Rudal dan Drone Iran Tetap Diproduksi Meski Diserang

23 Maret 2026

3
Min Read

Jakarta – Di tengah gempuran intensif dari pasukan Amerika Serikat dan Israel, Iran menunjukkan ketahanan luar biasa dalam mempertahankan kapasitas produksinya. Negara ini menegaskan bahwa produksi rudal strategisnya terus berjalan sesuai rencana, bahkan dalam situasi yang sangat menekan.

Jenderal Ali Mohammad Naeini, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, menyampaikan kepada kantor berita pemerintah IRNA bahwa kemampuan produksi rudal negaranya tetap optimal. “Kami memproduksi rudal bahkan dalam kondisi perang, yang mana ini luar biasa, dan tidak ada masalah berarti dalam hal penumpukan stok,” ujarnya.

Sejak konflik dengan AS dan Israel memanas pada 28 Februari, Iran telah merespons dengan melancarkan serangan rudal ke berbagai target. Serangan ini tidak hanya ditujukan ke wilayah Israel, tetapi juga meluas ke negara-negara tetangga. Wilayah seperti Qatar dan Uni Emirat Arab menjadi sasaran, di mana pangkalan militer AS, situs sipil, dan infrastruktur energi dilaporkan mengalami serangan.

Lebih lanjut, laporan dari CNBC yang dikutip detikINET menyebutkan bahwa Iran juga menargetkan Provinsi Timur Arab Saudi, kawasan yang kaya akan ladang minyak. Selain itu, wilayah Kuwait dan Bahrain juga turut merasakan dampak serangan rudal Iran.

Kekuatan Rudal Iran Sebelum Konflik

Sebelum eskalasi konflik, Iran telah dikenal memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di kawasan Timur Tengah. Kekuatan ini mencakup ribuan unit rudal balistik dan jelajah, dengan kemampuan jangkauan yang mampu mencapai hingga 2.000 kilometer.

Meskipun angka pasti stok rudal Iran sebelum perang tidak diungkapkan secara gamblang, perkiraan dari berbagai pihak menunjukkan angka yang signifikan. Militer Israel memperkirakan jumlahnya berkisar antara 2.500 hingga 6.000 unit. Alex Plitsas, seorang peneliti di Atlantic Council, memberikan estimasi yang lebih rinci, menyebutkan bahwa sebelum perang, Iran diperkirakan memiliki sekitar 2.000 hingga 3.000 rudal balistik jarak menengah dan antara 6.000 hingga 8.000 rudal balistik jarak pendek.

Klaim dan Realitas Kemampuan Rudal Iran

Presiden AS Donald Trump sempat mengklaim bahwa kapasitas rudal balistik Iran telah dihancurkan secara fungsional. Namun, klaim ini dibantah oleh Jenderal AS Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, yang mengakui bahwa Iran masih memiliki sebagian kemampuan rudalnya.

Laporan intelijen juga mengindikasikan bahwa Israel telah melakukan serangan terhadap fasilitas produksi rudal dan drone milik Iran. Namun, Amerika Serikat dan Israel belum memberikan rincian pasti mengenai jumlah fasilitas yang diserang, tingkat kerusakan, atau dampaknya terhadap kapasitas produksi Iran.

Peran Fasilitas Bawah Tanah

William Alberque, seorang peneliti di Pacific Forum, berpendapat bahwa meskipun fasilitas produksi rudal di permukaan mungkin mengalami kerusakan, Iran kemungkinan masih memiliki kemampuan yang tersembunyi.

Pertanyaan besar yang muncul adalah seberapa besar kapasitas produksi Iran yang tersimpan di fasilitas bawah tanahnya. Kapasitas ini mungkin terbatas untuk produksi rudal berukuran besar, namun sangat memadai untuk memproduksi drone dalam jumlah besar atau rudal yang lebih kecil dan ekonomis.

“Tentu saja merupakan kepentingan Iran terlihat sekuat mungkin. Jadi ada unsur pamer kekuatan dan melebih-lebihkan di sini. Namun, kapasitasnya bukan berarti nol dan kita sama sekali tidak bisa mengetahuinya dan Iran memang tidak ingin kita mengetahuinya,” jelas Alberque.

Gary Samore, direktur Crown Center for Middle East Studies, menambahkan bahwa sangat masuk akal jika Iran terus memproduksi drone selama konflik. Hal ini karena drone dapat dirakit dari komponen sederhana di fasilitas bawah tanah atau bahkan garasi.

Namun, Samore meragukan kemampuan Iran untuk terus memproduksi rudal balistik yang lebih besar dan berjangkauan jauh. Plitsas memperkirakan kapasitas produksi rudal Iran pada awal perang adalah sekitar 300 unit per bulan, dan angka ini kemungkinan mengalami penyusutan seiring berjalannya waktu dan intensitas serangan.

Tinggalkan komentar


Related Post