Longsor Cisarua: 20 Korban Ditemukan, Pencarian Meluas Pakai Alat Berat!

Kilas Rakyat

6 Februari 2026

2
Min Read

Upaya penanganan bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dimaksimalkan dengan berbagai langkah strategis. Tim gabungan bekerja tanpa lelah untuk mencari dan mengevakuasi korban serta memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru mengenai identifikasi korban. Hingga Senin, 26 Januari pukul 18.30 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor. Jenazah-jenazah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa proses identifikasi masih terus berlanjut. Sejauh ini, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi total 38 kantong jenazah yang kemudian dikirimkan ke pos DVI.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 kantong jenazah masih dalam tahap identifikasi. Proses ini dilakukan secara cermat dengan mencocokkan data antemortem (data korban sebelum meninggal) dan postmortem (data fisik korban setelah meninggal) untuk memastikan identitas setiap korban.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa, 27 Januari, sejak pukul 08.00 WIB. BNPB mengerahkan sembilan unit alat berat jenis ekskavator untuk memperluas area pencarian di sektor A dan sektor B. Wilayah ini diduga masih menyimpan korban yang tertimbun material longsoran.

Lebih dari 800 personel SAR gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan instansi terkait, diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi. Tantangan besar dihadapi tim di lapangan, meliputi medan yang berat dan ketebalan material longsor yang signifikan. Namun, mereka terus bekerja dengan memprioritaskan keselamatan dalam setiap tindakan.

Di tengah fokus pencarian korban, BNPB juga tidak melupakan kebutuhan warga yang terdampak bencana. Kondisi para pengungsi terus dipantau untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Saat ini, tercatat sebanyak 685 jiwa mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu. Rinciannya, 353 jiwa menempati gedung olahraga desa, sementara 332 jiwa lainnya bertempat di aula desa.

BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan tersebut mencakup paket sembako, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, matras, hingga paket alat kebersihan.

Bantuan ini diharapkan dapat menjaga kesehatan dan kenyamanan warga selama menjalani masa tanggap darurat bencana ini. Upaya pemulihan dan penanganan pascabencana akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Tinggalkan komentar


Related Post