Pemerintah terus berupaya memastikan keamanan pangan, terutama untuk program hidangan bergizi. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diperkenankan dibawa pulang oleh penerima manfaat.
Langkah ini diambil untuk mencegah berbagai insiden yang sering terjadi akibat konsumsi makanan yang telah melewati batas waktu aman. Kerusakan kualitas makanan yang terpapar udara terlalu lama dapat membahayakan kesehatan.
Perjanjian Tertulis Wajib Dibuat
Nanik menginstruksikan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membuat perjanjian tertulis dengan kepala sekolah penerima manfaat. Perjanjian ini akan menjadi landasan hukum yang jelas terkait distribusi dan konsumsi makanan bergizi.
Tujuan utama dari perjanjian ini adalah untuk menetapkan tanggung jawab bersama dalam pengawasan distribusi dan konsumsi MBG. Dengan adanya kesepakatan tertulis, diharapkan tidak ada lagi kerancuan mengenai aturan main.
Aturan Konsumsi yang Jelas
SPPG berkewajiban mendistribusikan makanan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pihak sekolah, di sisi lain, bertanggung jawab penuh mengawasi waktu dan tempat konsumsi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini penting demi menjaga kualitas dan keamanan makanan.
Nanik menekankan pentingnya penyampaian informasi mengenai waktu konsumsi terbaik. Informasi ini harus disampaikan secara lisan maupun tertulis, agar penerima manfaat memahami pentingnya hal ini.
“Perlu dipasang label, sebaiknya dikonsumsi pukul berapa, alat untuk pelabelan juga murah,” ujarnya.
Pemasangan label waktu konsumsi yang jelas pada setiap kemasan makanan merupakan solusi efektif untuk mengingatkan penerima manfaat. Dengan begitu, risiko konsumsi makanan kedaluwarsa dapat diminimalisir.
Kegiatan Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkopimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, serta seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi menjadi momentum penting untuk menyosialisasikan kebijakan ini. Acara yang digelar di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, ini menjadi wadah diskusi dan komitmen bersama untuk menjaga keamanan pangan program MBG.









Tinggalkan komentar