PLN IP dan BKKBN Berdayakan Ibu Pencari Nafkah di Jabar

Kilas Rakyat

22 Agustus 2025

3
Min Read

Program Inovasi Sosial Tamasya: Solusi Pengasuhan Anak Usia Dini di Jawa Barat

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024 menunjukkan realita perempuan Indonesia, khususnya di Jawa Barat, yang semakin berperan ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh anak. Angka partisipasi kerja perempuan usia 25-49 tahun mencapai 53 persen secara nasional dan 51 persen di Jawa Barat. Ini menunjukkan peningkatan signifikan, namun juga menyoroti tantangan dalam hal pengasuhan anak.

Sementara itu, data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2023 mengungkapkan bahwa 68 persen anak usia dini masih diasuh oleh keluarga besar tanpa standar pengasuhan yang memadai. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya pengasuhan yang tepat dalam perkembangan anak. Kurangnya akses terhadap pengasuhan berkualitas dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, bahkan berpotensi meningkatkan angka stunting.

Menjawab tantangan tersebut, PT PLN Indonesia Power (PLN IP) berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Jawa Barat meluncurkan program inovasi sosial Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak). Program ini bertujuan untuk menyediakan layanan pengasuhan anak usia dini yang holistik dan berkualitas di beberapa lokasi di Jawa Barat. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen PLN IP dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang berdampak langsung pada masyarakat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan bahwa program Tamasya merupakan solusi strategis untuk mengatasi kekurangan layanan pengasuhan anak yang berkualitas. “Program Tamasya hadir sebagai solusi strategis untuk menyediakan layanan pengasuhan anak usia dini yang holistik, integratif, dan berkualitas, mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, dan spiritual,” ujarnya.

Bernadus menambahkan, program ini juga mendorong keterlibatan aktif orang tua melalui kelas pengasuhan dan pengasuhan edukatif. “Selain itu, program ini mendorong keterlibatan aktif orang tua melalui kelas pengasuhan dan pengasuhan edukatif,” tambahnya. Dengan demikian, orang tua tidak hanya menitipkan anak, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan perkembangan anak.

Lebih lanjut, Bernadus menekankan bahwa program Tamasya sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga. “Program Tamasya merupakan ekosistem keberlanjutan, yang sejalan dengan Astacita pemerintah poin ke-4 yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM),” ungkap Bernadus.

“Kami percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah investasi pada anak-anak hari ini. Tamasya adalah bentuk nyata kontribusi PLN Indonesia Power dalam membangun ekosistem pengasuhan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tegasnya.

Peluncuran program Tamasya di Jawa Barat ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BKKBN dan PLN Indonesia Power, serta peresmian beberapa Taman Penitipan Anak (TPA) mitra pelaksana. TPA-TPA tersebut tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Garut, Sukabumi, dan sekitarnya, dengan total menjangkau 6 lokasi.

Program ini telah berhasil menjangkau 437 anak usia dini dan melatih 108 orang pengasuh melalui program KERABAT. Eko Cahyono, Ketua Yayasan TPA Tadika Gemilang Garut, memberikan testimoni positif atas dampak program Tamasya.

“Dengan adanya Tamasya, kami tidak hanya mendapat pelatihan, tapi juga pendampingan menyeluruh. Anak-anak jadi lebih aktif, dan orang tua pun lebih terlibat,” kata Eko Cahyono. Hal ini menunjukkan bahwa program Tamasya tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan kepada para pengasuh dan orang tua.

Keberhasilan program Tamasya diharapkan dapat menjadi model bagi program pengasuhan anak usia dini di daerah lain. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti yang dilakukan PLN IP dan BKKBN sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang ramah keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sehingga tercipta generasi emas Indonesia yang berkualitas. Keberadaan program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Tinggalkan komentar


Related Post