Phoebe Gates Dituding Reduksi Nilai Influencer Demi Startup

8 April 2026

4
Min Read

JAKARTA – Dunia maya kembali diramaikan oleh perseteruan antara figur publik dan kreator konten. Kali ini, sorotan tertuju pada Phoebe Gates, putri miliarder teknologi Bill Gates, yang dituding oleh seorang influencer bernama Kacie Margis karena mencoba merendahkan nilai jasanya untuk kolaborasi bisnis.

Peristiwa ini bermula ketika Kacie Margis membagikan tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari Phoebe Gates melalui platform media sosial Threads. Margis mengklaim dihubungi oleh putri Bill Gates pada bulan April 2025 lalu, dan merasa terkejut dengan pendekatan yang ia terima.

Dalam pesan tersebut, Phoebe Gates yang merupakan pendiri startup Phia, tampak tertarik dengan konten Margis yang ia temukan melalui platform Collabstr. Phoebe menyatakan kekagumannya dan mengundang Margis untuk berkolaborasi mempromosikan Phia yang rencananya akan diluncurkan akhir bulan tersebut.

Namun, di balik ajakan kolaborasi tersebut, Phoebe turut menyampaikan kendala anggaran yang dihadapi startupnya. “Kami masih perusahaan rintisan yang masih kecil jadi anggarannya sangat terbatas,” demikian kutipan dari pesan yang beredar.

Phoebe kemudian meminta Margis untuk mengirimkan daftar tarif jasanya sebagai influencer. Alih-alih mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan, Margis justru merasa bahwa Phoebe mencoba melakukan negosiasi harga yang jauh di bawah nilai yang seharusnya.

Tuduhan ‘Down Grade’ Tarif Influencer

Kacie Margis mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahan di Threads. Ia merasa heran ketika putri seorang miliarder menyatakan anggaran yang “sangat terbatas” dan menyebut bisnisnya sebagai “perusahaan rintisan kecil yang berjuang keras” hanya untuk menawar jasanya di bawah tarif yang telah ia tetapkan.

Margis menjelaskan bahwa ia ditemukan oleh Phoebe melalui Collabstr, sebuah platform yang menghubungkan merek dengan kreator konten. Di platform tersebut, tarif jasanya tercantum secara publik. Namun, alih-alih menggunakan fitur pemesanan resmi di Collabstr, Phoebe memilih untuk menghubungi Margis secara pribadi, yang menurut Margis merupakan upaya untuk menurunkan harganya.

Tindakan Phoebe ini sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar mengungkapkan rasa terkejut dan menyayangkan pendekatan yang dianggap tidak pantas tersebut. Ada yang menganggap sikap santai dalam meminta bantuan, terlebih dari orang yang memiliki kekayaan melimpah, terasa kurang etis.

“Sikap terlalu santai seperti itu dari orang asing saat mereka meminta bantuan selalu membuatku jijik,” ujar salah seorang warganet. Komentar lain menambahkan, “Menjijikkan! Orang kaya terkadang bisa sangat pelit, jangan sampai tertipu. Carilah orang yang menghargai apa yang Anda tawarkan.”

Namun, tidak sedikit pula yang mencoba membela Phoebe. Mereka berargumen bahwa Phoebe telah melakukan langkah yang benar dengan menanyakan tarif terlebih dahulu. Jika tarif tersebut dirasa tidak sesuai dengan anggaran yang ada, maka kesepakatan tidak perlu dilanjutkan.

Pendukung Phoebe berpendapat, “Dia benar-benar menanyakan tarif Anda. Jika tidak cocok, ya tidak cocok saja. Dia terhindar dari masalah besar, bekerja dengan orang yang tidak profesional seperti itu.” Argumen ini menyoroti bahwa permintaan informasi tarif adalah bagian dari proses bisnis yang wajar.

Startup Phia: Upaya Mandiri Phoebe Gates

Meskipun berasal dari keluarga yang sangat kaya raya, Phoebe Gates tampaknya berupaya membangun bisnisnya secara mandiri. Startup Phia yang didirikannya bersama sahabatnya, Sophia Kianni, dikabarkan mengumpulkan modal tanpa keterlibatan langsung dari kekayaan orang tuanya.

Laporan menyebutkan bahwa Phia berhasil mengumpulkan pendanaan awal sebesar USD 100.000 dari Soma Capital. Selain itu, startup ini juga menerima hibah kewirausahaan sosial sebesar USD 250.000 dari Universitas Stanford, tempat Phoebe mengenyam pendidikan.

Lebih lanjut, Phia berhasil mendapatkan tambahan dana investasi senilai USD 500.000. Total akumulasi pendanaan yang berhasil dikumpulkan oleh startup ini mencapai USD 850.000. Angka ini menunjukkan keseriusan Phoebe dalam mengembangkan bisnisnya.

Phoebe Gates adalah anak ketiga dari pasangan Bill Gates dan Melinda Gates. Perlu diingat, Bill Gates, pendiri Microsoft, dan Melinda French Gates, seorang filantropis, telah resmi bercerai setelah 27 tahun pernikahan pada tahun 2021. Perceraian ini menjadi salah satu peristiwa besar yang menarik perhatian publik.

Kasus ini kembali mengingatkan kita bahwa di balik nama besar keluarga, para individu masih harus menempuh jalur bisnis mereka sendiri. Namun, cara pendekatan dan komunikasi dalam proses bisnis, terutama dalam kolaborasi, tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan oleh semua pihak, terlepas dari latar belakang kekayaan mereka.

Tinggalkan komentar


Related Post