UMKM Kepulauan Berjaya: Kisah Sukses Aiko Maju, Mitra Dapur Umum MBG Berkat BRI

Kilas Rakyat

2 Agustus 2025

3
Min Read

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan yang terpencil. Salah satu contoh nyata keberhasilan program pemberdayaan UMKM BRI adalah kisah sukses Jane Katang, pemilik usaha sembako Aiko Maju di Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Sebelum sukses menjadi pemasok bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jane telah memiliki usaha percetakan dan rumah makan. Ia kemudian mendirikan Aiko Maju sebagai unit usaha sembako. Peluang besar datang ketika Program MBG di Siau membutuhkan pemasok bahan baku untuk dapur umum yang melayani ratusan sekolah. Keberhasilan Aiko Maju dalam memenuhi kebutuhan program ini menunjukkan potensi besar UMKM dalam mendukung program pemerintah.

Perkembangan usaha Aiko Maju seiring berjalannya program MBG sangat signifikan. Awalnya, Jane hanya menyediakan bahan pokok seperti beras dan telur. Namun, seiring meningkatnya permintaan, ia memutuskan untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada BRI untuk memperluas usahanya.

Berikut pernyataan Jane Katang terkait perluasan usahanya: “Awalnya saya hanya menyuplai bahan pokok seperti beras dan telur, tapi kebutuhan terus bertambah. Karena itu saya inisiatif ajukan KUR ke BRI, supaya usaha saya bisa memenuhi permintaan dan program tetap jalan,”

Berkat dukungan pembiayaan dari BRI, Aiko Maju kini menjadi pemasok utama untuk dapur umum MBG di wilayah Siau. Lebih dari 2.400 siswa dari 154 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, mendapatkan manfaat dari pasokan bahan makanan yang konsisten dan berkualitas dari Aiko Maju. Kolaborasi antara UMKM dan lembaga keuangan terbukti mampu menciptakan dampak sosial yang signifikan dan berkelanjutan.

Tantangan dan Inovasi dalam Mengelola Usaha di Wilayah Kepulauan

Menjalankan usaha di wilayah kepulauan seperti Siau memiliki tantangan tersendiri. Bukan hanya soal jarak pengiriman yang jauh, tetapi juga keterbatasan komoditas segar. Jane menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapinya:

“Buah-buahan banyak saya datangkan dari Kota Manado karena belum semua tersedia di sini. Tantangannya, kalau telat sedikit bisa rusak, jadi saya harus benar-benar perhitungkan jadwal kapal dan daya tahan stok. Ini jadi bagian dari tanggung jawab saya supaya dapur bisa terus berjalan dan anak-anak tetap dapat gizi lengkap. Sementara untuk bahan baku lain seperti sayur dan ikan, saya belanjakan langsung dari pasar Siau,”

Meskipun menghadapi kendala keterbatasan komoditas segar, Jane menunjukkan kreativitas dan keuletan dalam mengelola usahanya. Ia memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia, seperti salak dari Siau, dan sekaligus mendatangkan komoditas dari luar pulau dengan perencanaan yang matang untuk menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.

Peran BRI dalam Mendukung Program Pemerintah dan UMKM

Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, menekankan komitmen BRI dalam mendukung UMKM tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam program pemerintah. BRI menyadari pentingnya rantai pasok yang handal untuk menjamin keberhasilan program-program seperti MBG.

Berikut pernyataan Agustya Hendy Bernadi terkait peran BRI dalam mendukung UMKM dan program pemerintah: “Program MBG membutuhkan rantai pasok yang mampu menjamin kesinambungan suplai dengan jumlah dan standar yang memadai. Usaha Aiko Maju menunjukkan bahwa pelaku UMKM dapat menjawab tantangan tersebut secara profesional, bahkan dalam kondisi geografis yang menantang. Dukungan terhadap Aiko Maju merupakan contoh nyata dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung keberhasilan program strategis,”

Kisah sukses Aiko Maju membuktikan bahwa dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan yang tepat, UMKM di daerah terpencil pun dapat berkembang pesat dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional sekaligus mendukung program-program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan ini juga menginspirasi UMKM lain untuk berani berinovasi dan memanfaatkan peluang yang ada. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan UMKM merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan komentar


Related Post