi para relawan ini patut diapresiasi dan perlu mendapat dukungan yang lebih konkret.
Kunjungan kerja Mensos ke Banjarbaru tidak hanya berfokus pada pengumuman pengangkatan pendamping PKH. Ia juga mengunjungi calon siswa Sekolah Rakyat di BLK Kalsel dan memberikan pelatihan bagi wali asuh dan wali asrama siswa Sekolah Rakyat. Pelatihan ini bahkan diikuti secara daring oleh lima provinsi lainnya, termasuk Sumatera Barat dan Papua.
Dengan pengangkatan pendamping PKH menjadi ASN, diharapkan kualitas pendampingan meningkat, koordinasi dengan pemerintah daerah semakin baik, dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat terwujud berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk keberhasilan program PKH.









Tinggalkan komentar