Peneliti Ungkap Potensi Identitas Asli Pencipta Bitcoin

9 April 2026

4
Min Read

Misteri di balik identitas Satoshi Nakamoto, sosok jenius di balik penciptaan Bitcoin, tampaknya mulai tersibak. Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh New York Times mengarah pada Dr. Adam Back, seorang ilmuwan komputer ternama asal Inggris, sebagai kandidat terkuat pencipta mata uang digital revolusioner ini.

Selama lebih dari satu dekade, dunia kripto telah diramaikan oleh spekulasi tak berujung mengenai siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto. Para pemain baru maupun veteran di industri ini tak henti-hentinya mencari jawaban. Pencarian ini telah melahirkan berbagai artikel, film dokumenter, bahkan sejumlah gugatan hukum.

Status Nakamoto kini menjelma bak tokoh mitos dalam dunia aset digital. Penemuannya telah memicu lahirnya pasar kripto dengan nilai fantastis mencapai USD 2,4 triliun. Lebih mencengangkan lagi, Nakamoto diperkirakan mengendalikan sekitar 1,1 juta Bitcoin, jumlah yang jauh melampaui kepemilikan korporat terbesar di dunia, Strategy.

Bukti Gaya Penulisan Jadi Kunci Utama

Penyelidikan New York Times, yang dipimpin oleh reporter investigasi John Carreyrou dengan bantuan pakar AI Dylan Freedman, menyoroti kesamaan gaya penulisan antara Satoshi Nakamoto dan Dr. Adam Back. Analisis ini dilakukan dengan mengumpulkan ribuan korespondensi dari tiga milis internet penting yang berasal dari beberapa dekade terakhir. Materi ini kemudian dicocokkan dengan seluruh tulisan yang diketahui berasal dari Satoshi Nakamoto.

Hasilnya, Dr. Adam Back menunjukkan tingkat kemiripan tertinggi dengan Satoshi dalam analisis gaya penulisan. Beberapa ciri khas yang teridentifikasi antara lain penggunaan dua spasi di antara kalimat, penerapan ejaan bahasa Inggris British, serta kemiripan dalam kesalahan penggunaan tanda hubung. Carreyrou bahkan melontarkan teori bahwa Back mungkin saja menulis email-email tersebut kepada dirinya sendiri sebagai bentuk alibi.

Kesamaan ini semakin diperkuat oleh pengakuan Martti Malmi, seorang programmer asal Finlandia yang pernah bekerja sama dengan Satoshi di masa-masa awal Bitcoin. Malmi telah mempublikasikan ratusan percakapan emailnya sebagai bagian dari sebuah persidangan, yang semakin memperjelas keterkaitan antara kedua tokoh kriptografi ini.

Bahkan, sebelum merilis white paper Bitcoin, Satoshi diketahui sempat mengirimkan email kepada Dr. Adam Back. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa karya Back telah dikutip dengan benar. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi dan pengakuan atas kontribusi Back jauh sebelum Bitcoin dikenal luas.

Kontribusi Dr. Adam Back yang Tak Tergantikan

Dr. Adam Back, yang akan genap berusia 56 tahun pada bulan Juli mendatang, telah memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi perkembangan dunia kriptografi. Sejak tahun 1997, Back telah menciptakan Hashcash, sebuah sistem proof-of-work yang awalnya dirancang sebagai filter spam email.

Algoritma proof-of-work ciptaan Back ini terbukti menjadi fondasi utama yang krusial bagi kelangsungan mata uang digital. Konsep ini terus membentuk arah penelitian di bidang kripto selama dekade berikutnya, bahkan menjadi solusi atas berbagai kegagalan dalam upaya menciptakan mata uang digital yang aman dan terdesentralisasi sebelum Bitcoin hadir. Tanpa dasar teoritis yang kuat dari Hashcash, kemungkinan besar Bitcoin tidak akan dapat beroperasi seperti sekarang.

Keterkaitan Lain dan Bantahan Adam Back

Investigasi New York Times terpicu ketika John Carreyrou menonton sebuah serial dokumenter HBO yang mencoba mengungkap identitas Satoshi Nakamoto. Cara Dr. Adam Back bersikap selama wawancara dalam dokumenter tersebut menimbulkan kecurigaan tersendiri bagi Carreyrou.

"Karena sering menghadapi para pembohong dan punya semacam keahlian dalam mengenali gerak-gerik mereka, sikap Back, tatapan mata yang gelisah, tawanya yang canggung, gerakan kaku dari tangan kirinya, terasa mencurigakan bagi saya. Saat credits bergulir, saya memutar ulang adegan tersebut beberapa kali," tulis Carreyrou dalam laporannya.

Meskipun demikian, Dr. Adam Back secara tegas membantah temuan New York Times. Melalui artikel tersebut maupun di platform X, Back menyatakan, "Saya bukan Satoshi, tapi saya sejak awal sangat fokus pada implikasi positif kriptografi bagi masyarakat, privasi online, dan uang tunai elektronik." Pernyataan ini dikutip oleh detikINET dari Yahoo Finance.

Namun, banyaknya kesamaan yang ditemukan dalam investigasi ini membuat publik semakin penasaran. Sebelumnya, Dr. Adam Back memang selalu menjadi salah satu kandidat terkuat sebagai pencipta Bitcoin, bersama dengan ilmuwan komputer ternama lainnya seperti Hal Finney dan Nick Szabo.

Baru-baru ini, Dr. Adam Back juga menjabat sebagai CEO di BSTR, sebuah perusahaan pengelola aset yang memiliki lebih dari 30.000 Bitcoin dan sedang dalam persiapan untuk melakukan penawaran umum perdana (go public). Hal ini semakin menambah sorotan publik terhadap sosoknya di tengah industri aset digital yang terus berkembang pesat.

Investigasi yang memakan waktu selama satu tahun ini bukanlah upaya pertama untuk mengungkap identitas Satoshi Nakamoto. Namun, temuan New York Times kali ini menghadirkan bukti-bukti yang kuat dan analisis mendalam yang patut diperhitungkan dalam perdebatan panjang mengenai siapa sosok di balik revolusi Bitcoin.

Meta Description: Investigasi New York Times ungkap Dr. Adam Back sebagai kandidat kuat pencipta Bitcoin Satoshi Nakamoto. Temukan bukti gaya penulisan dan kontribusi kriptografi.

Tinggalkan komentar


Related Post