India Landa Gelombang Panas Ekstrem, 50 Kota Terpanas Dunia Terpusat di Sana

13 Mei 2026

4
Min Read

Jakarta – Sebuah fenomena cuaca yang belum pernah terjadi sebelumnya menggemparkan dunia pada akhir April lalu. Data dari platform pemantauan kualitas udara, AQI, mengungkapkan fakta mengejutkan: seluruh 50 kota terpanas di dunia saat itu berlokasi di India.

Kejadian langka ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan ilmuwan. “Tidak ada preseden modern untuk kejadian ini. Ini bukan bulan April normal. Dan ini menuntut evaluasi serius yang berlandaskan data,” ujar pihak AQI, sebagaimana dikutip dari CNN. Peringkat suhu yang dirilis AQI tidak hanya mempertimbangkan suhu puncak pada siang hari, tetapi juga suhu terdingin di malam hari, serta faktor lain seperti curah hujan, kecepatan angin, dan kelembapan.

Pada tanggal 27 April, suhu rata-rata puncak di 50 kota India yang masuk dalam daftar tersebut tercatat mencapai 44,7 derajat Celsius. Fenomena ini jauh melampaui suhu ekstrem yang biasa terjadi pada bulan April.

Banda, Kota Terik di Jantung India

Kota Banda, yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, menduduki posisi teratas dalam daftar kota terpanas versi AQI. Wilayah ini dikenal memiliki iklim subtropis yang keras, dengan musim panas yang seringkali sangat ekstrem.

Bahkan sebelum puncak musim panas biasanya tiba, suhu di Banda sudah melonjak drastis. Pada 27 April, suhu di kota ini mencapai 46,2 derajat Celsius. Angka ini merupakan suhu tertinggi yang tercatat di seluruh dunia pada hari itu. Meskipun demikian, suhu terdingin di Banda pada dini hari tersebut masih berada di kisaran 34,7 derajat Celsius, menunjukkan perbedaan suhu yang signifikan dalam satu hari.

Rekor Suhu April Pecah

Maximiliano Herrera, seorang ahli iklim dan sejarawan cuaca, menyatakan bahwa gelombang panas ekstrem yang melanda India pada paruh kedua bulan April lalu termasuk yang paling parah, jika bukan yang terparah, untuk bulan April dalam catatan sejarah. April biasanya bukanlah bulan terpanas sepanjang tahun di India.

Hererra menambahkan bahwa puluhan, bahkan mungkin ratusan, rekor suhu panas untuk bulan April telah terpecahkan akibat fenomena ini. Meskipun data satu hari saja tidak bisa serta merta menunjukkan sebuah tren jangka panjang, fenomena ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang peningkatan intensitas panas di India.

Krisis Iklim Picu Pemanasan Global

Peningkatan suhu panas yang semakin intens di India tidak lepas dari dampak krisis iklim global. Para ilmuwan memperkirakan bahwa musim panas di India akan menjadi semakin panas dan datang lebih awal dari biasanya.

Tahun lalu, gelombang panas sudah menyengat beberapa wilayah India sejak bulan April. Suhu melonjak di atas 37,8 derajat Celsius, bahkan ada area yang mengalami kenaikan suhu hingga 2,8 derajat Celsius di atas rata-rata musiman.

Peringatan dari para pakar semakin mengerikan. Mereka memprediksi bahwa suhu panas di India bisa mencapai titik yang melampaui batas kemampuan bertahan hidup bagi manusia sehat pada tahun 2050 jika tren ini terus berlanjut. Panas ekstrem merupakan salah satu jenis cuaca mematikan yang paling berdampak.

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Luas

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan para pekerja luar ruangan menjadi yang paling terdampak oleh gelombang panas ekstrem ini. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kesehatan manusia, tetapi juga merambah sektor ekonomi dan pertanian.

Ancaman terhadap pertanian dan produksi pangan menjadi nyata. Selain itu, panas ekstrem juga memberikan tekanan besar pada perekonomian India, serta sistem perawatan kesehatan negara tersebut yang harus bersiap menghadapi peningkatan kasus penyakit terkait panas.

Beban Ganda: Krisis Energi dan El Nino

Gelombang panas tahun ini terjadi bersamaan dengan berbagai tantangan lain yang dihadapi India. Salah satunya adalah dampak perang di Iran yang mengganggu pasokan minyak global. Hal ini menyebabkan India mengalami kekurangan bahan bakar, ironisnya, di saat kebutuhan energi untuk pendingin justru melonjak drastis.

Kekhawatiran akan datangnya musim panas yang lebih menyengat di masa depan semakin mengemuka. Departemen Meteorologi India telah mengeluarkan peringatan bahwa beberapa wilayah di negara tersebut berpotensi menghadapi suhu musim panas di atas rata-rata.

Selain itu, prediksi kedatangan fenomena El Nino juga menjadi pertanda buruk bagi musim hujan di India. Departemen Meteorologi India memperkirakan curah hujan akan berada di bawah rata-rata. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius bagi sektor pertanian, ketersediaan air di waduk, serta cadangan air tanah di akuifer yang menjadi sumber air minum.

Sejarah mencatat bahwa fenomena El Nino sebelumnya telah mengakibatkan curah hujan yang lebih rendah dan kekeringan yang lebih parah di wilayah India. Kombinasi panas ekstrem, potensi kekurangan air, dan dampak iklim global menjadikan masa depan India semakin menantang.

(fyk/fay)

Tinggalkan komentar


Related Post