KILASRAKYAT.COM – Berikut informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari ini, Jumat, 5 Mei 2023.
Dikutip dari bmkg.go.id, cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Menurut laporan dari BMKG, cuaca ekstrem terjadi di 33 wilayah di Indonesia.
Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali terjadi hujan disertai kilat dan angin kencang.
Sedangkan di 31 wilayah lainnya akan mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga dipengaruhi oleh adanya bibit siklon tropis.
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan kilat/petir dan angin kencang:
– Bali
– Nusa Tenggara Barat
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
– Aceh
– Sumatera Utara
– Sumatera Barat
– Riau
– Kep. Riau
– Bengkulu
– Jambi
– Sumatera Selatan
– Kep. Bangka Belitung
– Lampung
– Banten
– Jawa Barat
– DKI Jakarta
– Jawa Tengah
– Yogyakarta
– Jawa Timur
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Utara
– Kalimantan Timur
– Kalimantan Selatan
– Sulawesi Utara
– Gorontalo
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Barat
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Maluku Utara
– Maluku
– Papua Barat
– Papua
Bibit siklon tropis 93W terpantau berada di Laut Sulu, Filipina dengan kecepatan angin maksimum 20 knot, tekanan udara minimum 1008.6 mb.
Bibit siklon ini bergerak perlahan ke arah Barat-Barat Laut dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Menengah.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Kalimantan Utara hingga Laut Sulawesi dan dari Filipina hingga Laut Cina Selatan yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sistem bibit siklon tersebut.
Bibit siklon tropis 95W terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara minimum 1006.7 mb.
Bibit siklon ini bergerak perlahan ke arah Barat Laut dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Samudera Pasfik Timur Laut Papua yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sistem bibit siklon tersebut.









Tinggalkan komentar