Jakarta – Momen Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tatap muka, tetapi juga lonjakan aktivitas digital masyarakat di seluruh penjuru negeri. Operator seluler Telkomsel mencatat adanya peningkatan trafik data yang signifikan, mencapai rekor 70,4 petabyte pada puncak periode perayaan Lebaran 2026.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,4% dibandingkan hari normal. Tak hanya itu, trafik data saat Lebaran 2026 juga melonjak 4,5% dibandingkan puncak periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni RAFI 2025. Hal ini mengindikasikan betapa pentingnya layanan digital bagi masyarakat untuk berkomunikasi, mencari hiburan, dan menjalankan berbagai aktivitas selama libur panjang.
Pergerakan masyarakat antarwilayah menjadi salah satu faktor utama lonjakan trafik. Data internal Telkomsel menunjukkan bahwa puncak perpindahan pelanggan terjadi pada H+1 Idul Fitri, melibatkan total 10,9 juta pelanggan yang berpindah lokasi. Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menjadi destinasi favorit dengan menyerap 2,15 juta pelanggan, diikuti oleh Jawa Barat sebanyak 883 ribu pelanggan, dan Jawa Timur dengan 602 ribu pelanggan.
Infrastruktur Siaga Sambut Lonjakan Trafik
Menyikapi potensi lonjakan trafik ini, Telkomsel telah mempersiapkan infrastruktur jaringannya sejak awal bulan Ramadan. Perusahaan melakukan optimalisasi di berbagai titik strategis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas pelanggan. Pemantauan kualitas layanan secara real-time pun dilakukan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Langkah proaktif ini penting untuk memastikan pelanggan tetap dapat terhubung tanpa kendala, baik untuk keperluan komunikasi keluarga, navigasi selama perjalanan, maupun menikmati konten hiburan digital.
WhatsApp dan Game Online Pimpin Pertumbuhan Trafik
Analisis penggunaan aplikasi selama periode RAFI 2026 menunjukkan dominasi sejumlah platform populer. Secara nasional, aplikasi seperti TikTok, Facebook, WhatsApp, YouTube, dan Instagram menjadi penyumbang volume data terbesar. Di antara kelimanya, WhatsApp mencatatkan pertumbuhan trafik tertinggi, melonjak hingga 41,79% dibandingkan hari biasa.
Peningkatan trafik WhatsApp ini menegaskan perannya yang kian sentral dalam menjaga silaturahmi digital. Layanan pesan instan dan panggilan video menjadi primadona bagi masyarakat untuk tetap terhubung dengan kerabat dan keluarga, terutama bagi mereka yang tidak dapat merayakan Lebaran bersama.
Tak hanya komunikasi, sektor online gaming juga turut mendongkrak penggunaan data secara signifikan. Kategori ini mencatat kenaikan trafik sebesar 48,20% dibandingkan hari normal. Popularitas game-game seperti Roblox, Mobile Legends: Bang Bang, dan Free Fire menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, seiring banyak orang memanfaatkan waktu luang untuk bermain game bersama teman.
Selain WhatsApp, layanan komunikasi lain seperti Telegram juga mengalami peningkatan trafik sebesar 34,19%. Sementara itu, platform media sosial seperti X (sebelumnya Twitter), Facebook, dan Instagram mencatat pertumbuhan sebesar 16,28%.
Kategori hiburan video streaming, yang mencakup aplikasi seperti TikTok, YouTube, CapCut, hingga Netflix, juga menunjukkan peningkatan sebesar 12,23%. Bahkan, layanan e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada pun mengalami pertumbuhan trafik sebesar 3,01%, menunjukkan bahwa aktivitas belanja daring tetap ramai di tengah libur Lebaran.
Jawa Tengah dan DIY Paling Padat, Destinasi Wisata Dipadati Pengunjung
Jika dilihat dari sisi geografis, pertumbuhan trafik data tertinggi terjadi di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta Bali dan Nusa Tenggara, dengan peningkatan mencapai 24,18%. Wilayah Sumatra menyusul dengan kenaikan 17,56%, sementara kawasan Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan mencatat pertumbuhan 10,4%.
Wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, yang merupakan pusat aktivitas utama, mencatat kenaikan trafik sebesar 2,21%. Namun, lonjakan trafik paling dramatis terlihat di beberapa kota tujuan mudik. Pandeglang mencatat peningkatan trafik hingga 111,45%, disusul Magetan (111,4%), Kuningan (109,6%), Kebumen (102,35%), dan Wonogiri (95,41%).
Lonjakan aktivitas digital ini juga terasa di destinasi wisata populer. Kawasan wisata Puncak, misalnya, mencatat penggunaan data (payload) lebih dari 34,5 Terabyte (TB). Kota Batu juga tidak kalah ramai, dengan payload mencapai lebih dari 22,8 TB.
Teknologi Canggih Jaga Kualitas Jaringan
Untuk memastikan kualitas layanan tetap prima selama periode RAFI 2026, Telkomsel memperkuat infrastruktur di 495 titik prioritas. Titik-titik ini mencakup jalur mudik utama, pusat transportasi seperti stasiun dan bandara, kawasan wisata yang ramai dikunjungi, hingga area permukiman padat penduduk.
Penentuan lokasi-lokasi prioritas ini dilakukan berdasarkan analisis data yang mendalam dan pemodelan Machine Learning (ML). Selain itu, Telkomsel juga memanfaatkan teknologi Autonomous Network berbasis AI untuk menjaga stabilitas jaringan secara menyeluruh dari ujung ke ujung (end-to-end).
Hasilnya pun memuaskan. Selama periode RAFI 2026, hampir seluruh gangguan jaringan di titik prioritas berhasil ditangani dengan cepat. Tingkat penyelesaian gangguan mencapai 94,4%, sementara ketersediaan layanan secara keseluruhan mencapai 99,7%. Angka ini menunjukkan kesiapan Telkomsel dalam menghadapi lonjakan trafik dan menjaga konektivitas pelanggan.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan pelanggan tetap terhubung di momen-momen penting. “Ramadan dan Idulfitri adalah momen personal yang sangat berarti bagi banyak orang. Oleh karena itu, Telkomsel memastikan jaringannya dapat digunakan secara optimal oleh seluruh pelanggan kami,” ujarnya.
“Kami terus memantau performa layanan dan melakukan penguatan di titik-titik prioritas agar koneksi tetap stabil saat dibutuhkan. Baik untuk menjaga silaturahmi, kelancaran perjalanan, maupun aktivitas digital sehari-hari,” tutup Fahmi.









Tinggalkan komentar