Perbedaan Standar Wasit Liga Inggris Disebut Mengejutkan

Kilas Rakyat

3 Maret 2026

4
Min Read

Manajer Liverpool, Arne Slot, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit di Liga Inggris. Ia menilai standar pelanggaran terhadap penjaga gawang dalam situasi bola mati di Premier League sangatlah rendah dibandingkan liga lain.

Komentar ini muncul seiring ramainya pembahasan mengenai taktik tendangan sudut Arsenal yang kerap menumpuk pemain di sekitar kiper lawan. Strategi tersebut terbukti sangat efektif; The Gunners tercatat sudah mencetak 31 gol dari situasi bola mati musim ini, di mana 16 gol di antaranya lahir dari tendangan sudut.

Teranyar, Arsenal memetik kemenangan 2-1 atas Chelsea lewat skema serupa. Slot lantas membandingkan kerasnya fisik di Liga Inggris dengan kompetisi lain, terutama Liga Belanda (Eredivisie).

"Anda harus menerimanya. Saya rasa hal ini terutama terjadi di sini, di Premier League. Jika saya menonton liga lain, saya rasa tidak ada penekanan yang begitu besar pada situasi bola mati," ujar Slot sebagaimana dikutip dari Daily Mail.

"Jika saya menonton pertandingan Eredivisie-yang masih sering saya lakukan-saya melihat gol-gol dianulir dan pelanggaran terhadap penjaga gawang diberikan. Saya pun berpikir, ‘Wah, itu perbedaan yang besar.’ Di sini, Anda hampir bisa memukul wajah penjaga gawang dan wasit masih akan berkata, ‘Lanjutkan saja’."

Slot mengaku gaya main yang mengandalkan fisik ekstrem pada bola mati bukan merupakan preferensinya secara estetika.

"Apakah saya menyukainya? Hati sepak bola saya tidak menyukainya. Jika Anda bertanya kepada saya tentang sepak bola, saya teringat tim Barcelona dari 10 atau 15 tahun yang lalu. Setiap Minggu malam, Anda selalu berharap melihat mereka bertanding," pungkasnya.


Arne Slot Ungkap Perbedaan Mengerikan Standar Wasit Liga Inggris, Kiper Nyaris Dipukul Tetap Sah!

Meta Description: Manajer Liverpool Arne Slot heran dengan standar wasit Liga Inggris soal pelanggaran terhadap kiper. Ia bandingkan dengan Eredivisie, ungkap potensi gol sah meski ada kontak fisik ekstrem.

JAKARTA – Dunia sepak bola Inggris, khususnya Premier League, tengah menjadi sorotan tajam dari seorang figur penting di klub raksasa, Liverpool. Manajer baru The Reds, Arne Slot, baru-baru ini melontarkan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan mengenai perbedaan standar perwasitan, terutama dalam situasi bola mati.

Menurut Slot, perlakuan wasit di Inggris terhadap pelanggaran yang menimpa penjaga gawang dalam situasi tendangan bebas atau sepak pojok sangatlah berbeda, bahkan terkesan lebih longgar, jika dibandingkan dengan liga-liga lain yang pernah ia amati.

Kritik ini muncul bukan tanpa alasan. Belakangan, taktik yang kerap digunakan oleh Arsenal, yaitu menumpuk banyak pemain di area sekitar kiper lawan saat mengambil tendangan sudut, semakin menjadi perbincangan hangat. Strategi ini terbukti memberikan hasil yang signifikan bagi The Gunners.

Arsenal, Sang Raja Bola Mati

Data menunjukkan betapa efektifnya Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati. Sepanjang musim ini, tim asuhan Mikel Arteta tersebut telah berhasil mengemas total 31 gol dari berbagai skema bola mati.

Yang lebih mencolok lagi, dari 31 gol tersebut, sebanyak 16 gol di antaranya lahir murni dari eksekusi tendangan sudut. Ini mengindikasikan sebuah pola serangan yang sangat terstruktur dan mematikan dari tim asal London Utara tersebut.

Salah satu bukti terbaru kehebatan Arsenal dalam memanfaatkan bola mati terjadi saat mereka berhadapan dengan Chelsea. Kemenangan 2-1 atas rival sekotanya itu diraih berkat sebuah skema tendangan sudut yang dieksekusi dengan brilian.

Perbandingan dengan Eredivisie

Menyaksikan dominasi taktik tersebut, Arne Slot kemudian melakukan perbandingan dengan liga yang lebih dikenalnya, Eredivisie Belanda. Ia merasa ada perbedaan fundamental dalam cara wasit di Premier League dalam menilai pelanggaran.

“Anda harus menerimanya. Saya rasa hal ini terutama terjadi di sini, di Premier League. Jika saya menonton liga lain, saya rasa tidak ada penekanan yang begitu besar pada situasi bola mati,” ujar Slot, seperti yang dilaporkan oleh Daily Mail.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pengamatannya saat menyaksikan pertandingan di Belanda. “Jika saya menonton pertandingan Eredivisie, yang masih sering saya lakukan, saya melihat gol-gol dianulir dan pelanggaran terhadap penjaga gawang diberikan,” lanjutnya.

Pengalaman ini membuatnya terkejut dengan perbedaan standar yang ada. “Saya pun berpikir, ‘Wah, itu perbedaan yang besar.’ Di sini, Anda hampir bisa memukul wajah penjaga gawang dan wasit masih akan berkata, ‘Lanjutkan saja’,” ungkap Slot dengan nada heran.

Estetika Sepak Bola yang Hilang?

Arne Slot tidak hanya mengkritik standar perwasitan, tetapi juga secara implisit mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap gaya permainan yang mengandalkan kontak fisik ekstrem dalam situasi bola mati. Baginya, hal ini sedikit mengurangi keindahan permainan sepak bola.

Saat ditanya mengenai preferensi pribadinya terhadap gaya bermain, Slot memberikan pandangannya yang lebih luas. “Apakah saya menyukainya? Hati sepak bola saya tidak menyukainya,” tegasnya.

Ia kemudian menarik sebuah perbandingan dengan era keemasan Barcelona, tim yang dikenal dengan permainan indah dan atraktifnya. “Jika Anda bertanya kepada saya tentang sepak bola, saya teringat tim Barcelona dari 10 atau 15 tahun yang lalu. Setiap Minggu malam, Anda selalu berharap melihat mereka bertanding,” kenangnya.

Pernyataan Arne Slot ini tentu akan memicu diskusi lebih lanjut di kalangan penggemar sepak bola dan para pengamat mengenai konsistensi penerapan aturan di berbagai liga, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi taktik dan gaya bermain tim.

Tinggalkan komentar


Related Post