Banjir Lumpuhkan Komunikasi, Satelit BRIsat Buka Akses Layanan BRI Tanpa Hambatan.

Kilas Rakyat

17 Januari 2026

3
Min Read

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur vital, termasuk jaringan komunikasi seluler dan kabel fiber optik yang terputus di banyak titik. Kondisi ini tentu saja menyulitkan berbagai aktivitas, terutama yang berkaitan dengan akses keuangan dan informasi.

Namun, di tengah lumpuhnya berbagai akses komunikasi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membuktikan ketangguhannya. Seluruh layanan penting BRI dipastikan tetap berjalan lancar berkat penerapan Business Continuity Management (BCM) yang komprehensif dan dukungan penuh dari satelit milik sendiri, BRIsat.

BCM dan Peran Vital BRIsat dalam Penanganan Bencana

Dengan fokus tinggi terhadap penanganan bencana, BRI mengimplementasikan protokol manajemen kelangsungan usaha yang terstruktur. Tujuannya adalah untuk menjaga rantai layanan tetap aktif, terutama bagi masyarakat yang sangat membutuhkan akses keuangan selama situasi darurat ini.

Salah satu bukti nyata kekuatan infrastruktur digital BRI terlihat dari tetap berfungsinya Kantor Cabang BRI Sibolga. Kantor cabang ini menjadi titik vital dalam koordinasi dan pemberian layanan selama banjir bandang terjadi.

Koneksi satelit melalui BRIsat memungkinkan kantor cabang ini tetap terhubung dengan kantor wilayah dan pusat, meskipun jaringan komunikasi terestrial mengalami kelumpuhan total.

Berbekal konektivitas satelit yang handal, kantor cabang BRI Sibolga mampu melakukan beberapa hal krusial:
* Koordinasi cepat dengan posko pusat dan pemerintah daerah.
* Pelayanan penarikan tunai bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat.
* Penyaluran bantuan kepada korban bencana.
Penyampaian informasi kondisi lapangan secara real-time*.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, menegaskan bahwa keandalan BRIsat dalam kondisi ekstrem seperti bencana alam adalah bukti solid kesiapan teknologi BRI untuk menjaga konektivitas nasional.

Menurut Mucharom, satelit milik BRI merupakan fondasi vital yang memastikan layanan perbankan tetap berjalan tanpa gangguan, meskipun infrastruktur komunikasi darat mengalami kerusakan akibat bencana.

“BRIsat dirancang khusus untuk mengamankan jaringan BRI kapan pun dan di mana pun, termasuk saat situasi darurat,” ujar Mucharom.

Ia menambahkan, “Ketika jaringan komunikasi umum tidak berfungsi, sistem satelit memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan.”

Mucharom menekankan bahwa BRIsat menjadi simbol ketangguhan digital BRI dalam memperluas inklusi keuangan, menjaga keberlanjutan layanan, dan memperkuat peran BRI sebagai penggerak ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia.

Keberhasilan BRIsat dalam menjaga konektivitas di wilayah yang terdampak banjir ini menunjukkan kesiapan BRI dalam menghadapi tantangan berat di berbagai medan. Dengan jaringan yang sangat luas, mencakup lebih dari 7.000 unit kerja di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses keuangan yang andal, cepat, dan inklusif.

Dalam implementasi BCM, BRI memiliki prosedur terstruktur yang langsung diaktifkan saat kondisi darurat. Business Continuity Plan (BCP) diterapkan di unit kerja yang terdampak atau wilayah yang mengalami kendala jaringan. Integrasi antara BCP dan sistem komunikasi satelit memungkinkan koordinasi serta transaksi penting tetap berjalan, sehingga layanan BRI terus hadir bagi masyarakat meskipun jalur komunikasi utama terputus.

Kepedulian BRI Melalui Program CSR BRI Peduli

Selain menjaga kesinambungan layanan, BRI juga menunjukkan kepeduliannya yang mendalam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli. Tim BRI bergerak cepat menyalurkan bantuan ke berbagai daerah terdampak banjir di Sumatera.

BRI menyalurkan ribuan paket bantuan yang terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, seperti makanan cepat saji, air mineral, sembako, hingga obat-obatan.

Bantuan tersebut disalurkan melalui unit kerja BRI terdekat dan diberikan langsung kepada warga di beberapa desa di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu Desa Sialang, Desa Silaiya, Desa Bange, dan Desa Sipange.

Tak hanya itu, BRI Peduli juga sigap mengirimkan perahu karet beserta pelampung melalui Posko Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.

Ribuan paket makanan cepat saji juga dibagikan kepada warga terdampak di wilayah Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Tim Satuan Tanggap Bencana ‘Elang Relawan BRI’ bersama para pekerja BRI di lapangan memastikan bantuan diterima masyarakat secepat mungkin, meskipun akses menuju lokasi tidak mudah akibat kondisi banjir yang parah.

Tinggalkan komentar


Related Post