IPhone Lipat Hadir dengan Multitasking, Namun Terbatas

15 Maret 2026

4
Min Read

Jakarta – Perangkat foldable atau layar lipat dari Apple, yang digadang-gadang akan bernama iPhone Fold atau iPhone Ultra, diprediksi akan meluncur pada musim gugur tahun ini. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa ponsel canggih ini akan mengusung fitur multitasking yang mirip dengan yang ada di iPad.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuka dan menjalankan dua aplikasi secara berdampingan pada layar yang lebih besar saat ponsel dalam kondisi terbuka. Ini merupakan langkah signifikan bagi lini iPhone, yang selama ini belum pernah menawarkan kemampuan menampilkan beberapa aplikasi sekaligus, kecuali melalui mode picture-in-picture yang memiliki banyak keterbatasan.

Kehadiran kemampuan multitasking ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pengguna, memungkinkan mereka beralih antar aplikasi atau menjalankan tugas ganda dengan lebih efisien. Namun, ada sebuah catatan penting yang perlu dicermati terkait implementasi fitur ini.

Multitasking ala iPad, Namun Bukan Sepenuhnya

Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, meskipun iPhone Fold akan menampilkan antarmuka yang mendukung dua aplikasi berdampingan, fungsionalitasnya akan tetap terbatas. Perangkat ini masih akan menjalankan sistem operasi iOS, bukan iPadOS.

Perbedaan mendasar ini berarti iPhone Fold tidak akan mampu menjalankan aplikasi yang dirancang khusus untuk iPad. Akibatnya, pengalaman multitasking di iPhone Fold akan lebih sederhana dibandingkan dengan sistem ‘windowing‘ ala desktop yang telah diperkenalkan di iPadOS 16.

Pengguna tidak akan menemukan fleksibilitas penuh dalam mengatur jendela aplikasi seperti pada tablet iPad. Hal ini menyiratkan bahwa Apple masih membedakan secara jelas antara pengalaman pengguna di ponsel dan tabletnya, bahkan pada perangkat layar lipat.

Inovasi Apple untuk Memaksimalkan Layar Besar

Meskipun demikian, Apple tidak tinggal diam. Perusahaan berencana untuk memanfaatkan layar utama iPhone Fold yang lebih besar dengan melakukan pembaruan pada aplikasi inti mereka. Salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah penambahan sidebar di sisi kiri layar.

Penambahan sidebar ini akan memberikan akses cepat ke berbagai fungsi atau informasi, mirip dengan yang sering ditemukan pada aplikasi desktop atau tablet. Selain itu, Apple juga akan membuka kesempatan bagi para pengembang untuk mengadaptasi aplikasi iPhone mereka agar memiliki tampilan dan fungsionalitas yang lebih mirip dengan aplikasi iPad.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih kaya dan fungsional bagi pengguna iPhone Fold, meskipun tetap berada dalam kerangka iOS. Para pengembang akan didorong untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan ruang layar yang lebih luas.

Tantangan dalam Pengembangan Layar Lipat

Selama proses pengembangan iPhone Fold, Apple dilaporkan menemukan dua tantangan utama yang kerap dihadapi oleh ponsel layar lipat saat ini. Tantangan tersebut adalah dimensi layar internal yang cenderung sempit dan adanya lipatan di bagian tengah layar yang masih terlihat.

Untuk mengatasi masalah lipatan yang mengganggu estetika dan pengalaman visual, Apple dikabarkan mengadopsi teknologi layar baru. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi visibilitas lipatan, meskipun tidak dapat menghilangkannya sepenuhnya.

Masalah kedua yang dihadapi Apple adalah terkait durabilitas engsel. Engsel pada ponsel layar lipat memegang peranan krusial dalam mekanisme buka-tutup layar. Apple berupaya keras untuk meningkatkan ketahanan engsel, agar perangkat dapat dibuka dan ditutup berkali-kali tanpa mengalami kerusakan.

Laporan dari Bloomberg pada Minggu, 15 Maret 2026, menggarisbawahi pentingnya aspek ketahanan ini bagi penerimaan pasar terhadap perangkat lipat.

Desain dan Keamanan Biometrik iPhone Fold

Dari sisi desain eksternal, iPhone Fold akan menampilkan layar yang dihiasi dengan punch-hole untuk menempatkan kamera depan. Namun, menariknya, sensor Face ID tidak akan disematkan pada panel eksternal ini.

Menurut Gurman, panel eksternal iPhone Fold terlalu tipis untuk mengakomodasi sensor Face ID. Oleh karena itu, sistem autentikasi biometrik akan digantikan dengan teknologi Touch ID, kemungkinan terintegrasi di dalam tombol daya atau layar.

Meskipun notch pada layar eksternal akan berbentuk lingkaran, berbeda dengan bentuk pil pada model iPhone lainnya, Gurman memastikan bahwa iPhone Fold tetap akan dilengkapi dengan Dynamic Island. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan pembaruan notifikasi dan informasi secara real-time dari berbagai aplikasi.

Prediksi Tampilan dan Harga

Secara visual, perangkat foldable ini diperkirakan akan menyerupai dua unit iPhone Air yang disandingkan berdampingan. Namun, pada bagian belakang, iPhone Fold akan dilengkapi dengan dua buah kamera.

Desain ini diharapkan memberikan pengalaman visual yang unik dan fungsionalitas ganda. Kombinasi layar yang dapat dilipat dengan antarmuka yang dioptimalkan untuk multitasking berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan ponsel mereka.

Mengenai harga, iPhone Fold diprediksi akan dibanderol dengan harga yang cukup premium, yaitu sekitar USD 2.000. Angka ini mencerminkan teknologi canggih dan inovasi yang ditawarkan oleh perangkat layar lipat pertama dari Apple.

Peluncuran iPhone Fold ini menjadi momen penting yang patut dinantikan oleh para penggemar teknologi, terutama bagi mereka yang tertarik dengan masa depan ponsel lipat dan inovasi Apple.

Tinggalkan komentar


Related Post