Daftar Wilayah Paling Rawan Diculik Alien di New York

30 Maret 2026

4
Min Read

Sebuah studi mengejutkan mengungkap daftar wilayah di Amerika Serikat yang memiliki potensi tertinggi menjadi lokasi penculikan oleh makhluk luar angkasa. New York, salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, secara mengejutkan masuk dalam peringkat teratas daftar ini.

Menurut peringkat tahunan yang dirilis oleh panduan perjudian Casino.ca, New York menduduki posisi ketiga sebagai negara bagian paling mungkin menjadi lokasi penculikan alien di Amerika Serikat. Peringkat ini dikeluarkan bertepatan dengan perayaan Hari Penculikan Alien Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Maret.

Peningkatan peringkat New York dari tahun sebelumnya mencerminkan peningkatan laporan penampakan objek terbang tak dikenal (UFO) yang signifikan. Sejak tahun 1974, tercatat sebanyak 8.314 laporan penampakan UFO di New York. Angka ini setara dengan satu laporan penampakan untuk setiap 1.003 penduduk, menunjukkan kemungkinan “diciduk alien” yang cukup tinggi bagi siapapun yang berada di sana.

New York Duduki Peringkat Tiga, Di Bawah Washington dan Delaware

New York berada di bawah dua negara bagian lain dalam daftar ini. Washington menduduki posisi kedua dengan 7.595 laporan penampakan UFO, atau satu laporan untuk setiap 977 penduduknya.

Sementara itu, Delaware dinobatkan sebagai negara bagian yang paling rentan terhadap penculikan alien, dengan satu laporan penampakan untuk setiap 928 penduduknya. Peringkat ini didasarkan pada data penampakan UFO yang dikumpulkan selama beberapa dekade.

Berikut adalah daftar 10 negara bagian di Amerika Serikat yang memiliki potensi paling tinggi menjadi lokasi penculikan alien, berdasarkan studi Casino.ca yang dikutip dari The Post:

  1. Delaware
  2. Washington
  3. New York
  4. (data lengkap untuk peringkat 4-10 tidak tersedia dalam sumber asli)

Penampakan Aneh dan Insiden yang Menggemparkan New York

Situs Casino.ca mencatat beberapa penampakan terbaru di New York yang menambah daftar keanehan. Laporan-laporan tersebut mencakup penampakan ‘benda putih berbentuk Tic-Tac di langit’ dan penampakan ‘bola perak yang terbang di atas kepala’.

Kejadian menarik lainnya terjadi di Corona, Queens, ketika tiga titik cahaya misterius terlihat melayang di atas area tersebut. Lokasi ini memiliki resonansi khusus dalam budaya populer, karena merupakan latar pertemuan klimaks dalam film fiksi ilmiah hit tahun 1997, ‘Men in Black’.

Salah satu penampakan paling terkenal dalam sejarah New York adalah ‘Arthur Kill Lights’ pada tahun 2001. Insiden ini melibatkan penampakan antara lima hingga 16 objek berbentuk oval berwarna oranye terang yang terbang dalam formasi ‘V’ di atas jalur air antara New Jersey dan Staten Island.

“Benda-benda itu sangat besar, dan hanya berada sekitar 1.000 kaki di atas permukaan tanah,” ujar Dennis Anderson, seorang mantan anggota Center for UFO Studies yang menyelidiki fenomena tersebut, kepada The Post.

Kasus Penculikan yang Diduga Terjadi di Brooklyn

Lebih dari sekadar penampakan, Anderson juga merujuk pada insiden yang diduga sebagai kasus penculikan alien. Ia menceritakan kejadian di Jembatan Brooklyn, di mana seorang wanita bernama Linda Napolitano diduga dibawa pergi oleh alien dari apartemennya di Lower Manhattan pada tahun 1989.

“Dia naik dalam seberkas cahaya dan ada tiga makhluk kecil dalam posisi seperti janin atau semacamnya yang naik di sekitarnya dan masuk ke dalam benda itu,” kenang Anderson. Insiden ini bahkan telah didokumentasikan dalam serial dokumenter Netflix pada tahun 2024.

Skeptisisme dan Penjelasan Ilmiah

Meskipun banyaknya laporan dan kesaksian, para pengamat fenomena udara tak dikenal (UAP) tetap menyarankan sikap skeptis. Ada kemungkinan banyak penampakan yang dilaporkan hanyalah salah identifikasi objek atau fenomena yang umum.

“Mungkin 99% dari apa yang mereka katakan mereka lihat di New York sebagai UFO hanyalah seseorang yang tidak tahu apa yang mereka lihat,” ungkap mantan kepala Planetarium Wagner College di Staten Island.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang mungkin melihat sesuatu yang tidak mereka kenali di langit karena kurangnya kebiasaan mengamati langit malam. Selain itu, polusi cahaya di perkotaan seperti New York dapat mempersulit identifikasi objek di angkasa.

Anderson menambahkan bahwa minimnya pengetahuan tentang astronomi di kalangan penduduk perkotaan menjadi faktor lain. Karena tidak terbiasa melihat langit, mereka cenderung melaporkan setiap objek tak dikenal sebagai sesuatu yang aneh atau luar biasa.

Sebagai kontras, Anderson membandingkannya dengan daerah seperti Midwest, di mana orang-orang lebih akrab dengan alam dan langit malam. Mereka yang terbiasa mengamati bintang cenderung tidak menganggap hal-hal aneh di langit sebagai sesuatu yang luar biasa.

Tinggalkan komentar


Related Post