Bank Mandiri Berdayakan Petani Kebumen, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Kilas Rakyat

14 Agustus 2025

3
Min Read

Bank Mandiri, melalui program Kewirausahaan Petani, berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan petani dan memperkuat sistem pertanian secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan, tetapi juga mengadopsi teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari komitmen ini, Bank Mandiri, berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan program Tanam Bersama Pembinaan Petani Kebumen. Pilot project ini melibatkan 30 petani di Desa Gondanglegi, Kabupaten Kebumen, dengan fokus pada peningkatan mutu dan efisiensi produksi beras premium serta praktik pertanian berkelanjutan.

Program ini mencakup pendampingan intensif selama masa pra tanam, tanam, dan panen (MT 3 tahun 2025). Senior Vice President Government Project Bank Mandiri, Hendrianto Setiawan, menjelaskan, “Sinergi dengan UGM akan memberikan pembinaan kepada petani selama siklus penanaman.” Inovasi teknologi yang diimplementasikan meliputi penggunaan varietas padi unggul Gamagora 7, metode irigasi hemat air AWD (Alternate Wetting and Drying), dan pemanfaatan biochar untuk memperbaiki kualitas tanah.

Selain itu, program ini juga menerapkan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan memanfaatkan agensi hayati untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Hendrianto menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan dan memperkuat posisi petani dalam rantai pasok. Ia menambahkan, “Langkah strategis ini merupakan komitmen Bank Mandiri untuk menjadi bagian dari solusi menuju kemandirian pangan Indonesia.”

Program ini selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan visi Presiden dan semangat HUT Ke-80 Kemerdekaan RI. Bahkan, sebelum masa tanam, Bank Mandiri telah memberikan pelatihan pembuatan booster pengembangan bacillus, AWD, dan pupuk organik biochar kepada para petani di bulan Juli 2025.

Setelah panen, gabah akan diserap langsung oleh PT Mitra Desa Kebumen (MDK), pengelola Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Kebumen. SPBT Kebumen, hasil kolaborasi TJSL Bank Mandiri dan Pertamina yang dibangun sejak 2021, memungkinkan penyerapan gabah langsung dari petani, meningkatkan efisiensi distribusi, dan nilai jual hasil panen.

Dengan integrasi teknologi modern dan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, Bank Mandiri meyakini bahwa pertanian yang inovatif dan terintegrasi akan menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Hendrianto menambahkan, “Melalui pembinaan petani ini, Bank Mandiri menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui sinergi antara dunia usaha, akademisi, pemerintah daerah, dan petani.”

Lebih jauh lagi, keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia. Bank Mandiri berencana untuk memperluas jangkauan program Kewirausahaan Petani ini, dengan melibatkan lebih banyak petani dan mengadaptasi strategi yang sesuai dengan kondisi lokal masing-masing daerah. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang Bank Mandiri dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia dan pencapaian kemandirian pangan. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti nyata kontribusi sektor perbankan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Tinggalkan komentar


Related Post