Harga RAM Mulai Turun, Tapi Masih Jauh dari Kata Terjangkau

14 April 2026

3
Min Read

JAKARTA – Setelah hampir setahun melambung tinggi dipicu demam kecerdasan buatan (AI), harga komponen memori akses acak (RAM) untuk komputer pribadi akhirnya menunjukkan geliat penurunan. Kabar ini tentu menjadi oase di tengah gurun bagi para penggila game dan perakit komputer yang selama ini menahan diri untuk meningkatkan kapasitas memori perangkat mereka.

Laporan terbaru dari rantai pasokan di Asia mengungkap adanya koreksi harga yang signifikan. Bulan lalu, harga modul DDR5 tercatat anjlok hingga nyaris 30 persen. Sementara itu, komponen memori DDR4 pun ikut tergerus nilainya sekitar lima persen. Penurunan ini menandai bulan pertama harga DDR4 menurun sejak Februari 2025, mengakhiri tren kenaikan tanpa henti yang telah mencekik pasar komponen komputer lebih dari setahun terakhir.

Koreksi Harga yang Menggembirakan, Namun Belum Sepenuhnya Meredakan

Perlambatan harga ini cukup terasa. Harga spot untuk satu keping DDR4 berkapasitas 16GB, misalnya, dilaporkan turun menjadi USD 74,10 atau sekitar Rp 1,1 juta pada bulan lalu. Penurunan ini menjadi penawar pahit manis setelah sebelumnya harga komponen ini sempat anjlok drastis di awal tahun 2025.

Pada awal 2025, keping memori DDR4 16GB dapat dibeli dengan harga sangat terjangkau, hanya USD 3,20 atau sekitar Rp 50 ribuan. Namun, lonjakan pembangunan pusat data AI yang masif memicu kenaikan harga yang fenomenal. Dalam kurun waktu satu tahun, harga RAM DDR4 meroket hingga mencapai 2.200 persen.

Di sisi lain, harga spot memori DDR5 berkapasitas 16GB juga mengalami penurunan, kini berada di kisaran USD 37,20 atau sekitar Rp 500 ribuan. Penurunan ini mulai terasa dampaknya pada harga jual di berbagai toko ritel daring di Amerika Serikat dan Tiongkok.

Beberapa paket memori DDR5 berkapasitas 32GB yang ditawarkan di platform seperti Amazon kini terpantau 30 persen lebih murah dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa harga jual hardware ini masih jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai 20 kali lipat dibandingkan banderolnya di awal tahun 2025.

Dua Faktor Utama di Balik Penurunan Harga RAM

Menurut laporan dari DigiTimes, setidaknya ada dua faktor utama yang mendorong merosotnya harga komponen memori di pasar secara tiba-tiba:

  • "Cuci Gudang" Distributor: Banyak distributor yang sebelumnya menimbun stok memori saat harga mulai naik, kini terpaksa menjual persediaan mereka secara massal. Langkah ini dilakukan untuk mengosongkan gudang dan meminimalkan kerugian akibat fluktuasi harga yang ekstrem.

  • Munculnya Teknologi Kompresi Memori: Pengumuman teknik kompresi memori bernama TurboQuant oleh raksasa teknologi Google turut memicu kepanikan di kalangan distributor. Inovasi software ini berpotensi membuat kebutuhan akan memori fisik berkurang, mendorong distributor untuk segera melepas stok lama mereka sebelum nilainya semakin tergerus.

Masa Depan Harga Komponen Komputer yang Masih Penuh Ketidakpastian

Meskipun penurunan harga di tingkat distributor memberikan sedikit kelegaan, dampaknya kemungkinan belum akan terasa signifikan langsung di tangan konsumen akhir. Perdagangan spot yang mengalami koreksi ini hanya mewakili sebagian kecil dari total volume penjualan hardware secara keseluruhan.

Kekhawatiran justru muncul dari pasar kontrak. Harga memori di pasar ini, tempat para produsen besar melakukan pembelian dalam jumlah besar, diprediksi akan melonjak. Perkiraan kenaikan berkisar antara 58 persen hingga 63 persen.

Lonjakan ini akan memperparah tren kenaikan harga yang sudah terjadi sebelumnya. Pada kuartal sebelumnya, harga memori di pasar kontrak saja sudah meroket sebesar 95 persen.

Lebih lanjut, komponen flash NAND, yang menjadi tulang punggung perangkat penyimpanan seperti Solid State Drive (SSD), juga diproyeksikan mengalami kenaikan harga hingga 75 persen selama kuartal berjalan ini. Hal ini diinformasikan oleh Tom’s Hardware pada Senin, 13 April 2026.

Implikasinya jelas: harga jual perangkat penyimpanan seperti SSD kemungkinan besar akan terus merangkak naik dalam beberapa minggu ke depan. Dengan tren harga yang masih sangat fluktuatif dan cenderung meningkat untuk komponen vital lainnya, merakit komputer baru di tahun ini diprediksi masih akan menjadi investasi yang cukup menguras kantong. Para perakit dan pengguna komputer perlu bersabar dan memantau perkembangan pasar dengan cermat sebelum membuat keputusan pembelian.

Tinggalkan komentar


Related Post