Inter Milan memastikan langkah ke final Coppa Italia 2025/2026 melalui kemenangan dramatis atas Como. Tertinggal dua gol di kandang sendiri, Nerazzurri membalikkan keadaan menjadi 3-2 berkat gol di menit akhir waktu normal.
Pertandingan leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB ini menyajikan drama yang memukau. Kedua tim menurunkan skuad terbaik mereka, berambisi besar untuk meraih tiket ke partai puncak. Hasil imbang tanpa gol di leg pertama membuat laga ini semakin menegangkan, karena setiap gol menjadi sangat berharga.
Sejak awal pertandingan, Inter Milan mencoba mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang dari Ange-Yoan Bonny yang menerima umpan terobosan dari Piotr Zielinski. Sayangnya, tendangan Bonny masih melebar dari sasaran. Como tidak tinggal diam, mereka segera membalas serangan dua menit kemudian. Martin Baturina berhasil melepaskan sundulan di tiang jauh, namun bola berhasil ditepis dengan sigap oleh kiper Inter, Josep Martinez.
Ancaman kembali datang dari Como pada menit ke-10. Marc-Oliver Kempf nyaris mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan tendangan bebas rekannya. Namun, bola kerasnya hanya menghantam mistar gawang Inter.
Setelah saling jual beli serangan, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-32. Como berhasil unggul 1-0 melalui gol Martin Baturina. Berawal dari umpan tarik Ignaci van der Brempt dari sisi kanan, Baturina dengan sigap menyontek bola dari jarak dekat. Bola sempat membentur tiang sebelum akhirnya masuk ke gawang Martinez.
Keunggulan Como nyaris bertambah pada menit ke-36 ketika Tasos Douvikas melepaskan sundulan yang sayangnya masih melebar. Dua menit berselang, Marcus Thuram mendapat peluang emas melalui sundulan, namun bola berhasil disapu bersih oleh Maximo Perrone di garis gawang. Skor 1-0 untuk keunggulan Como bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Como berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-48. Lucas Da Cunha menjadi aktor di balik gol kedua tim tamu. Ia melakukan penetrasi dari sisi kanan, melewati Piotr Zielinski sebelum melepaskan tendangan keras ke pojok kiri gawang Martinez.
Tertinggal dua gol membuat Inter Milan semakin bernafsu untuk bangkit. Mereka meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Usaha keras Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Hakan Calhanoglu berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Tendangannya dari tepi kotak penalti meluncur deras ke pojok kanan gawang Jean Butez.
Semenit kemudian, gawang Inter kembali terancam. Assane Diao melepaskan tendangan dari jarak dekat, namun Josep Martinez kembali menunjukkan refleks gemilangnya untuk menepis bola.
Perjuangan Inter Milan akhirnya terbayar lunas. Hakan Calhanoglu kembali menjadi pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-86. Kali ini, ia memanfaatkan umpan silang dari Petar Sucic dengan sundulan terukur di depan gawang. Skor berubah menjadi 2-2.
Puncaknya terjadi pada menit ke-89. Petar Sucic menjadi penentu kemenangan Inter Milan. Berawal dari umpan silang Hakan Calhanoglu, Sucic berhasil menyambut bola dan melepaskan tendangan keras yang merobek jala gawang Como. Skor 3-2 untuk keunggulan Inter Milan.
Kemenangan dramatis ini memastikan Inter Milan melaju ke final Coppa Italia dengan keunggulan agregat 3-2. Mereka kini menanti pemenang dari pertandingan semifinal lainnya antara Atalanta dan Lazio.
Analisis Pertandingan: Kekuatan Mental Inter Milan Teruji
Pertandingan antara Inter Milan dan Como ini bukan hanya sekadar adu taktik dan kemampuan individu, namun juga ujian mental yang luar biasa bagi kedua tim. Como menunjukkan performa impresif di babak pertama dan awal babak kedua, mampu memanfaatkan setiap peluang yang didapat. Gol-gol yang dicetak oleh Baturina dan Da Cunha menunjukkan efektivitas serangan balik mereka dan kemampuan menekan pertahanan Inter.
Namun, Inter Milan membuktikan diri sebagai tim dengan mental juara. Tertinggal dua gol di kandang sendiri tentu bukan situasi yang mudah. Keberhasilan mereka bangkit menunjukkan kedalaman skuad, kepemimpinan di lapangan, dan kemampuan untuk tidak menyerah dalam situasi sulit. Pergantian pemain dan perubahan taktik yang dilakukan oleh pelatih tampaknya memberikan dampak positif.
Gol-gol yang dicetak oleh Hakan Calhanoglu, sang gelandang serang, menunjukkan ketajamannya dalam mengeksekusi peluang. Dua golnya, terutama yang kedua, menjadi bukti kemampuannya dalam membaca permainan dan memanfaatkan umpan silang. Sementara itu, gol penentu dari Petar Sucic menunjukkan adanya kontribusi dari pemain pengganti, yang seringkali menjadi pembeda dalam pertandingan ketat.
Perjalanan Menuju Final Coppa Italia
Lolosnya Inter Milan ke final Coppa Italia 2025/2026 ini menjadi penegasan dominasi mereka di kancah domestik. Perjalanan mereka di turnamen ini tentu tidak mudah. Setiap pertandingan dilalui dengan perjuangan, dan kali ini, mereka harus menghadapi ujian terberat di semifinal.
Kemenangan dramatis ini juga memberikan suntikan moral yang sangat besar bagi skuad Nerazzurri. Mereka kini memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi final, di mana mereka akan berhadapan dengan salah satu tim kuat lainnya, pemenang antara Atalanta dan Lazio. Pertarungan di final diprediksi akan semakin sengit, mengingat kedua tim yang berpotensi menjadi lawan memiliki kualitas yang tidak kalah mumpuni.
Coppa Italia sendiri merupakan salah satu trofi prestisius di Italia, dan memenangkannya akan menjadi pencapaian penting bagi Inter Milan di musim 2025/2026. Dengan performa yang ditunjukkan di semifinal, mereka menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat kuat untuk meraih gelar juara.
Susunan Pemain Kedua Tim:
Inter Milan:
Josep Martinez (Kiper)
Manuel Akanji (Bek)
Francesco Acerbi (Bek)
Carlos Augusto (Bek)
Luis Henrique (Gelandang)
Nicolo Barella (Gelandang)
Hakan Calhanoglu (Gelandang)
Piotr Zielinski (Gelandang)
Federico Dimarco (Gelandang)
Ange-Yoan Bonny (Penyerang)
Marcus Thuram (Penyerang)
Como:
Jean Butez (Kiper)
Jacobo Ramon (Bek)
Diego Carlos (Bek)
Marc-Oliver Kempf (Bek)
Ignace Van der Brempt (Gelandang)
Maximo Perrone (Gelandang)
Lucas da Cunha (Gelandang)
Alex Valle (Gelandang)
Nico Paz (Gelandang)
Martin Baturina (Penyerang)
Tasos Douvikas (Penyerang)









Tinggalkan komentar