Dua Bulan Banjir Aceh Utara, Anak Tetap Sekolah Lewati Jalan Amblas

Kilas Rakyat

6 Februari 2026

2
Min Read

Dua bulan setelah banjir bandang menerjang Aceh Utara, warga masih merasakan dampak nyata di kehidupan sehari-hari. Kerusakan akses jalan yang belum sepenuhnya pulih memaksa masyarakat beradaptasi dengan keterbatasan. Situasi ini sangat dirasakan oleh anak-anak sekolah di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang.

Meskipun kegiatan belajar mengajar telah kembali normal, perjalanan menuju sekolah menjadi tantangan berat. Jalan utama desa yang rusak parah akibat banjir bandang pada 26 November 2025 menjadi penghalang utama. Kisah perjuangan para siswa ini diabadikan oleh relawan Aceh, Rully Xabian, dalam sebuah unggahan video.

Video tersebut menampilkan puluhan siswa berseragam SD dan SMP yang terhenti di depan jalan aspal yang terputus. Sebelumnya, warga memanfaatkan jalur alternatif melintasi sawah. Namun, akses sementara ini ditutup oleh pemilik sawah untuk mencegah kerusakan tanaman. Akibatnya, anak-anak terpaksa menempuh medan berbahaya, termasuk menuruni bekas aliran banjir yang curam dan licin.

Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas belajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para siswa. Seorang guru dalam video tersebut menyuarakan harapannya agar pemerintah daerah dan pihak terkait segera memperbaiki akses jalan.

“Sehingga anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman,” ujar sang guru, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi yang dihadapi para muridnya.

Sementara itu, upaya pemulihan terus dilakukan. Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Riseh dan Dusun Cot Calang kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja sama personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur bersama Polres Lhokseumawe.

Namun, tugas pemerintah daerah belum sepenuhnya selesai. Pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak banjir bandang masih dikebut. Ditargetkan, hunian tersebut dapat ditempati sebelum bulan Ramadan tahun 2026.

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 mengakibatkan ratusan korban jiwa dan puluhan ribu warga harus mengungsi. Hingga kini, proses pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat Aceh Utara masih terus berlangsung. Harapan terbesar masyarakat adalah agar akses pendidikan anak-anak tidak lagi terganggu oleh bencana alam.

Tinggalkan komentar


Related Post