Pickleball Gencar Dikenalkan Lewat Ngabuburit Sehat

Kilas Rakyat

4 Maret 2026

4
Min Read

Jakarta – Di tengah euforia olahraga yang kian beragam di Indonesia, Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PBIPF) tak henti berinovasi untuk mempopulerkan pickleball. Olahraga unik yang memadukan elemen tenis, bulu tangkis, dan tenis meja ini kini menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum strategis untuk merangkul masyarakat luas.

PBIPF bertekad menjadikan kegiatan "ngabuburit sambil bermain pickleball" sebagai tradisi baru. Inisiatif ini bukan sekadar mengisi waktu menjelang berbuka puasa, melainkan sebuah upaya terencana untuk memperkenalkan pickleball sebagai sarana rekreasi, kebersamaan, dan gaya hidup sehat yang ringan namun tetap menyehatkan.

Acara pengenalan yang berlangsung di VATA Courts, Kemang, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026) sore WIB, dihadiri oleh jajaran pengurus PBIPF dan sejumlah wartawan. Momen ini dimanfaatkan untuk mendemonstrasikan cara bermain, menjelaskan aturan dasar, serta menularkan semangat keceriaan yang menjadi ciri khas pickleball.

Wakil Ketua Umum PBIPF, Harlin Rahardjo, menjelaskan bahwa pickleball menawarkan solusi ideal bagi mereka yang ingin tetap aktif selama bulan puasa tanpa merasa terkuras energinya. "Pickleball bukan sekadar olahraga rekreasi biasa. Ini adalah medium yang sangat efektif untuk menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa, tanpa menguras banyak tenaga," ujar Harlin.

Ia melanjutkan, "Karakter permainan yang ringan, menyenangkan, dan memiliki risiko cedera yang minim menjadikan pickleball sangat cocok dimainkan menjelang waktu berbuka. Kami ingin mengenalkan cara bermain, aturan, sekaligus rasa fun dan kegembiraan dari olahraga ini. Pickleball ideal untuk ngabuburit karena intensitasnya tidak terlalu tinggi, gerakannya ringan, namun tetap membuat tubuh aktif dan bugar."

Ekspansi Lapangan dan Target Internasional

Upaya PBIPF untuk mendongkrak popularitas pickleball tidak hanya sebatas kegiatan rekreasi. Sepanjang tahun 2025, federasi ini telah sukses menyelenggarakan berbagai kejuaraan nasional serta turnamen yang melibatkan kalangan pelajar dan didukung oleh sejumlah perguruan tinggi.

Harlin Rahardjo menambahkan bahwa VATA, sebagai salah satu mitra strategis, akan terus berperan aktif dalam mempopulerkan olahraga ini. Rencananya, VATA akan membuka kembali pusat olahraga (Sport Center) di dua lokasi strategis, yaitu Jakarta dan Jawa Barat.

Di Jakarta, lima lapangan pickleball akan segera hadir di kawasan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Fasilitas ini diproyeksikan akan menjadi lapangan pickleball terbesar di ibu kota, membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk berlatih dan bertanding.

Sementara itu, di Jawa Barat, Nikavata Sports Lab akan hadir di Kota Wisata Cibubur. Kawasan olahraga terpadu ini akan menjadi destinasi multifaset yang tidak hanya menyediakan dua lapangan pickleball, tetapi juga dilengkapi dengan dua lapangan tenis, dua lapangan padel, kolam renang, serta fasilitas gimnastik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memicu perkembangan olahraga secara menyeluruh di wilayah tersebut.

PBIPF juga memiliki ambisi besar untuk membawa pickleball ke kancah internasional. Targetnya adalah merancang kejuaraan internasional yang mampu mengundang partisipasi dari negara-negara tetangga. Selain itu, federasi ini juga bertekad untuk memperbanyak jumlah turnamen antar komunitas di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

"Hampir setiap bulan kini selalu ada kejuaraan antar komunitas yang digelar di berbagai lapangan pickleball. Kami akan terus mendorong inisiatif ini di seluruh provinsi agar pickleball semakin dikenal dan digemari oleh masyarakat luas," tegas Harlin.

Potensi Besar di Lingkungan Sekolah

Harlin Rahardjo melihat potensi besar pickleball untuk dikembangkan di lingkungan sekolah. Ukuran lapangan yang setara dengan lapangan bulu tangkis, serta format permainan beregu, menjadikan pickleball sebagai alternatif yang menarik untuk kegiatan olahraga pelajar.

"Pickleball sangat cocok dimainkan di sekolah. Kami berkeinginan untuk menggelar kejuaraan beregu antar sekolah yang terbuka bagi siapa saja. Dengan demikian, pembinaan usia dini dapat tumbuh subur di seluruh penjuru Indonesia," paparnya.

Ia membayangkan ekosistem pickleball pelajar dapat berkembang pesat, menyerupai liga basket sekolah yang telah mapan. Perkembangan ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari guru, pelatih, kepala sekolah, hingga pemerintah daerah.

Oleh karena itu, Harlin Rahardjo secara terbuka mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan media, untuk turut serta mendukung sosialisasi dan pengembangan pickleball di sekolah-sekolah dan berbagai daerah.

"Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk rekan-rekan wartawan, agar sosialisasi ini dapat berjalan secara luas dan meriah. Tujuannya sangat sederhana: agar pickleball dikenal oleh masyarakat luas, digemari oleh lintas usia, dan pada akhirnya menjadi bagian integral dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia," tutup Harlin.

Tinggalkan komentar


Related Post