Epstein Sebut Bill Gates Pelit pada Kekasih

21 Maret 2026

6
Min Read

Terungkapnya korespondensi email antara predator seksual Jeffrey Epstein dan lingkaran Bill Gates memunculkan fakta mengejutkan. Dalam percakapan tersebut, Epstein melontarkan kekesalannya terhadap pendiri Microsoft itu, menyebut Gates sebagai sosok yang kikir, bahkan kepada wanita yang diduga memiliki hubungan spesial dengannya.

Email yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) mengungkap bahwa Epstein telah membiayai hidup Mila Antonova, seorang pemain bridge asal Rusia yang diduga merupakan selingkuhan Gates, selama tiga tahun. Epstein merasa gusar karena permintaannya untuk penggantian biaya alias "reimburse" dari Gates tidak direspons, bahkan terkesan diabaikan.

Peristiwa ini bermula pada 25 Juli 2017, ketika Epstein mengirimkan pesan kepada Boris Nikolic. Saat itu, Nikolic menjabat sebagai penasihat sains utama untuk Gates di Gates Foundation dan perusahaan investasinya, Bgc3. Epstein menyampaikan kekesalannya dengan nada sarkastik.

"Temanmu, Bill, sungguh aneh," tulis Epstein dalam emailnya, seperti dikutip dari Fortune. Ia melanjutkan, "Mantan kekasihnya. Tidak mampu membeli AC, tidak mampu bepergian untuk bermain bridge… cerita ini akan membuat Trump muncul di halaman depan. Orang terkaya di dunia itu sangat pelit, mantan gadis bridge dan mainannya, tinggal di sofa temannya. Luar biasa."

Staf Bill Gates, yang diidentifikasi sebagai Cohen, kemudian membalas email Epstein. Cohen menyatakan bahwa Gates akan segera memberikan persetujuan agar mereka dapat berkomunikasi. Namun, harapan Epstein untuk mendapat respons segera pupus.

Hingga 6 Agustus, Epstein kembali melayangkan pertanyaan melalui email. "Tidak ada pengakuan dari Bill??" tanyanya, menunjukkan ketidaksabarannya. Cohen membalas singkat, "Dia tidak dapat dijangkau untuk sementara waktu."

Keheningan komunikasi ini berlanjut hingga Desember 2017. Saat itulah Epstein mulai mengeluhkan potensi kehabisan dana. Cohen kembali berupaya membuka percakapan, namun Epstein menunjukkan tanda-tanda kejenuhan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirimkan email langsung kepada Bill Gates untuk menanyakan alasan mengapa belum ada persetujuan atau tawaran untuk mengembalikan dana yang telah ia keluarkan atas permintaan Gates.

Situasi semakin rumit pada April 2018. Mila Antonova kembali terlihat menginap di apartemen Epstein. Staf gedung apartemen mengirimkan email kepada asisten Epstein untuk mengonfirmasi kedatangan Antonova pada Kamis, 26 April. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 30 April, Epstein mengirimkan email kepada Cohen yang mengindikasikan perkembangan baru.

"Sekadar informasi (FYI), saya harus mengantar Mila ke New York selama seminggu. Saya tidak ada di sana. Bermain api," tulis Epstein dalam email tersebut. Pesan ini tampaknya menjadi pembuka dari serangkaian pengungkapan yang lebih luas mengenai hubungan dan transaksi keuangan yang melibatkan Epstein, Gates, dan Antonova.

Pihak pengacara Mila Antonova menyatakan bahwa kliennya tidak mengetahui dan tidak dapat berspekulasi mengenai komunikasi antara Epstein dan Cohen. Pengacara Antonova juga menekankan bahwa tidak ada dasar untuk meyakini bahwa Epstein menggunakan situasi keuangan tersebut sebagai alat untuk melawan Bill Gates. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa dari sisi Antonova, ia tidak terlibat atau mengetahui motif di balik komunikasi Epstein.

Konteks Hubungan dan Dana

Terungkapnya email ini menambah dimensi baru pada pandangan publik mengenai hubungan antara Jeffrey Epstein dan Bill Gates. Epstein, seorang tokoh yang kontroversial dan kini telah meninggal dunia akibat dugaan bunuh diri, dikenal memiliki jaringan luas di kalangan elit global. Ia juga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Bill Gates, sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan pendiri Microsoft, memiliki reputasi sebagai filantropis melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Namun, hubungannya dengan Epstein telah lama menjadi sorotan publik, terutama setelah Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks. Gates sendiri telah mengakui pertemuannya dengan Epstein, namun menyatakan penyesalan dan mengklarifikasi bahwa ia mengakhiri hubungan tersebut.

Dalam konteks email yang dirilis, klaim Epstein mengenai pembiayaan Antonova selama tiga tahun mengindikasikan adanya keterlibatan finansial yang signifikan. Permintaan "reimburse" yang tidak direspons dari Gates memicu kemarahan Epstein, yang kemudian ia ungkapkan dengan menyebut Gates sebagai orang yang "pelit".

Analisis Ungkapan Epstein

Ungkapan Epstein yang menyebut Gates "gila" dan "sangat pelit" perlu dipahami dalam konteks kemarahannya saat itu. Ia merasa telah mengeluarkan dana besar untuk Antonova atas permintaan implisit atau eksplisit dari Gates, namun tidak mendapatkan kompensasi yang diharapkan.

Istilah "mantan gadis bridge dan mainannya" yang digunakan Epstein untuk menggambarkan Antonova menunjukkan pandangan merendahkan terhadap wanita tersebut, sekaligus menggarisbawahi peranannya sebagai pihak yang dibiayai. Frasa "tinggal di sofa temannya" juga menyiratkan bahwa Antonova tidak memiliki tempat tinggal yang layak, dan Epstein merasa bertanggung jawab untuk menyediakan itu, sambil berharap diganti oleh Gates.

Kekhawatiran Epstein tentang "Trump muncul di halaman depan" kemungkinan merujuk pada potensi skandal yang bisa timbul jika cerita ini terungkap ke publik. Mengingat profil tinggi kedua tokoh yang terlibat, berita semacam itu pasti akan menarik perhatian media secara luas.

Peran Boris Nikolic

Boris Nikolic, sebagai kepala penasihat sains Gates, menjadi perantara penting dalam komunikasi ini. Keterlibatannya menunjukkan bahwa permintaan Epstein tidak hanya disampaikan kepada staf tingkat bawah, tetapi juga kepada individu yang memiliki kedekatan strategis dengan Gates.

Email balasan dari Cohen yang menyatakan Gates "tidak dapat dijangkau" bisa diinterpretasikan dalam beberapa cara. Bisa jadi Gates memang sedang sibuk dan tidak dapat merespons secara langsung, atau bisa juga itu adalah upaya untuk menunda atau menghindari konfrontasi langsung terkait permintaan Epstein.

Kronologi dan Pengaruh

Kronologi peristiwa, dari Juli 2017 hingga April 2018, menunjukkan bahwa isu ini berlarut-larut. Ketidaksabaran Epstein semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Permintaan "reimburse" yang tidak kunjung dipenuhi tampaknya menjadi titik kritis dalam hubungannya dengan Gates.

Ungkapan Epstein pada 30 April 2018, "Saya harus mengantar Mila ke New York selama seminggu. Saya tidak ada di sana. Bermain api," bisa diartikan sebagai pengingat bahwa ia masih terlibat dalam urusan yang berkaitan dengan Antonova dan Gates. Frasa "bermain api" mungkin menyiratkan risiko atau bahaya yang terlibat dalam situasi tersebut.

Dampak dari pengungkapan email ini terhadap reputasi Bill Gates tentu signifikan. Meskipun ia telah berulang kali mengklarifikasi hubungannya dengan Epstein, insiden ini kembali menghadirkan pertanyaan tentang kedekatan dan transaksi keuangan di masa lalu.

Pentingnya Keakuratan Data

Dalam penulisan berita seperti ini, integritas data sangat krusial. Tanggal, nama, kutipan, dan angka yang disebutkan dalam email harus disajikan secara akurat untuk membangun kredibilitas. Pengungkapan oleh Departemen Kehakiman memberikan dasar hukum dan otentisitas pada informasi yang beredar.

Kutipan langsung dari email Epstein, seperti "Temanmu, Bill, gila," memberikan warna dan emosi pada narasi, memungkinkan pembaca untuk merasakan langsung nada bicara dan kekesalan Epstein.

Kesimpulan Awal

Email yang dirilis oleh DoJ ini membuka tabir baru mengenai interaksi antara Jeffrey Epstein dan Bill Gates. Tuduhan Epstein bahwa Gates pelit kepada selingkuhannya, Mila Antonova, yang dibiayai oleh Epstein sendiri, menambah kompleksitas pada hubungan kontroversial antara kedua tokoh publik ini. Meskipun pengacara Antonova membantah keterlibatan kliennya dalam motif Epstein, pengungkapan ini tetap menimbulkan pertanyaan tentang etika dan transparansi dalam lingkaran orang-orang berpengaruh.

Tinggalkan komentar


Related Post