Gempa Pacitan 5,7 SR Guncang, Ini Info BMKG Terbaru

Kilas Rakyat

6 Februari 2026

2
Min Read

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20.44 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa ini berada di darat, berjarak sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini merupakan gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng. Mekanisme sumber gempa mengindikasikan adanya pergerakan naik atau _thrust fault_.

Getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah dengan intensitas yang berbeda. Di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung, guncangan terasa cukup kuat dengan skala III-IV MMI.

Sementara itu, wilayah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar merasakan intensitas gempa sebesar III MMI.

Bahkan getaran gempa juga terasa hingga Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, dan Mojokerto dengan skala II-III MMI. Skala II MMI dirasakan di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi ini merupakan akibat dari aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Dr. Daryono dalam keterangan resminya.

Hingga kini, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Penting untuk dicatat bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang pasang.

“Hingga pukul 08.35 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” jelas Dr. Daryono.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Informasi resmi dan peringatan dini mengenai gempa bumi hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang sudah terverifikasi.

Tinggalkan komentar


Related Post