Samsung Garap Kacamata Pintar Saingi Meta Ray-Ban

29 April 2026

4
Min Read

JAKARTA – Lanskap teknologi wearable kembali diramaikan oleh potensi kehadiran produk inovatif dari raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung. Perusahaan ini dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran kacamata pintar generasi baru, yang akan melengkapi ekosistem headset Galaxy XR yang telah ada.

Informasi terbaru mengenai desain kacamata pintar ini mulai beredar, memicu spekulasi tentang persaingan langsung dengan produk sejenis dari kompetitor utama. Kemunculan gambar pemasaran yang disebut sebagai ‘Galaxy Glasses’ oleh Android Headlines, menunjukkan kesamaan visual yang mencolok dengan kacamata pintar Meta Ray-Ban. Selain itu, desainnya juga mengingatkan pada perangkat Google Gemini yang juga baru saja akan diperkenalkan ke publik.

Kacamata pintar Samsung ini, yang dikembangkan dengan nama kode ‘Jinju’, diprediksi akan menyasar segmen pasar menengah ke atas. Laporan dari Android Headlines memperkirakan harga jualnya akan berada di kisaran USD 380 hingga USD 500, sebuah rentang harga yang cukup kompetitif di pasar perangkat wearable premium.

Galaxy Glasses ‘Jinju’: Spesifikasi Awal dan Fitur Unggulan

Di balik tampilannya yang ramping, ‘Galaxy Glasses’ Jinju ternyata menyimpan potensi teknologi yang menarik. Spesifikasi awal yang terungkap mencakup dua unit kamera dengan resolusi masing-masing 12 MP. Kehadiran kamera ini mengindikasikan fungsionalitas yang lebih dari sekadar aksesori biasa, kemungkinan untuk menangkap gambar, video, atau bahkan mendukung fitur augmented reality (AR) dasar.

Untuk menunjang performa, perangkat ini akan ditenagai oleh chipset Snapdragon AR1. Pilihan chipset ini menunjukkan komitmen Samsung untuk memanfaatkan teknologi terkini dalam pengembangan perangkat AR, yang dirancang khusus untuk aplikasi dan pengalaman realitas tertambah.

Aspek audio juga menjadi perhatian penting. ‘Galaxy Glasses’ Jinju akan dilengkapi dengan speaker yang menggunakan teknologi bone conduction. Teknologi ini memungkinkan suara dihantarkan melalui getaran tulang, sehingga pengguna tetap dapat mendengar audio tanpa menutupi telinga, sekaligus tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Baterai berkapasitas 155 mAh menjadi sumber daya untuk operasional perangkat ini, meskipun kapasitas ini mungkin akan mengalami penyesuaian menjelang peluncuran resmi.

Sistem operasi yang akan dijalankan oleh kacamata pintar Samsung ini adalah Android XR. Sistem operasi ini dirancang khusus untuk perangkat yang berinteraksi dengan realitas tertambah dan virtual, menawarkan platform yang stabil dan kaya fitur. Lebih menarik lagi, terdapat indikasi kuat bahwa kacamata pintar ini akan terintegrasi dengan chatbot Google Gemini.

Integrasi dengan Google Gemini akan membuka berbagai kemungkinan interaksi berbasis suara yang lebih canggih. Pengguna dapat memberikan perintah, mengajukan pertanyaan, atau mendapatkan informasi secara instan melalui antarmuka suara yang cerdas, menjadikan kacamata pintar ini sebagai asisten pribadi yang praktis.

Strategi Samsung: Dua Varian Kacamata Pintar

Samsung tampaknya memiliki strategi ganda dalam memasuki pasar kacamata pintar. Selain model ‘Jinju’ yang lebih ringkas, perusahaan ini juga dilaporkan sedang mengembangkan model lain dengan nama kode ‘Haean’. Model ini diposisikan sebagai perangkat yang lebih canggih dan berpotensi menjadi pesaing utama bagi kacamata pintar dengan layar terintegrasi.

Perbedaan mendasar antara ‘Jinju’ dan ‘Haean’ terletak pada ketiadaan display pada model pertama. Hal ini sejalan dengan tren beberapa kacamata pintar yang ada di pasaran saat ini, yang lebih fokus pada fungsi pendukung atau interaksi tanpa layar visual langsung. Sebaliknya, ‘Haean’ akan dilengkapi dengan teknologi display micro-LED.

Teknologi micro-LED dikenal karena kecerahan, efisiensi daya, dan kualitas gambar yang superior. Kehadiran display ini akan memungkinkan ‘Haean’ untuk menampilkan informasi visual secara langsung kepada pengguna, membuka potensi untuk aplikasi augmented reality yang lebih imersif dan kaya data.

Dengan spesifikasi yang lebih mumpuni, ‘Haean’ diprediksi akan bersaing langsung dengan produk seperti Meta Ray-Ban Display. Peluncuran model ini diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2027. Mengingat pengembangan teknologi display yang lebih matang, estimasi harga untuk ‘Haean’ diperkirakan akan lebih tinggi, berkisar antara USD 600 hingga USD 900, seperti yang dilaporkan oleh Engadget pada Selasa, 28 April 2026.

Jadwal Peluncuran dan Antisipasi Pasar

Meskipun detail jadwal peluncuran ‘Galaxy Glasses’ Jinju belum diumumkan secara resmi, banyak pihak memperkirakan perangkat ini akan diperkenalkan pada tahun ini. Samsung dijadwalkan akan menggelar acara akbar Galaxy Unpacked pada bulan Juli 2026. Namun, kemungkinan besar kacamata pintar ini tidak akan menjadi bintang utama dalam acara tersebut, yang diperkirakan akan didominasi oleh peluncuran smartphone lipat terbaru, Galaxy Z Fold8 dan Flip8.

Berdasarkan pola peluncuran produk Samsung sebelumnya, seperti yang terjadi pada headset Galaxy XR tahun lalu, ‘Jinju’ kemungkinan akan diperkenalkan melalui sebuah teaser atau pengumuman awal. Peluncuran penuh dan ketersediaan produk di pasar diperkirakan akan menyusul setelahnya. Pendekatan ini memungkinkan Samsung untuk membangun antisipasi dan memberikan waktu bagi konsumen untuk memahami potensi teknologi baru ini.

Kehadiran kacamata pintar dari Samsung ini tentu akan menambah dinamika dalam persaingan teknologi wearable. Dengan reputasi Samsung dalam inovasi produk elektronik, ‘Galaxy Glasses’ diharapkan dapat menawarkan pengalaman baru yang menarik bagi pengguna, serta mendorong batasan-batasan yang ada dalam interaksi antara manusia dan teknologi digital.

Perkembangan ini menandai langkah Samsung dalam memperkuat posisinya di pasar perangkat XR dan wearable canggih. Kombinasi antara headset Galaxy XR dan kacamata pintar ini berpotensi menciptakan ekosistem yang terintegrasi, memberikan pengalaman digital yang lebih kaya dan multifaset bagi para penggunanya di masa depan.

Tinggalkan komentar


Related Post