Menjadi seorang yang mendalam dalam mempelajari serta memahami kebudayaan, J.J Hoenigman, seorang ahli sosiologi terkenal, telah menjelaskan bahwa ada tiga wujud atau bentuk budaya. Pengertian dan penjelasan dari ketiga wujud budaya tersebut penting bagi kita untuk lebih memahami cara kerja, fungsi, dan pengaruh budaya dalam masyarakat.
Pertama, Hoenigman mencatat bahwa ada apa yang disebut sebagai ‘budaya ideal’. Budaya ideal ini merujuk pada nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang dianggap ideal atau sempurna dalam suatu masyarakat. Hal ini seringkali menjadi tujuan atau harapan yang ingin dicapai oleh anggota masyarakat tersebut. Singkatnya, budaya ideal merupakan gambaran sempurna tentang cara hidup yang seharusnya diikuti oleh anggota masyarakat.
Kedua, ada ‘budaya nyata’. Berbeda dengan budaya ideal, budaya nyata adalah gambaran dari apa yang sebenarnya terjadi dalam suatu masyarakat. Ini mencakup sikap, perilaku, dan tindakan nyata yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Budaya nyata ini melibatkan kompromi antara apa yang dianggap ideal dengan kenyataan dan kebutuhan praktis dalam hidup sehari-hari.
Ketiga dan terakhir, Hoenigman berbicara tentang ‘budaya alternatif’. Budaya alternatif ini merujuk pada budaya yang berbeda atau alternatif dari budaya dominan yang ada dalam suatu masyarakat. Biasanya, budaya alternatif ini dapat ditemukan dalam kelompok-kelompok subkultur atau counter-culture yang menentang atau mempertanyakan norma dan nilai-nilai dominan dalam masyarakat.
Menurut Hoenigman, tiga wujud budaya ini saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain dalam suatu dinamika budaya. Pengertian ini membantu kita untuk lebih memahami kompleksitas budaya dan cara kerjanya dalam masyarakat. Dengan pemahaman tentang tiga wujud budaya ini, kita bisa lebih objektif dalam melihat dan menilai budaya kita sendiri maupun budaya lainnya.









Tinggalkan komentar