Misi luar angkasa Artemis II dari NASA tidak hanya membawa empat astronaut untuk mengorbit bulan, tetapi juga dilengkapi dengan puluhan perangkat kamera berteknologi tinggi. Perjalanan ini menandai lompatan teknologi fotografi luar angkasa yang signifikan dibandingkan era Apollo.
Lebih dari lima dekade sejak manusia terakhir kali menginjakkan kaki di bulan, teknologi fotografi yang dibawa para penjelajah kini telah bertransformasi total. Jika para astronaut era Apollo mengandalkan kamera film yang berat dan sebagian harus ditinggalkan di permukaan bulan, kru Artemis II dipersenjatai dengan rangkaian perangkat digital modern yang canggih.
Pesawat Orion dalam misi ini membawa total 32 perangkat kamera. Sebanyak 15 kamera terpasang secara permanen pada badan pesawat, sementara 17 unit lainnya digunakan secara langsung oleh para astronaut (handheld). Ini merupakan pertama kalinya kamera digital dibawa dalam misi luar angkasa sejauh ini, sebuah fakta menarik yang dilaporkan oleh BBC.
Peralatan Fotografi Kelas Profesional
Untuk kebutuhan fotografi utama, para astronaut telah menjalani latihan intensif menggunakan kamera profesional Nikon D5. Meskipun mungkin terdengar unik membawa perangkat yang berusia sekitar sepuluh tahun untuk misi luar angkasa bernilai miliaran dolar, kamera ini memiliki rekam jejak yang terbukti.
Model D5 sebelumnya telah berhasil digunakan dalam misi luar angkasa. Keandalannya dalam menghadapi paparan radiasi tinggi dan kondisi tanpa gravitasi membuat para ahli yakin akan kemampuannya bertahan di lingkungan ekstrem luar angkasa.
Selain D5, NASA juga menyertakan kamera mirrorless yang lebih mutakhir, yaitu Nikon Z9. Kamera ini tidak hanya sekadar ikut terbang, melainkan dipersiapkan secara khusus untuk misi pendaratan di bulan dalam program Artemis III mendatang.
NASA bekerja sama dengan Nikon melalui perjanjian Space Act Agreement untuk memodifikasi Z9. Kamera mirrorless flagship ini didesain ulang agar tahan terhadap radiasi kosmik. Selain itu, firmware-nya dioptimalkan untuk penggunaan selama moonwalk pada misi Artemis III. Modifikasi penting lainnya adalah penambahan grip khusus agar mudah dioperasikan oleh astronaut yang mengenakan sarung tangan tebal.
Merekam Momen Epik dari Luar Angkasa
Tidak hanya kamera profesional, misi bersejarah ini juga mengandalkan kamera aksi GoPro Hero 11. Beberapa unit GoPro ini telah dimodifikasi khusus dan dipasang di bagian luar pesawat, tepatnya pada sayap panel surya. Penempatan strategis ini bertujuan untuk merekam pemandangan menakjubkan pesawat Orion dengan latar belakang Bumi dan Bulan.
Di dalam kabin pesawat, para astronaut akan menggunakan kamera serupa untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-hari mereka selama perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sekitar sepuluh hari. Seluruh rekaman ini nantinya akan diolah untuk proyek dokumenter National Geographic. Para kru bahkan menerima pelatihan khusus agar dapat merangkap tugas sebagai pembuat film dokumenter.
Melengkapi semua perangkat visual tersebut, Artemis II mencetak sejarah dengan menjadi salah satu misi pertama yang mengizinkan kru membawa ponsel pintar pribadi ke luar angkasa. Kehadiran perangkat seperti iPhone 17 Pro Max menambah dimensi baru dalam dokumentasi perjalanan luar angkasa.
Evolusi Dokumentasi Antariksa
Kombinasi perangkat canggih yang dibawa, mulai dari DSLR, mirrorless, GoPro, hingga ponsel pintar, diprediksi akan menjadikan penerbangan Artemis II sebagai perjalanan antariksa manusia yang paling banyak didokumentasikan dalam sejarah peradaban.
Sebagai perbandingan, seluruh misi Apollo yang berlangsung dari tahun 1969 hingga 1972 hanya menghasilkan sekitar 8.400 foto yang didokumentasikan menggunakan kamera film. Dengan kemajuan teknologi alat rekam digital yang dibawa awak Artemis II, jumlah gambar dan video yang dihasilkan dipastikan akan melampaui rekor puluhan tahun tersebut, memberikan gambaran yang lebih kaya dan detail tentang eksplorasi bulan.









Tinggalkan komentar