Sahur Jadi Jam Sibuk Transaksi Digital, OVO Catat Lonjakan 79%

19 Maret 2026

5
Min Read

Jakarta – Bulan Ramadan tidak hanya mengubah kebiasaan makan dan tidur masyarakat Indonesia, tetapi juga memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia digital. Data terbaru dari OVO, salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia, menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola aktivitas digital pengguna selama bulan suci ini. Puncak aktivitas transaksi kini bergeser ke malam hari, bahkan hingga menjelang waktu sahur.

Analisis data transaksi pengguna OVO hingga pertengahan Ramadan tahun ini mengungkapkan temuan menarik. Waktu antara pukul 03.00 hingga 05.00 pagi, yang identik dengan persiapan dan santap sahur, mencatat lonjakan transaksi digital hingga 79% dibandingkan periode di luar bulan Ramadan. Angka ini menunjukkan bahwa waktu sahur kini bukan lagi sekadar momen untuk mengisi perut sebelum berpuasa, melainkan telah berkembang menjadi periode aktif untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan digital.

Tren peningkatan transaksi pada jam sahur ini konsisten dengan yang terjadi pada Ramadan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan waktu dini hari untuk berbagai aktivitas digital. Mulai dari berbelanja kebutuhan sehari-hari, mengakses konten hiburan, hingga melakukan pembayaran tagihan rutin, semua dapat diselesaikan dengan mudah di waktu yang relatif tenang ini.

Pergeseran Kebutuhan Digital di Jam Sahur

Fenomena ini tidak hanya terlihat dari peningkatan jumlah transaksi, tetapi juga dari jenis kebutuhan yang diprioritaskan masyarakat pada jam sahur. Kebutuhan-kebutuhan praktis menjadi dominan dalam transaksi digital dini hari.

Secara keseluruhan, transaksi online pada jam sahur mengalami peningkatan signifikan sebesar 76%. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh aktivitas belanja di berbagai platform e-commerce, yang tercatat tumbuh hingga dua kali lipat.

Lebih spesifik lagi, pembelian pulsa dan pembayaran berbagai tagihan, seperti listrik atau BPJS, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode normal. Selain kebutuhan esensial, momen sahur juga dimanfaatkan pengguna untuk sedikit bersantai dengan hiburan singkat sebelum memulai aktivitas harian. Pembelian voucher permainan dilaporkan meningkat 58%, sementara layanan hiburan digital lainnya mengalami lonjakan sebesar 36%.

OVO Hadirkan Kemudahan Transaksi Dini Hari

Menanggapi perubahan pola aktivitas masyarakat ini, Chief Operating Officer OVO, Eddie Martono, menyatakan bahwa Ramadan memang selalu menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyesuaikan ritme aktivitas mereka, termasuk dalam hal bertransaksi. “Waktu sahur kini tidak hanya dimanfaatkan untuk bersantap, tetapi juga untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan digital seperti pembayaran tagihan atau pembelian pulsa,” ujar Eddie dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menambahkan, “Melihat perubahan ini, OVO menghadirkan berbagai promo di waktu sahur dan kemudahan transaksi agar pengguna dapat memanfaatkan waktu dini hari tidak hanya untuk makan sahur, tetapi juga menyelesaikan kebutuhan digital secara praktis.”

Tren Kuliner Sahur dan Persiapan Berbuka

Tidak hanya transaksi digital, kebiasaan kuliner saat sahur pun turut memperlihatkan pola yang menarik. Aktivitas makan sahur di berbagai gerai makanan dan minuman tercatat mengalami pertumbuhan empat kali lipat selama Ramadan. Warung tegal (warteg), warung makan sederhana (warmindo), dan warung kopi (warkop) menjadi pilihan utama masyarakat untuk santap sahur.

Dalam hal pemesanan makanan secara online melalui GrabFood dengan pembayaran menggunakan OVO, menu berbasis ayam dan paket nasi seperti nasi goreng menjadi favorit. Hal ini mengindikasikan preferensi masyarakat untuk hidangan yang familiar di lidah, praktis, dan mengenyangkan sebagai bekal memulai ibadah puasa.

Sementara itu, menjelang waktu berbuka puasa, yaitu antara pukul 16.00 hingga 18.00, aktivitas konsumsi masyarakat kembali meningkat pesat. Pembayaran digital menjadi alat utama dalam persiapan menu berbuka.

Di gerai makanan dan minuman, transaksi menggunakan OVO untuk berburu takjil dan makanan berbuka mendominasi hingga sekitar 42% dari total transaksi. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam aktivitas ‘ngabuburit’ atau menunggu waktu berbuka puasa.

Menariknya, jumlah transaksi offline di gerai makanan dan minuman tercatat sekitar 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan transaksi online pada periode yang sama. Menu yang paling banyak diburu meliputi dimsum, martabak, dan aneka gorengan. Minuman seperti kopi dan teh juga menjadi pelengkap favorit untuk menemani momen berbuka.

Untuk transaksi online saat berbuka, aktivitas belanja melalui e-commerce menyumbang sekitar 29% dari total transaksi online. Sekitar 20% lainnya berasal dari pembelian voucher permainan. Ini menunjukkan bahwa waktu berbuka juga dimanfaatkan pengguna untuk berbelanja kebutuhan atau menikmati hiburan setelah seharian berpuasa.

Profil Pengguna Paling Aktif

Analisis profil pengguna menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas transaksi selama Ramadan, baik saat sahur maupun berbuka, sebagian besar digerakkan oleh kelompok usia produktif. Pria berusia 25 hingga 34 tahun tercatat sebagai kelompok yang paling aktif dalam bertransaksi, baik secara langsung di gerai maupun melalui platform digital.

Jumlah transaksi yang dilakukan oleh pengguna pria dalam kelompok usia tersebut tercatat hampir dua kali lipat dibandingkan pengguna perempuan. Meskipun demikian, aktivitas transaksi dari pengguna perempuan juga tetap tinggi, menunjukkan partisipasi yang merata dari kedua gender dalam memenuhi berbagai kebutuhan selama bulan Ramadan.

Menyadari pergeseran ritme aktivitas masyarakat yang semakin bergeser ke malam hingga dini hari selama Ramadan, OVO terus berupaya menghadirkan program dan promo khusus. Penawaran menarik ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna mulai dari waktu berbuka hingga sahur.

Pengguna dapat menikmati berbagai diskon dan cashback di berbagai kategori, mulai dari belanja kebutuhan harian, hiburan permainan, hingga transaksi QRIS. Program-program ini berlangsung secara bertahap sepanjang bulan Februari hingga Maret 2026. OVO juga memberikan total hadiah senilai Rp 350 juta bagi pengguna yang paling aktif selama periode Ramadan.

Aplikasi OVO sendiri dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi non-tunai yang praktis, aman, dan cepat. Pengguna dapat melakukan pembayaran di berbagai merchant, baik offline maupun online, membeli pulsa dan paket data, membayar tagihan rutin, hingga bertransaksi di aplikasi Grab.

Tinggalkan komentar


Related Post