Hijrah atau perpindahan merupakan elemen penting dalam sejarah Islam. Dalam dini sejarah Islam, umat Muslim melakukan dua kali hijrah ke Habasyah (sekarang disebut Ethiopia) sebelum hijrah besar ke Madinah. Kedua peristiwa hijrah ini dilakukan dengan satu alasan penting, yaitu mencari perlindungan dari penindasan oleh kaum Quraisy di Mekah.
Hijrah ke Habasyah tahap pertama diketuai oleh Utsman bin Affan dan istrinya Ruqayyah, putri Nabi Muhammad SAW. Namun kini, pertanyaannya adalah siapa yang memimpin hijrah ke Habasyah tahap kedua, dan apa sejarah dibaliknya?.
Ja’far bin Abi Talib: Pemimpin Hijrah Kedua ke Habasyah
Pemimpin dari hijrah ke Habasyah pada tahap kedua adalah Ja’far bin Abi Talib, saudara Ali bin Abi Talib. Pada tahun 615 M, Ja’far bin Abi Talib memimpin sekelompok 83 laki-laki dan 18 perempuan Muslim menuju Habasyah. Hijrah ini mewakili kontribusi signifikan bagi penyebaran Islam dan bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kebebasan beragama kepada umat Muslim.
Kenapa Hijrah ke Habasyah?
Pilihan Habasyah sebagai tujuan hijrah bukanlah tanpa sebab. Negara ini dipilih karena dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana, yaitu Raja Negus (atau Ashama ibn Abjar). Raja Negus dikenal akan kebijakannya yang toleran terhadap berbagai agama. Hal ini membuat Habasyah menjadi tempat yang ideal bagi umat Muslim untuk mencari perlindungan dari kekerasan dan penindasan kaum Quraisy.
Dampak Hijrah ke Habasyah
Hijrah ke Habasyah memiliki dampak yang signifikan bagi perjalanan sejarah Islam. Ini menjadi jembatan bagi umat Muslim untuk berkembang dan membawa agama Islam ke berbagai penjuru dunia. Hijrah tersebut juga mempertegas bahwa umat Muslim akan melakukan apa saja, termasuk meninggalkan rumah dan tanah air mereka, demi mempertahankan iman dan keyakinan mereka.
Pemimpinnya, Ja’far bin Abi Talib, tidak hanya memimpin hijrah ini tetapi juga memainkan peran besar dalam mendirikan dan memperkuat komunitas Muslim di Habasyah. Dengan kepemimpinan dan dedikasinya, Ja’far bin Abi Talib telah menunjukkan hikmah dan ketabahan yang juga menjadi sumber inspirasi bagi umat Muslim hingga saat ini.
Dengan demikian, cerita dari hijrah ke Habasyah pada tahap kedua ini adalah cerminan dari perjuangan, pengorbanan, dan keberanian umat Muslim dalam menjaga serta menebar cahaya ajaran Islam.









Tinggalkan komentar