Bos Senjata Jerman Ejek Drone Ukraina, Picu Kemarahan Publik

31 Maret 2026

4
Min Read

JAKARTA – Pernyataan kontroversial dari CEO raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall, Armin Papperger, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Papperger meremehkan teknologi drone buatan Ukraina, menyebutnya tidak memiliki inovasi sejati dan menyamakannya dengan “mainan Lego” atau hasil rakitan “ibu-ibu rumah tangga”. Komentar ini, yang disampaikan dalam wawancara dengan The Atlantic, langsung memicu reaksi tajam dari pejabat Ukraina dan publik.

Drone Ukraina telah menjadi komponen krusial dalam upaya pertahanan negara tersebut melawan invasi Rusia. Kemampuannya dalam menghancurkan kendaraan lapis baja musuh dan melakukan serangan strategis telah membuktikan efektivitasnya di medan perang. Namun, Papperger justru menganggap remeh pencapaian ini.

Ia membandingkan inovasi drone Ukraina dengan aktivitas bermain balok susun, menyatakan bahwa tidak ada terobosan teknologi signifikan yang terlihat. “Mereka menciptakan inovasi dengan drone kecil dan berkata, ‘Wow!’-dan itu bagus. Namun, itu bukanlah teknologi sekelas Lockheed Martin, General Dynamics, atau Rheinmetall,” ujarnya, menyiratkan jurang pemisah antara teknologi Ukraina dan produsen senjata global ternama.

Perbandingan yang Menghina

Papperger bahkan lebih jauh merendahkan para produsen drone Ukraina. Ketika ditanya mengenai produsen terbesar, nama-nama seperti Fire Point dan Skyfall disebutkan. Respons Papperger sangat mengejutkan: “Mereka adalah ibu-ibu rumah tangga Ukraina. Mereka memiliki printer 3D di dapur dan membuat suku cadang drone. Itu bukanlah sebuah inovasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia memprediksi bahwa drone buatan Ukraina tidak akan mampu menembus pasar negara-negara NATO. Alasannya, menurut Papperger, adalah persyaratan regulasi dan hambatan perizinan yang ketat akan menghalangi penjualan semacam itu. Prediksi ini seolah menutupi potensi pengembangan mandiri Ukraina dalam industri pertahanan.

Respons Cepat dan Tegas dari Ukraina

Pernyataan Papperger tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Alexander Kamyshin, seorang penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, memberikan respons yang tegas. Dalam sebuah kunjungan ke pabrik senjata, Kamyshin menyoroti peran perempuan Ukraina yang bekerja setara dengan laki-laki di garis depan produksi militer. “Mereka adalah ibu rumah tangga hebat, namun harus bekerja keras di pabrik militer,” tegasnya, menekankan bahwa perempuan-perempuan tersebut pantas mendapatkan rasa hormat yang tinggi.

Komentar Papperger justru memicu gelombang solidaritas di media sosial Ukraina. Tagar #MadeByHousewives menjadi trending, di mana para pengguna membalas ejekan CEO Rheinmetall dengan berbagai lelucon dan meme yang justru menyoroti efektivitas drone Ukraina serta kemampuan negara itu dalam mengembangkan sistem pertahanan anti-drone.

Upaya Klarifikasi Rheinmetall

Menyadari dampak negatif dan kemarahan publik yang muncul, pihak Rheinmetall berusaha meredakan situasi. Perusahaan tersebut menandai akun Alexander Kamyshin di platform X (sebelumnya Twitter) untuk memberikan klarifikasi. Dalam pernyataannya, Rheinmetall menyatakan rasa hormat yang mendalam atas upaya luar biasa rakyat Ukraina dalam mempertahankan diri.

“Kami sangat menghormati upaya luar biasa rakyat Ukraina dalam membela diri. Setiap wanita dan pria di Ukraina memberikan kontribusi yang tak terukur. Merupakan suatu kehormatan bagi Ukraina bahwa mereka berjuang sangat efektif bahkan dengan sumber daya terbatas,” tulis Rheinmetall, berusaha menunjukkan apresiasi atas ketahanan Ukraina.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Ukraina

Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, turut menanggapi pernyataan Rheinmetall melalui platform X. Ia menegaskan bahwa rakyat Ukraina tidak hanya pantas mendapatkan rasa hormat, tetapi juga suara mereka harus didengarkan dan pengalaman mereka dipelajari. “Ya, pertahanan Eropa ditenagai ‘ibu-ibu rumah tangga’ Ukraina,” tulisnya, sambil menyematkan tagar #MadeByHousewives, menunjukkan kebanggaan atas kontribusi rakyatnya.

Pemerintah Ukraina secara konsisten menekankan peran vital drone dalam strategi pertahanan mereka. Presiden Zelenskyy sendiri mengungkapkan bahwa lebih dari 80% target musuh di medan perang berhasil dihancurkan menggunakan drone, dengan sebagian besar di antaranya diproduksi secara domestik. Angka ini menunjukkan betapa sentralnya teknologi drone bagi keberhasilan militer Ukraina.

Inovasi Drone Ukraina yang Mendunia

Ukraina telah mengembangkan berbagai jenis sistem drone yang canggih. Ini termasuk drone pengebom berat seperti “Vampire”, drone laut yang terbukti sangat efektif dalam melumpuhkan aset penting Armada Laut Hitam Rusia, serta drone pencegat yang dirancang khusus untuk menghadapi dan menetralkan drone-drone Rusia.

Pengalaman Ukraina yang mendalam dalam peperangan berbasis drone tidak luput dari perhatian internasional. Presiden Zelenskyy melaporkan bahwa setidaknya 11 negara, termasuk kekuatan besar seperti Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, dan negara-negara Teluk, telah mendekati Ukraina untuk meminta bantuan dan berbagi pengetahuan dalam menangkal ancaman drone.

Keberhasilan Ukraina dalam mengembangkan dan mengoperasikan drone secara efektif, bahkan dengan sumber daya yang mungkin terbatas dibandingkan dengan negara-negara produsen senjata besar, menjadi bukti nyata dari inovasi dan ketangguhan bangsa tersebut. Pernyataan Papperger justru menyoroti bagaimana semangat juang dan kecerdikan dapat menghasilkan solusi teknologi yang mengagumkan di tengah situasi yang paling sulit sekalipun.

Tinggalkan komentar


Related Post