RD Kongo ke Piala Dunia 2026 Setelah Drama 120 Menit

Kilas Rakyat

1 April 2026

8
Min Read

Republik Demokratik Kongo mengukir sejarah baru dengan memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis diraih setelah menundukkan Jamaika 1-0 dalam laga final playoff interkontinental yang menegangkan.

Keberhasilan ini menandai partisipasi kedua bagi tim berjuluk "Leopards" di ajang sepak bola terbesar dunia. Penantian panjang selama 52 tahun akhirnya terbayar lunas, membawa kembali gairah sepak bola Kongo ke kancah global.

Pertandingan yang digelar di Estadio Akron, Guadalajara, Meksiko, pada Rabu (1/4) pagi WIB, berlangsung hingga babak perpanjangan waktu 120 menit. Gol tunggal yang menentukan kemenangan dan tiket Piala Dunia dicetak oleh Axel Tuanzebe pada menit ke-100.

Kemenangan ini diraih dengan perjuangan luar biasa. Meskipun mendominasi jalannya pertandingan dengan melepaskan 19 tembakan berbanding enam milik Jamaika, RD Kongo kesulitan menembus pertahanan lawan.

Hanya tiga dari total tembakan tersebut yang mampu mengarah tepat sasaran. Bahkan, striker andalan Cedric Bakambu sempat dua kali mencatatkan namanya di papan skor selama waktu normal, namun kedua gol tersebut harus dianulir wasit karena dinyatakan offside.

Ketegangan semakin memuncak saat pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu. Akhirnya, kebuntuan berhasil dipecahkan melalui skema sepak pojok.

Umpan silang dari Brian Cipenga sempat membentur bek Jamaika, Joel Latibeaudiere, sebelum akhirnya bola liar disambar oleh Axel Tuanzebe. Gol tersebut dicetak dengan memanfaatkan tubuhnya untuk mendorong bola masuk ke gawang.

Gol Tuanzebe sempat menjadi sorotan dan dilakukan pengecekan oleh Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan tidak ada pelanggaran handball. Namun, setelah tinjauan ulang, gol tersebut tetap disahkan karena bola terbukti mengenai bagian tubuh lain Tuanzebe.

Ini adalah momen bersejarah bagi Republik Demokratik Kongo. Partisipasi pertama mereka di Piala Dunia terjadi pada tahun 1974, saat itu masih menggunakan nama Zaire.

Kini, dengan status sebagai peserta Piala Dunia 2026, RD Kongo akan tergabung dalam Grup K. Mereka akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia dalam fase penyisihan grup.

Jadwal pertandingan RD Kongo di fase grup telah ditetapkan. Laga pembuka akan dilakoni melawan Portugal pada 17 Juni, dilanjutkan dengan menghadapi Kolombia pada 23 Juni, dan ditutup dengan pertandingan melawan Uzbekistan empat hari kemudian.

Perjalanan panjang dan penuh perjuangan ini tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi timnas RD Kongo untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026.

Sejarah Baru Sepak Bola Kongo: Tiket Piala Dunia 2026 Diraih Lewat Perjuangan 120 Menit

Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) akhirnya berhasil mengamankan satu tempat di ajang Piala Dunia 2026. Prestasi gemilang ini diraih setelah mereka menaklukkan Jamaika dengan skor tipis 1-0 dalam laga final playoff interkontinental yang berlangsung sengit.

Ini merupakan momen bersejarah bagi sepak bola Kongo, menandai kembalinya mereka ke pentas dunia setelah penantian panjang selama 52 tahun. Partisipasi terakhir mereka terjadi pada Piala Dunia 1974, ketika negara itu masih bernama Zaire.

Pertandingan penentuan kelolosan ini digelar di Estadio Akron, Guadalajara, Meksiko, pada Rabu (1/4) pagi WIB. Kedua tim harus berjuang keras selama 120 menit sebelum akhirnya gol tunggal tercipta.

Axel Tuanzebe menjadi pahlawan bagi RD Kongo berkat golnya pada menit ke-100. Gol tersebut tercipta melalui skema sepak pojok yang berujung pada kemelut di depan gawang Jamaika.

Kemenangan ini bukanlah hasil yang mudah diraih. Meski tim berjuluk "Leopards" ini tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah serangan, mereka menghadapi tembok pertahanan Jamaika yang solid.

RD Kongo tercatat melepaskan 19 tembakan sepanjang pertandingan, namun hanya tiga yang berhasil mengarah tepat sasaran. Bahkan, striker andalan mereka, Cedric Bakambu, harus menelan pil pahit karena dua golnya di waktu normal dianulir oleh wasit karena dianggap offside.

Ketegangan semakin terasa saat pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu. Di sinilah momen krusial tercipta. Sepak pojok yang dieksekusi oleh Brian Cipenga berhasil menciptakan kemelut di kotak penalti.

Bola sempat mengenai bek Jamaika, Joel Latibeaudiere, sebelum akhirnya disambar oleh Axel Tuanzebe. Pemain yang pernah membela Manchester United ini berhasil mendorong bola masuk ke gawang dengan memanfaatkan tubuhnya.

Gol tersebut sempat memicu kontroversi dan memerlukan tinjauan dari Video Assistant Referee (VAR). Wasit memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran handball, namun setelah melihat tayangan ulang, gol Tuanzebe tetap disahkan karena bola memang mengenai bagian tubuh lain.

Keberhasilan ini mengukir sejarah baru bagi RD Kongo. Setelah penampilan pertama di Piala Dunia 1974 sebagai Zaire, mereka kini kembali unjuk gigi di kancah internasional.

Di Piala Dunia 2026, RD Kongo akan tergabung dalam Grup K. Mereka dijadwalkan akan menghadapi tim-tim kuat seperti Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia dalam fase grup.

Pertandingan perdana mereka akan dilangsungkan pada 17 Juni melawan Portugal. Selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan Kolombia pada 23 Juni, sebelum menyelesaikan fase grup melawan Uzbekistan empat hari kemudian.

Kemenangan ini menjadi bukti semangat juang dan determinasi para pemain RD Kongo. Perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026 tentu akan menjadi inspirasi bagi banyak negara Afrika lainnya.

Dari Kualifikasi yang Menegangkan Menuju Panggung Dunia: RD Kongo ke Piala Dunia 2026

Kabar gembira datang dari dunia sepak bola Afrika. Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) berhasil mengamankan satu tiket menuju Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Jamaika dalam laga final playoff interkontinental. Kemenangan dramatis ini mengakhiri penantian panjang selama 52 tahun bagi negara tersebut.

Laga penentu yang berlangsung di Estadio Akron, Guadalajara, Meksiko, pada Rabu (1/4) pagi WIB, memang menyajikan drama luar biasa. Hingga peluit panjang dibunyikan di waktu normal, kedudukan masih imbang tanpa gol.

Baru di babak perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke-100, RD Kongo berhasil memecah kebuntuan. Gol tunggal yang dicetak oleh Axel Tuanzebe menjadi penentu kelolosan tim berjuluk "Leopards" ini ke turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Perjuangan RD Kongo untuk meraih kemenangan ini tidaklah mudah. Mereka tampil dominan dengan melepaskan total 19 tembakan ke arah gawang Jamaika, namun hanya tiga yang berhasil mengarah tepat sasaran.

Bahkan, striker andalan mereka, Cedric Bakambu, harus merasakan kekecewaan karena dua gol yang sempat ia cetak di waktu normal harus dianulir oleh wasit karena dianggap offside. Ketidakberuntungan ini menambah ketegangan dalam pertandingan.

Gol penentu kemenangan tercipta melalui skema sepak pojok. Umpan silang dari Brian Cipenga berhasil memantul di kaki bek Jamaika, Joel Latibeaudiere, sebelum bola liar disambar oleh Axel Tuanzebe.

Pemain yang pernah membela klub ternama Inggris, Manchester United, ini berhasil mengarahkan bola masuk ke gawang dengan memanfaatkan tubuhnya. Gol ini sempat diperiksa oleh Video Assistant Referee (VAR) karena diduga adanya potensi handball.

Namun, setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan untuk tetap mengesahkan gol tersebut karena bola terbukti mengenai bagian tubuh lain Tuanzebe. Keputusan ini disambut sorak-sorai para pemain dan pendukung RD Kongo.

Ini merupakan kali kedua RD Kongo tampil di Piala Dunia. Partisipasi pertama mereka terjadi pada tahun 1974, di mana mereka masih menggunakan nama Zaire. Kini, setelah lebih dari setengah abad, impian untuk kembali berlaga di panggung dunia akhirnya terwujud.

Di Piala Dunia 2026, RD Kongo akan berada di Grup K. Mereka dijadwalkan akan menghadapi tim-tim kuat seperti Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia.

Jadwal pertandingan mereka adalah sebagai berikut:

  • 17 Juni: RD Kongo vs Portugal
  • 23 Juni: RD Kongo vs Kolombia
  • 27 Juni: RD Kongo vs Uzbekistan

Kemenangan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi sepak bola Kongo. Perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026 dipenuhi dengan perjuangan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.

Kisah Inspiratif RD Kongo Meraih Tiket Piala Dunia 2026

Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) telah berhasil menorehkan sejarah baru dalam dunia sepak bola. Tim berjuluk "Leopards" ini sukses mengamankan satu tempat di Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang telah lama diimpikan oleh seluruh rakyat Kongo.

Kemenangan dramatis diraih atas Jamaika dalam laga final playoff interkontinental. Pertandingan yang berlangsung selama 120 menit ini berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan RD Kongo. Gol tunggal yang mengantarkan mereka ke panggung dunia dicetak oleh Axel Tuanzebe pada menit ke-100.

Ini adalah kali kedua bagi RD Kongo tampil di ajang Piala Dunia. Partisipasi pertama mereka terjadi pada edisi 1974, saat itu negara tersebut masih dikenal dengan nama Zaire. Penantian selama 52 tahun ini akhirnya terbayar lunas dengan perjuangan keras para pemain.

Pertandingan final playoff yang digelar di Estadio Akron, Guadalajara, Meksiko, pada Rabu (1/4) pagi WIB, memang berlangsung sangat menegangkan. RD Kongo menunjukkan dominasi dalam jumlah tembakan, melepaskan 19 kali percobaan ke gawang Jamaika, namun hanya tiga yang tepat sasaran.

Ketangguhan pertahanan Jamaika membuat para penyerang RD Kongo kesulitan mencetak gol di waktu normal. Bahkan, Cedric Bakambu, striker andalan mereka, harus melihat dua golnya dianulir wasit karena terperangkap offside.

Namun, semangat juang para pemain RD Kongo tidak pernah padam. Di babak perpanjangan waktu, mereka akhirnya berhasil menemukan celah. Sepak pojok yang dieksekusi oleh Brian Cipenga berhasil menciptakan kemelut di depan gawang.

Bola memantul dan akhirnya disambar oleh Axel Tuanzebe. Gol tersebut sempat dicek oleh Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan tidak ada pelanggaran. Setelah peninjauan, gol tersebut dinyatakan sah, membawa kebahagiaan luar biasa bagi tim RD Kongo.

Tiket ke Piala Dunia 2026 ini akan menempatkan RD Kongo di Grup K. Mereka akan bersaing dengan tim-tim kuat seperti Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia dalam fase penyisihan grup.

Jadwal pertandingan RD Kongo adalah sebagai berikut:

  • 17 Juni: RD Kongo vs Portugal
  • 23 Juni: RD Kongo vs Kolombia
  • 27 Juni: RD Kongo vs Uzbekistan

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah tim RD Kongo. Mereka telah menginspirasi jutaan orang di Afrika dan membuktikan bahwa mimpi bisa diraih dengan tekad yang kuat.

Tinggalkan komentar


Related Post