Libur Lebaran, Menkomdigi Ajak Orang Tua Kurangi Gawai Anak

12 Maret 2026

3
Min Read

Libur Lebaran telah tiba, membawa berkah silaturahmi dan kebersamaan bagi jutaan keluarga di Indonesia. Namun, di tengah euforia mudik dan tradisi berkumpul, terselip sebuah imbauan penting dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Beliau mengajak seluruh orang tua untuk memanfaatkan momen sakral ini guna mempererat kembali interaksi langsung dengan buah hati, salah satunya dengan membatasi penggunaan gawai oleh anak-anak.

Di era digital yang serba terhubung ini, seringkali perangkat pintar justru menjadi dinding pemisah antar anggota keluarga. Meutya Hafid melihat momentum libur Lebaran sebagai kesempatan emas untuk kembali membangun dialog yang lebih mendalam dan bermakna. Ini bukan sekadar seruan, melainkan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia maya yang semakin kompleks.

Usai menghabiskan waktu bersama sanak saudara, kembali ke rutinitas seringkali diwarnai dengan kembalinya anak-anak pada layar gadget mereka. Imbauan Menkomdigi ini menjadi pengingat agar kehangatan momen kebersamaan tidak lantas memudar begitu saja. Tujuannya jelas, yaitu menumbuhkan kembali komunikasi yang sehat dan memperkuat ikatan emosional di dalam keluarga.

Menkomdigi Dorong Keluarga Lepas dari Gawai Saat Lebaran

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyerukan agar keluarga memanfaatkan momentum mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri untuk meningkatkan kualitas interaksi tatap muka. Salah satu cara efektif yang disarankan adalah dengan mengurangi penggunaan gawai, khususnya di kalangan anak-anak.

Meutya Hafid menekankan bahwa periode libur Lebaran merupakan waktu yang sangat berharga. Kesempatan ini ideal bagi keluarga untuk membangun jalinan komunikasi yang lebih intens. Hal ini menjadi krusial mengingat semakin meluasnya pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita gunakan waktu liburan dan perjalanan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya meluangkan waktu bersama keluarga tercinta. Penggunaan gawai sebaiknya dapat dimatikan sejenak atau setidaknya dikurangi," ujar Meutya Hafid. Pernyataan ini disampaikan saat beliau menghadiri acara pelepasan Tim Liputan Mudik SCTV di Jakarta Pusat pada hari Rabu, 11 Maret 2026.

Persiapan Kebijakan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Lebih lanjut, Meutya Hafid mengingatkan bahwa pemerintah saat ini tengah dalam tahap final persiapan implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini dijadwalkan akan mulai berlaku efektif pada tanggal 28 Maret 2026.

Oleh karena itu, beliau menilai sangatlah tepat jika para orang tua mulai membimbing anak-anak mereka untuk mengurangi ketergantungan pada media sosial sejak dini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif sebelum kebijakan tersebut resmi diterapkan.

"Khususnya bagi anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun, kita sedang menuju implementasi kebijakan yang akan efektif pada 28 Maret mendatang. Sejak sekarang, orang tua dapat mulai melatih anak-anak secara perlahan untuk mengurangi kebiasaan berselancar di media sosial, tentunya dengan pendampingan dan bimbingan yang tepat," jelas Meutya Hafid.

Landasan Kebijakan Perlindungan Anak Digital

Kebijakan perlindungan anak di ruang digital ini merupakan bagian integral dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025. Peraturan ini secara spesifik mengatur tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik yang berfokus pada perlindungan anak. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat jaring pengaman bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai risiko yang ada di dunia maya.

Meutya Hafid menyadari bahwa perubahan pola perilaku dalam pemanfaatan teknologi digital tidak dapat terjadi secara instan. Proses adaptasi membutuhkan waktu dan kesabaran. Oleh karena itu, peran serta keluarga menjadi sangat fundamental dalam menanamkan prinsip-prinsip komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.

"Mungkin saja libur Lebaran kali ini adalah momen yang sangat tepat untuk melakukan percakapan dari hati ke hati antara orang tua dan anak. Mari kita gunakan waktu ini untuk mulai mempersiapkan diri, baik secara individu maupun sebagai keluarga, dalam menghadapi lanskap digital yang terus berkembang," tutup Meutya Hafid. Imbauan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi terciptanya keluarga yang lebih harmonis dan anak-anak yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

Tinggalkan komentar


Related Post