Janice Tjen: Petenis Indonesia Cetak Sejarah di Grand Slam

Kilas Rakyat

23 Agustus 2025

3
Min Read

Janice Tjen: Sejarah Baru Tenis Putri Indonesia di US Open 2025

Nama Janice Tjen mendadak menjadi sorotan dunia tenis, khususnya Indonesia. Petenis kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002 ini berhasil menorehkan sejarah sebagai petenis tunggal putri Indonesia pertama yang menembus babak utama Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada US Open 2004. Kemenangannya di babak kualifikasi US Open 2025 atas unggulan ketiga, Aoi Ito dari Jepang, menjadi bukti nyata bakatnya yang luar biasa.

Pertandingan final kualifikasi yang berlangsung di hard court USTA Billie Jean King Tennis Center, Jumat (22/8), berakhir dengan skor meyakinkan 6-1, 6-2 untuk kemenangan Janice. Ia tampil dominan selama 49 menit, mencetak empat ace dan empat winner tanpa satupun unforced error. Kemenangan ini semakin istimewa karena Aoi Ito baru saja mengalahkan Jasmine Paolini (pemain nomor delapan dunia) dan Anastasia Pavlyuchenkova di dua ajang WTA 1000 di Montreal dan Cincinnati.

Kemenangan Janice ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk US Open sendiri. “Membuat sejarah bagi negara Indonesia. Janice Tjen menjadi petenis Indonesia pertama yang lolos ke babak utama Grand Slam sejak Angelique di US Open 2004,” demikian pernyataan resmi US Open. Prestasi ini menandai babak baru bagi tenis putri Indonesia, setelah sekian lama menunggu munculnya penerus berbakat.

Sebelum mencapai prestasi gemilang ini, Janice telah melewati perjalanan panjang dan penuh dedikasi. Sejak kecil, ia menunjukkan minat besar pada tenis. Gaya bermainnya yang khas, dengan backhand satu tangan, menjadi ciri khasnya di lapangan. Ia mengasah kemampuannya di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, sebelum melanjutkan pendidikan dan karier tenisnya di Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat, Janice melanjutkan pendidikannya dan bergabung dengan tim tenis Oregon Ducks (2020-2021), kemudian pindah ke Pepperdine University di California. Masa kuliahnya di Amerika Serikat diwarnai dengan prestasi gemilang. Ia mendapatkan penghargaan ITA All-American dan WCC Player of the Year. Puncaknya, ia menjadi runner-up di nomor ganda Kejuaraan NCAA tahun 2024.

Kiprah Janice di kancah internasional juga patut diacungi jempol. Pada Asian Games 2022 (diselenggarakan tahun 2023) di Hangzhou, Tiongkok, ia meraih medali perunggu bersama Aldila Sutjiadi di nomor ganda putri. Ia juga beberapa kali masuk tim Piala Fed Indonesia, mencatatkan dua kemenangan di nomor ganda dari empat pertandingan yang dijalaninya.

Pada tahun 2024, Janice mulai menapaki kesuksesan di berbagai turnamen ITF. Ia meraih gelar ITF pertamanya di W15 Monastir, bahkan meraihnya secara back-to-back selama dua minggu berturut-turut. Ia juga meraih gelar W35 pertamanya di Tauranga dan terus menorehkan prestasi hingga meraih gelar W50 Taizhou pada Juni 2025, gelar turnamen tertinggi yang pernah diraihnya.

Janice juga memenangkan lima gelar beruntun, termasuk W35 Taipei pada Juni 2025. Sebelum US Open 2025, ia mencapai final W75 Lexington dan final W100 Landisville. Meskipun kalah di perempat final ganda ITF W100 Evansville bersama Aldila Sutjiadi, hal itu tak mengurangi semangatnya.

Hingga Agustus 2025, Janice telah mengumpulkan 13 gelar juara tunggal dan 6 gelar ganda di ajang ITF. Kini, ia siap menghadapi tantangan baru di US Open 2025, berhadapan dengan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova dari Rusia, mantan pemain nomor 9 dunia pada 2022. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi petenis muda berbakat Indonesia ini, dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya yang gemilang.

Tinggalkan komentar


Related Post