Meta Description: Saksikan kehebatan iPhone 17 Pro Max memotret detail permukaan Bulan dari jarak dekat. Kisah unik di balik misi bersejarah Artemis II, baca selengkapnya.
Penerbangan bersejarah Artemis II tidak hanya mencetak rekor jarak terjauh dari Bumi, tetapi juga menghadirkan momen teknologi yang tak terduga. Para astronaut di dalam kapsul Orion berhasil mengabadikan citra menakjubkan permukaan Bulan menggunakan perangkat yang sangat familiar: iPhone 17 Pro Max.
Momen langka ini terekam dalam sebuah siaran langsung yang diselenggarakan oleh NASA. Komandan misi, Reid Wiseman, terlihat dengan cermat mengarahkan iPhone 17 Pro Max ke arah jendela kapsul. Layar ponsel itu menampilkan pemandangan permukaan Bulan yang dipenuhi kawah, tertangkap dengan detail yang luar biasa jelas.
Untuk mendapatkan bidikan terbaik, seluruh lampu di dalam kapsul Orion sengaja dimatikan. Hal ini menciptakan latar belakang gelap gulita, membuat unit iPhone 17 Pro Max yang digunakan Wiseman seolah melayang di angkasa, siap mengabadikan keindahan kosmik.
Momen Epik Perekaman Bulan dari Jarak Dekat
Reid Wiseman menjelaskan bahwa foto permukaan Bulan yang menakjubkan itu diambil dengan menggunakan fitur zoom 8x pada iPhone 17 Pro Max. Melalui komunikasi dengan pusat kendali misi NASA di Bumi, foto tersebut berhasil diidentifikasi sebagai gambar kawah Chebyshev. Informasi ini dilaporkan oleh 9to5Mac pada Selasa, 7 April 2026.
Setelah berhasil menyelesaikan fase pendekatan dan mengelilingi Bulan, para astronaut Artemis II, yang terdiri dari Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, segera bergegas mengirimkan berbagai foto yang mereka ambil kembali ke Bumi. Momen ini menjadi bukti kolaborasi antara eksplorasi antariksa dan teknologi konsumen.
Hingga kini, foto-foto hasil penerbangan Artemis II tersebut belum diunggah secara resmi oleh NASA ke platform mereka seperti Flickr atau situs web resmi. Masih menjadi pertanyaan apakah foto-foto yang diambil menggunakan iPhone 17 Pro Max ini akan dibagikan kepada publik atau tidak.
Sejarah Baru Teknologi di Luar Angkasa
Penerbangan Artemis II menandai sebuah tonggak sejarah penting. Ini adalah pertama kalinya NASA mengizinkan astronaut membawa serta smartphone terbaru dalam misi antariksa. Lebih dari itu, ini juga merupakan kali pertama sebuah smartphone berhasil terbang melampaui orbit Bumi.
Selain iPhone 17 Pro Max, para astronaut Artemis II juga dilengkapi dengan peralatan fotografi canggih lainnya. Mereka membawa kamera GoPro Hero 4 Black, Nikon D5, dan Nikon Z9 untuk mendokumentasikan setiap aspek perjalanan mereka.
Perlu dicatat bahwa iPhone 17 Pro Max yang dibawa dalam misi ini memiliki keterbatasan fungsi. Perangkat tersebut hanya dapat digunakan untuk mengambil foto dan merekam video. Konektivitas Bluetooth maupun internet tidak tersedia di dalamnya, mengingat lingkungan luar angkasa yang ekstrem.
Sebelumnya, NASA juga telah membagikan momen ketika Reid Wiseman dan Christina Koch mengamati Bumi dari luar jendela kapsul. Foto-foto tersebut diambil menggunakan kamera depan iPhone 17 Pro Max, memperlihatkan pemandangan Bumi yang memukau dari kejauhan.
Artemis II Pecahkan Rekor Jarak Terjauh
Kru astronaut Artemis II telah berhasil mencatatkan sejarah sebagai manusia yang mencapai titik terjauh dari planet Bumi. Kapsul Orion yang membawa keempat astronaut tersebut mencapai jarak luar biasa sejauh 406.770 kilometer dari Bumi.
Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh misi Apollo 13, yang tercatat mencapai jarak 400.171 kilometer. Rekor baru ini menegaskan kemajuan teknologi dan kemampuan eksplorasi ruang angkasa manusia.
Eksplorasi dan Observasi di Sisi Jauh Bulan
Selama fase pendekatan dan pengorbitan Bulan, para astronaut Artemis II memanfaatkan kesempatan langka ini untuk melakukan berbagai observasi dan pengambilan gambar. Permukaan Bulan, yang telah lama tidak dikunjungi manusia selama lebih dari 50 tahun, menjadi objek penelitian utama.
Perjalanan mereka tidak luput dari tantangan. Kru Artemis II sempat mengalami kehilangan komunikasi dengan Bumi selama 40 menit ketika berada di sisi terjauh Bulan. Momen ini biasanya terjadi saat kapsul berada di balik Bulan, terhalang oleh satelit alami Bumi.
Selain itu, para astronaut juga berkesempatan menyaksikan fenomena gerhana matahari dari perspektif yang unik. Mereka juga melaporkan pengamatan empat “impact flash” yang diduga berasal dari tumbukan meteor kecil dengan permukaan Bulan.
Misi Artemis II ini tidak hanya tentang mencapai jarak terjauh, tetapi juga tentang mengumpulkan data ilmiah dan menguji teknologi yang akan digunakan untuk misi-misi masa depan ke Bulan, termasuk potensi kolonisasi. Penggunaan smartphone seperti iPhone 17 Pro Max menunjukkan bagaimana teknologi konsumen dapat berintegrasi dengan eksplorasi ilmiah yang canggih.









Tinggalkan komentar