IOS 26.5 Beta Hadir dengan Peta Berbayar dan Pesan Lebih Aman

31 Maret 2026

4
Min Read

Apple baru saja meluncurkan versi beta pertama dari sistem operasi terbarunya, iOS 26.5, untuk para pengembang. Peluncuran ini dilakukan hanya seminggu setelah versi stabil iOS 26.4 dirilis ke publik. Pembaruan ini membawa beberapa fitur baru yang menarik perhatian, termasuk potensi monetisasi baru untuk Apple Maps dan peningkatan keamanan pada pesan RCS.

Bersamaan dengan iOS 26.5, Apple juga merilis versi beta untuk perangkat lain, yaitu iPadOS 26.5, tvOS 26.5, watchOS 26.5, visionOS 26.5, dan HomePod 26.5. Hal ini menandakan kesiapan Apple untuk menguji coba fitur-fitur baru di berbagai platformnya sebelum dirilis secara luas.

Fitur Unggulan iOS 26.5 Beta 1

Versi beta ini memperkenalkan sejumlah pembaruan yang patut dicermati oleh pengguna iPhone.

Iklan Mulai Menghiasi Apple Maps

Aplikasi peta Apple, Maps, kini akan menghadirkan fitur baru bernama “Suggested Places”. Fitur ini dirancang untuk memberikan rekomendasi lokasi yang relevan kepada pengguna. Rekomendasi tersebut didasarkan pada tempat-tempat yang sedang populer di sekitar lokasi pengguna, serta riwayat pencarian yang pernah dilakukan.

Lebih lanjut, Apple mulai mempersiapkan landasan untuk mengintegrasikan iklan di dalam aplikasi Maps. Bisnis dapat memanfaatkan fitur ini untuk membeli slot iklan yang akan muncul di hasil pencarian dan bagian “Suggested Places”. Iklan-iklan ini akan ditandai dengan label “Ad” yang jelas agar mudah dikenali oleh pengguna.

Rencananya, iklan-iklan ini akan mulai ditampilkan pada musim panas 2026. Penempatan iklan akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti perkiraan lokasi pengguna, kata kunci yang dicari, atau bahkan tampilan peta yang sedang dilihat. Hal ini menunjukkan upaya Apple untuk membuka sumber pendapatan baru dari salah satu aplikasi intinya.

Ilustrasi Iklan di Apple MapsIlustrasi tampilan iklan di Apple Maps. (Foto: MacRumors)

Enkripsi End-to-End untuk Pesan RCS

Apple kembali mengaktifkan fitur enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption/E2EE) untuk pesan RCS (Rich Communication Services) yang dikirim antara pengguna iPhone dan perangkat Android. Fitur ini sebelumnya sempat diuji dalam versi beta, namun belum sempat masuk dalam rilis final.

Pengguna dapat mengatur preferensi fitur ini melalui menu Pengaturan (Settings) > Pesan (Messages). Secara default, fitur E2EE untuk RCS akan diaktifkan. Dengan adanya enkripsi ini, percakapan RCS menjadi jauh lebih aman, karena hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca isinya. Pihak ketiga, termasuk Apple sekalipun, tidak dapat mengakses konten pesan tersebut.

Implementasi E2EE pada RCS merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan privasi komunikasi antarplatform. Hal ini menjawab kekhawatiran banyak pengguna mengenai keamanan pesan teks yang dikirimkan antar sistem operasi yang berbeda.

Interoperabilitas Perangkat Wearable di Uni Eropa

Dalam upaya mematuhi Digital Markets Act (DMA) yang berlaku di Uni Eropa, Apple tengah mengembangkan sejumlah fitur interoperabilitas. Fitur-fitur ini ditujukan untuk perangkat wearable pihak ketiga. Meskipun beberapa fitur ini telah diuji pada beta sebelumnya, iOS 26.5 membawa pembaruan terkait fitur berbagi Live Activity.

Tiga fitur utama yang sedang disiapkan Apple untuk perangkat wearable pihak ketiga di wilayah Uni Eropa meliputi:

  • Kemampuan aplikasi pihak ketiga untuk mengakses data kesehatan dari perangkat wearable.
  • Peningkatan dukungan untuk integrasi aplikasi ke dalam ekosistem Apple.
  • Berbagi informasi Live Activity dari aplikasi pihak ketiga ke perangkat Apple.

Langkah ini menunjukkan komitmen Apple untuk membuka ekosistemnya lebih luas di wilayah yang diatur oleh regulasi persaingan usaha yang ketat.

Perubahan dan Perbaikan Lainnya

Selain fitur-fitur utama di atas, iOS 26.5 beta 1 juga membawa berbagai perbaikan kecil yang meningkatkan stabilitas dan performa sistem. Di antaranya adalah patch keamanan penting untuk Kernel dan WebKit, yang bertujuan untuk melindungi pengguna dari kerentanan yang mungkin ada.

Apple juga telah memperbaiki masalah yang menyebabkan beberapa aplikasi mengalami crash. Perbaikan ini mencakup peningkatan pada konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi, yang seringkali menjadi sumber masalah bagi pengguna. Selain itu, optimalisasi pada tugas latar belakang (background task) dilakukan untuk mengurangi konsumsi daya baterai, sehingga dapat memperpanjang masa pakai perangkat.

Berdasarkan laporan dari beberapa penguji beta, performa sistem secara keseluruhan dilaporkan lebih stabil dan responsif setelah pembaruan ini. Hal ini menunjukkan bahwa Apple terus berupaya menyempurnakan pengalaman pengguna melalui pembaruan perangkat lunak yang berkelanjutan.

Prediksi Jadwal Rilis iOS 26.5 untuk Publik

Melihat pola rilis Apple sebelumnya, pembaruan iOS dengan versi x.5 biasanya diluncurkan ke publik pada bulan Mei. Oleh karena itu, sangat mungkin iOS 26.5 akan menjadi rilis terakhir yang membawa fitur-fitur baru yang signifikan sebelum Apple memperkenalkan generasi berikutnya, iOS 27, di acara Worldwide Developers Conference (WWDC) yang biasanya digelar pada bulan Juni.

Para pengembang yang terdaftar dapat mengunduh dan menguji iOS 26.5 beta melalui menu Pengaturan > Umum > Pembaruan Perangkat Lunak pada perangkat iPhone mereka. Namun, Apple sangat menyarankan agar pengguna tidak memasang versi beta ini pada perangkat utama yang digunakan sehari-hari.

Alasan utama saran ini adalah potensi bug yang belum teratasi dan risiko kehilangan data yang mungkin terjadi pada versi beta. Pengguna disarankan untuk menggunakan perangkat cadangan jika ingin mencoba fitur-fitur terbaru ini.

(afr)

Tinggalkan komentar


Related Post