TelkomGroup Perkuat Ruang Digital Aman Anak Lewat PP TUNAS

1 Mei 2026

4
Min Read

Jakarta – Ancaman digitalisasi yang semakin pesat menuntut lahirnya generasi muda yang cakap, etis, dan aman di dunia maya. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, menekankan krusialnya literasi digital, etika teknologi, serta kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak Indonesia.

Penekanan ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal sebagai PP TUNAS. Meutya Hafid menyampaikan hal ini saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Bandung, Sabtu (25/4).

Ia mengingatkan para lulusan Telkom University, sebagai garda terdepan inovasi digital nasional, untuk tidak hanya meraih gelar akademik. Mereka memikul tanggung jawab moral untuk turut mengarungi masa depan digital Indonesia yang dinamis.

Generasi muda memegang peranan vital bagi kelangsungan bangsa, termasuk dalam upaya mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan, sebagaimana tertuang dalam PP TUNAS. "Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil langkah mengambil peran sebagai penggerak dan juga untuk menciptakan nilai, memperluas manfaat teknologi, dan memperkuat daya saing bangsa, khususnya di bidang digital," ujar Meutya Hafid dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Tantangan di ruang digital kini tidak hanya sebatas percepatan teknologi, namun juga maraknya misinformasi dan berbagai risiko siber. Oleh karena itu, peran generasi muda sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat menjadi sangatlah penting.

"Misinformasi bukan hanya persoalan lokal, melainkan tantangan global," tegas Meutya Hafid, merujuk pada laporan World Economic Forum 2025. Ia berpesan, "Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu-pandu literasi digital di daerah masing-masing. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini."

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, TelkomGroup berkomitmen penuh mendukung implementasi kebijakan pemerintah tersebut. Dukungan ini diwujudkan melalui penguatan keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta pengembangan solusi digital yang aman dan bertanggung jawab.

Lebih dari sekadar memperluas konektivitas nasional dan memastikan keamanan siber layanan, TelkomGroup juga aktif menggelar program edukasi. Program ini menyasar generasi muda dan komunitas pendidikan di berbagai daerah, mencakup etika bermedia digital, keamanan siber, hingga pemanfaatan teknologi secara positif. Upaya ini menjadi kontribusi nyata TelkomGroup dalam mendukung PP TUNAS dan mendorong ekosistem digital nasional yang sehat serta inklusif.

Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) memegang peranan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia melalui ekosistem pendidikan yang terintegrasi. Mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, YPT menanamkan fondasi karakter, literasi, serta pemahaman awal teknologi digital di tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Sementara itu, di jenjang pendidikan tinggi, termasuk Telkom University, fokus diarahkan pada pencetakan talenta digital unggul. Talenta ini diharapkan siap menjawab kebutuhan industri, mendorong inovasi, serta berkontribusi dalam transformasi digital nasional.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengapresiasi para wisudawan dan menegaskan komitmen korporasi dalam mencetak generasi muda berkualitas dengan daya saing global di era digital. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya juang, dan kepedulian terhadap kemajuan bangsa.

"Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agen perubahan (agent of change). Mereka adalah individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta bangsa," ujar Dian Siswarini.

Telkom University, sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan kewirausahaan, berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang mampu berperan aktif dalam ekosistem transformasi digital nasional. Universitas ini terus mendorong lahirnya talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Pada kesempatan yang sama, TelkomGroup melalui Telkom University juga mendeklarasikan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan melalui pengembangan Safe-AI yang human-centric. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif institusi pendidikan tinggi dalam memastikan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan dan perlindungan generasi penerus bangsa.

Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, menyampaikan deklarasi bahwa Telkom University berdedikasi menciptakan ekosistem digital yang aman melalui inovasi Safe-AI yang human-centric, demi melindungi dan memberdayakan tunas bangsa.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, TelkomGroup optimis penguatan talenta digital, dibarengi literasi, etika, dan keamanan teknologi, akan menjadi fondasi penting bagi ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing, aman, dan berkelanjutan.

Pada wisuda periode ini, Telkom University melantik sebanyak 1.502 wisudawan. Mereka terdiri dari lulusan program doktoral, magister, sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Pelaksanaan wisuda yang digelar dalam dua sesi ini menjadi momentum penting dalam mencetak talenta masa depan yang unggul secara akademik serta siap menghadapi dinamika global dan pesatnya perkembangan teknologi.

Tinggalkan komentar


Related Post