Kadin Latih Mitra MBG: Perkuat Gizi Anak Bangsa

Kilas Rakyat

15 Mei 2025

3
Min Read

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia gencar menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak-anak di Indonesia. Sehari setelah meresmikan Posko Satgas MBG, Kadin langsung memulai pelatihan perdana bagi calon mitra program ini.

Pelatihan yang diselenggarakan di Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia di Jakarta Selatan ini diikuti oleh 21 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 18 peserta mengikuti pelatihan secara daring, sementara 3 peserta lainnya mengikuti pelatihan secara langsung.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Kadin Indonesia, Kadin Indonesia Institute, dan Indonesia Food Security Review (IFSR). Tujuannya adalah untuk memperkuat komitmen dalam mendukung Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gotong Royong yang menargetkan 80 juta anak Indonesia.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan MBG

Pelatihan intensif selama lima hari ini dirancang untuk membekali para calon mitra dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam penyediaan makanan bergizi. Materi pelatihan mencakup pengelolaan usaha pangan yang berkelanjutan, keamanan pangan, serta aspek legalitas usaha.

Para peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber ahli, termasuk akademisi, praktisi gizi, dan pelaku industri pangan nasional. Hal ini menjamin kualitas dan relevansi materi yang disampaikan.

Kurikulum pelatihan yang komprehensif ini diharapkan dapat memastikan keseragaman standar dalam pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia. Dengan demikian, kualitas dan manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Peserta Pelatihan dan Harapan Kadin

Para peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk sektor pangan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keikutsertaan UMKM dalam program ini sangat penting untuk menjangkau masyarakat luas.

Salah satu peserta dari Lampung, Imam Zaky Nurhidayat, menyatakan bahwa pelatihan ini bukan hanya kesempatan belajar, tetapi juga panggilan untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia.

Kadin Indonesia berharap pelatihan ini akan menciptakan sinergi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berdaulat dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Materi Pelatihan yang Diberikan

Pelatihan MBG terbagi menjadi lima sesi, dengan fokus pada aspek penting dalam pengelolaan program. Sesi-sesi tersebut meliputi:

  • Proses kemitraan dan administrasi keuangan
  • Manajemen personalia
  • Manajemen konstruksi (jika relevan dengan infrastruktur program)
  • Rantai pasok dan praktik terbaik

Struktur pelatihan yang terorganisir ini memastikan para peserta memahami setiap aspek penting dari program, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Pendapat Para Pembicara

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan semangat gotong royong sebagai kunci keberhasilan program MBG. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif.

Kepala Satgas SPPG MBG Kadin Indonesia, Handojo Selamet Muljadi, menegaskan pentingnya peran mitra daerah dalam memastikan kualitas dan keseragaman program di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri, menyatakan bahwa pelatihan ini tidak hanya sebagai tempat belajar teknis, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun jaringan antar-pelaku usaha pangan guna menciptakan kolaborasi jangka panjang.

Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, I Dewa Made Agung Kertha Nugraha, menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam pelaksanaan program, serta membangun ekosistem pangan yang sehat dan adil.

Perwakilan IFSR, Glory Harimas Sihombing, menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dan penggunaan data dalam intervensi pangan untuk memastikan keberhasilan program MBG.

Kesimpulan

Pelatihan MBG yang diinisiasi Kadin Indonesia merupakan langkah strategis dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia. Dengan pelatihan yang komprehensif dan kolaborasi antar berbagai pihak, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi generasi muda Indonesia.

Program ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di sektor pangan.

Keberhasilan program MBG ini bergantung pada komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat. Semoga program ini dapat menjadi contoh bagi inisiatif serupa di masa mendatang.

Tinggalkan komentar


Related Post