Nilai Launching Rumah Kebangsaan Terpolarisasi, DPD GMNI Sultra Layangkan Surat Keberatan

Kilas Rakyat

6 Agustus 2022

3
Min Read
Foto : Muhamad Amang, Ketua DPD GMNI Sultra

“Rumah Kebangsaan itu digagas oleh Cipayung Plus dan gagasan ide yang ada didalamnya yang telah disepakati adalah Rohnya Rumah Kebangsaan. Jika nama Cipayung Plus hilang maka Roh dari Rumah Kebangsaan itu juga hilang. Dan ini juga rentan terjadi polarisasi antara kelompok OKP,” lanjutnya.

Lanjut, Amang juga mengatakan bahwa klaiman GMNI sebagai inisiator Rumah Kebangsaan, tidak pernah dilibatkan secara pemikiran. GMNI hanya diperhadapkan dengan hal-hal yang sudah ada untuk dilakoni dalam Rumah Kebangsaan itu.

“Klaiman bahwa GMNI adalah inisiator adalah hal yang keliru dan ini perlu diluruskan, itu karena kami tidak pernah dilibatkan untuk menentukan seperti apa Rumah Kebangsaan itu. Kami hanya disuguhkan oleh hal-hal yang sudah ada. Kalau pikiran kami ada dalam Launching Rumah Kebangsaan itu berarti kami adalah inisiatornya,” tambahnya.

Diakhir, Amang menyampaikan bahwa ia akan menyatukan kembali simpul-simpul organ Cipayung Plus Sultra yang kini telah terpolarisasi akibat adanya Launching Rumah Kebangsaan Sulawesi Tenggara.

“Kami akan merajut kembali simpul-simpul organisasi Cipayung Plus Sultra dalam Rumah Kebangsaan sesuai dengan kesepakatan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus yang ada dipusat sebagai satu kesatuan dan turunannya di daerah,” tandasnya.

Sebelumnya, peresmian Rumah Kebangsaan itu dilakukan oleh 11 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Sultra yang terdiri dari 8 Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus Cipayung Plus (PMII, HMI, LMND, GMNI Immanuel, KAMMI, GMKI, KMHDI, PMKRI), 1 Organisasi Pemuda (GPM), 2 Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (BEM UHO, BEM UNSULTRA) pada Kamis (4/8/2022).

Tinggalkan komentar


Related Post