Dideportasi Jepang, Manajer Kickboxing: Diperlakukan Bak Penjahat, Curhat Pilu.

Kilas Rakyat

12 Januari 2026

2
Min Read

Manajer tim kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di SEA Games Thailand 2025. Ia dipaksa meninggalkan Bangkok setelah mendapat tekanan dari WAKO Konfederasi Kickboxing Asia. Peristiwa ini mengungkap sisi kelam di balik gemerlapnya ajang olahraga internasional.

Rosi, yang seharusnya menjalankan tugas resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), justru menjadi pusat perhatian negatif. Tindakan WAKO Asia terhadapnya menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi dan keadilan dalam kompetisi.

Kronologi Penarikan Rosi Nurasjati

Awal Mula Persoalan

Kehadiran Rosi di sekitar arena pertandingan di Hotel Lasantel Suvarnabhumi, Bangkok, menjadi pemicu masalah. WAKO Asia mempersoalkan keberadaannya, mengklaim bahwa Rosi melanggar aturan yang berlaku.

Penekanan dan Ancaman

Rosi mengaku mendapat perlakuan yang berlebihan dan menekan. Ia dipaksa menandatangani surat pernyataan yang mewajibkannya meninggalkan Bangkok dalam batas waktu tertentu. Ancaman diskualifikasi bagi atlet kickboxing Indonesia juga dilontarkan jika Rosi menolak.

Keterlibatan Aparat Keamanan

Rosi menceritakan bagaimana ia diperlakukan seperti seorang penjahat. Ia mengaku didatangi oleh belasan polisi bersenjata lengkap yang membawa anjing pelacak. Bahkan, paspornya nyaris disita.

Rosi Nurasjati mengungkapkan bagaimana ia diperlakukan:

“Saya diperlakukan seperti penjahat. Ada belasan polisi bersenjata lengkap membawa anjing pelacak dan mobil patroli hendak menyergap saya dan membawa ke kantor polisi setempat,”

Dampak bagi Tim Indonesia

Tidak hanya Rosi, pelatih kickboxing Indonesia, Sadarmawati Icen Simbolon, juga terkena imbasnya. ID Card dan paspornya sempat hendak diambil oleh pihak WAKO Asia, yang tentu saja akan menghambatnya dalam mendampingi atlet.

Rosi menjelaskan bahwa ID Card pelatih baru akan dikembalikan jika dirinya bersedia meninggalkan Bangkok.

“Iya akan dikembalikan jika saya mengikuti deportasinya dari Presiden Wako Konfederasi Asia. Saya tersandera. Kalau enggak balik ke Jakarta maka Icen tidak bisa lagi mendampingi atlet,”

Dugaan Latar Belakang Permasalahan

Rosi menduga bahwa tindakan yang dialaminya terkait dengan tuduhan lama yang diarahkan kepadanya oleh WAKO Asia. Hal ini mengindikasikan adanya potensi masalah yang belum terselesaikan antara kedua belah pihak.

Kesimpulan Singkat

  • Manajer tim kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, dipaksa meninggalkan Bangkok oleh WAKO Asia saat SEA Games Thailand 2025.
  • Rosi mendapat tekanan dari aparat kepolisian Thailand bersama perwakilan WAKO Asia, bahkan paspornya hampir disita.
  • Tindakan tersebut diduga karena tuduhan lama terkait protes hasil pertandingan dan kewajiban iuran kepada WAKO Asia.

Tinggalkan komentar


Related Post