Meta Ubah Arah: Horizon Worlds Tetap Bertahan di VR

21 Maret 2026

5
Min Read

Meta, raksasa teknologi di balik Facebook, baru-baru ini mengumumkan sebuah perubahan kebijakan mendadak terkait aplikasi metaverse andalannya, Horizon Worlds. Keputusan untuk menghentikan dukungan aplikasi ini pada headset virtual reality (VR) yang telah diumumkan sebelumnya, kini dibatalkan. Langkah mundur ini mengindikasikan adanya pergeseran strategi yang signifikan dalam pengembangan metaverse Meta.

Keputusan kontroversial untuk mematikan Horizon Worlds di VR ini sejatinya baru beredar beberapa waktu lalu, menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar. Namun, gelombang protes dan masukan, termasuk dari seorang penggemar yang menyuarakan rasa patah hati di media sosial, tampaknya telah mendorong Meta untuk meninjau kembali keputusannya. CTO Meta, Andrew Bosworth, menjadi pihak yang mengonfirmasi perubahan arah ini melalui sebuah unggahan di akun Instagramnya.

"Kami telah memutuskan, tepatnya baru hari ini, bahwa kami akan tetap mengoperasikan Horizon Worlds di VR," tulis Bosworth dalam postingannya, seperti dikutip dari TechCrunch pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pernyataan ini secara resmi membatalkan rencana awal Meta yang sempat membuat banyak pihak terkejut dan bertanya-tanya mengenai masa depan ekosistem VR mereka.

Horizon Worlds Tetap Beroperasi di VR, Fokus Bergeser ke Mobile

Meskipun dipastikan akan tetap hadir di platform VR, Bosworth memberikan catatan penting terkait aksesibilitasnya. Ia menegaskan bahwa hanya game dan pengalaman yang telah terintegrasi penuh dengan VR yang akan tetap dapat diakses. Sementara itu, untuk konten-konten game baru, Meta akan memprioritaskan pengembangan eksklusif untuk aplikasi Horizon Worlds di perangkat seluler (mobile).

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran fokus tim pengembangan Meta yang kini lebih mengarahkan sumber daya dan perhatiannya pada versi aplikasi mobile. Keputusan ini diperkuat oleh pernyataan Bosworth dalam sebuah podcast dengan jurnalis Alex Heath, di mana ia menyatakan bahwa tim Horizon kini memfokuskan diri pada aplikasi mobile karena memiliki audiens yang jauh lebih besar.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Meta sebelumnya telah memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan penghentian dukungan untuk aplikasi Horizon Worlds di headset VR Quest. Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini memiliki visi besar untuk menjadikan Horizon Worlds dan metaverse sebagai ruang sosial virtual baru, tempat interaksi dan kolaborasi antar pengguna.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan tren yang berbeda. Jumlah pengguna yang aktif berinteraksi di metaverse Meta belum sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong di balik evaluasi ulang strategi yang dilakukan oleh Meta.

Dampak Finansial dan Efisiensi Operasional

Sebelumnya, Meta sempat mengonfirmasi melalui forum komunitasnya bahwa Horizon Worlds untuk headset VR akan dihentikan operasinya setelah tanggal 15 Juni, dengan rencana migrasi penuh ke platform mobile dan web. Pengumuman ini sontak memicu spekulasi mengenai masa depan investasi besar Meta di ranah metaverse.

Namun, pembatalan mendadak ini menjadi sorotan tersendiri. Meskipun Horizon Worlds akan tetap dapat diakses melalui headset Quest, rencana awal untuk mematikannya memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai tantangan finansial yang dihadapi Meta dalam mengembangkan metaverse. Divisi Reality Labs, yang bertanggung jawab penuh atas pengembangan VR dan metaverse, dilaporkan telah mencatat kerugian sebesar USD 73 miliar sejak tahun 2021, tahun ketika perusahaan ini berganti nama dari Facebook.

Angka kerugian yang fantastis ini menunjukkan betapa besar investasi yang telah dikeluarkan Meta, namun belum membuahkan hasil yang signifikan dalam hal profitabilitas. Sebagai respons terhadap kondisi finansial ini, Meta telah melakukan langkah-langkah efisiensi operasional yang cukup drastis.

Pada Januari lalu, perusahaan ini dilaporkan melakukan pemangkasan anggaran secara besar-besaran pada divisi Reality Labs. Beberapa studio game yang berada di bawah naungan divisi tersebut juga ditutup. Langkah efisiensi ini bahkan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.500 karyawan Meta.

Performa Aplikasi Mobile Horizon Worlds yang Menjanjikan

Di tengah tantangan finansial dan penyesuaian strategi, performa aplikasi Horizon Worlds di platform mobile menunjukkan grafik yang lebih positif. Data yang dirilis oleh firma intelijen mobile terkemuka, Appfigures, mengungkapkan bahwa aplikasi Horizon Worlds untuk perangkat seluler telah diunduh lebih dari 45 juta kali di seluruh dunia, mencakup platform iOS dan Android.

Khusus untuk tahun 2026, aplikasi ini telah mencatat lebih dari 1,5 juta unduhan. Angka ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 53% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, aplikasi Horizon Worlds hanya berhasil mengumpulkan sekitar 983.000 unduhan dalam periode yang setara.

Peningkatan unduhan yang signifikan ini menjadi indikator bahwa meskipun metaverse di VR menghadapi tantangan, adaptasi di ranah mobile tampaknya lebih menarik minat pengguna. Hal ini memperkuat keputusan Meta untuk lebih memprioritaskan pengembangan dan pemasaran Horizon Worlds melalui aplikasi mobile.

Dengan demikian, meskipun Meta sempat membuat gebrakan dengan rencana menghentikan Horizon Worlds di VR, perubahan pikiran ini menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan adaptasi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar dan teknologi. Fokus pada audiens yang lebih luas melalui platform mobile menjadi strategi baru yang diharapkan dapat membawa Horizon Worlds menuju kesuksesan yang lebih besar.

Masa depan metaverse memang masih penuh ketidakpastian, namun Meta tampaknya masih bertekad untuk terus berinovasi dan mencari jalur terbaik untuk mewujudkan visinya. Keputusan untuk mempertahankan Horizon Worlds di VR, sembari mengoptimalkan potensi di ranah mobile, adalah langkah strategis yang patut dicermati perkembangannya.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, seberapa jauh Meta dapat mempertahankan momentum positif di ranah mobile ini? Apakah Horizon Worlds akan mampu menjadi platform sosial virtual yang dominan, ataukah akan tetap menjadi sebuah proyek ambisius yang terus berjuang menemukan pijakan yang kokoh di tengah persaingan ketat di industri teknologi? Waktu yang akan menjawab, namun Meta jelas tidak menyerah begitu saja pada impian metaverse mereka.

Keberlanjutan Horizon Worlds di VR, ditambah dengan fokus yang lebih besar pada versi mobile, mencerminkan sebuah keseimbangan antara menjaga fondasi yang sudah ada dan merangkul potensi pertumbuhan di masa depan. Perubahan kebijakan ini bukan hanya sekadar membatalkan sebuah keputusan, tetapi juga menandakan evolusi dari visi metaverse Meta, yang kini lebih adaptif dan berorientasi pada pasar yang lebih luas.

Tinggalkan komentar


Related Post