Jakarta – Startup kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI, kini menghadapi situasi genting. Seluruh tim pendiri yang berjumlah sebelas orang dilaporkan telah meninggalkan perusahaan. Kepergian ini menyisakan Elon Musk seorang diri di pucuk pimpinan, menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan proyek ambisius ini.
Laporan terbaru dari Business Insider mengkonfirmasi bahwa dua pendiri terakhir, Manuel Kroiss dan Ross Nordeen, juga telah mengundurkan diri. Manuel Kroiss, yang sebelumnya memimpin tim pelatihan awal xAI, telah mengumumkan niatnya untuk hengkang bulan ini. Sementara itu, Ross Nordeen, yang kerap disebut sebagai orang kepercayaan Musk, dilaporkan keluar pada Jumat pekan lalu. Nordeen sebelumnya berpindah dari Tesla ke xAI dan diketahui terlibat dalam proses pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Twitter setelah akuisisi oleh Musk pada tahun 2022.
Gelombang Pengunduran Diri Dimulai
Kepergian Kroiss dan Nordeen terjadi hanya beberapa minggu setelah Musk sendiri mengakui bahwa xAI belum dibangun dengan fondasi yang kuat. Pernyataan ini mengindikasikan adanya masalah struktural dalam perusahaan yang kini tengah dalam proses pembangunan ulang.
Perkembangan ini muncul di tengah reorganisasi besar yang dilakukan Musk. SpaceX, perusahaan antariksa miliknya, kini menjadi induk dari xAI dan X (sebelumnya Twitter). Langkah ini menyatukan berbagai aset teknologi Musk di bawah satu payung korporasi, dengan SpaceX sendiri dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO).
Kronologi Kepergian Para Talenta AI
Gelombang pengunduran diri di xAI sebenarnya telah dimulai sejak Februari 2025, ketika Christian Szegedy menjadi pendiri pertama yang meninggalkan perusahaan. Namun, eksodus ini semakin intensif di awal tahun 2026.
Pada 10 Februari 2026, Tony Wu, salah satu pendiri yang memimpin tim penalaran AI, mengumumkan pengunduran dirinya. Tak lama berselang, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Jimmy Ba menyusul. Pengunduran diri Ba dilaporkan dipicu oleh ketegangan internal terkait tuntutan untuk fokus pada peningkatan kinerja model AI, seperti yang diberitakan oleh The Next Web pada Senin, 30 Maret 2026.
Hingga pertengahan Maret 2026, hanya Manuel Kroiss dan Ross Nordeen yang tersisa mendampingi Elon Musk. Kepergian keduanya minggu ini secara definitif menandai berakhirnya era pendiri di xAI, meninggalkan Musk seorang diri dalam memimpin startup AI tersebut.
Profil Para Pendiri Berbakat
Tim yang berhasil dikumpulkan oleh Elon Musk untuk mendirikan xAI bukanlah orang sembarangan. Mereka adalah para ahli di bidang kecerdasan buatan dengan rekam jejak yang mengesankan. Jimmy Ba, misalnya, merupakan salah satu penulis makalah optimisasi AI yang telah dikutip lebih dari 95.000 kali.
Christian Szegedy, sebelum bergabung dengan xAI, hijrah dari raksasa teknologi Google. Igor Babuschkin, yang menjabat sebagai engineer kepala di xAI, juga berasal dari Google DeepMind, sebuah divisi riset AI terkemuka.
Pendiri lainnya, seperti Greg Yang, Toby Pohlen, Zihang Dai, Guodong Zhang, dan Kyle Kosic, membawa pengalaman berharga dari institusi ternama di dunia teknologi, termasuk DeepMind, Google, Microsoft, dan OpenAI. Kepergian para talenta ini tentu menjadi pukulan telak bagi ambisi xAI.
Implikasi dan Tantangan ke Depan
Situasi ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai masa depan xAI. Dengan hilangnya seluruh tim pendiri yang merupakan tulang punggung teknis perusahaan, pertanyaan besar muncul mengenai kemampuan xAI untuk terus berinovasi dan bersaing di industri AI yang sangat kompetitif. Ketergantungan pada satu figur seperti Elon Musk, meskipun visioner, dapat menjadi risiko tersendiri bagi keberlangsungan dan stabilitas operasional perusahaan.
Kabar ini juga dapat mempengaruhi persepsi investor dan publik terhadap xAI, terutama di saat perusahaan induknya, SpaceX, berencana untuk melantai di bursa saham. Kredibilitas dan prospek pertumbuhan xAI akan menjadi sorotan utama dalam proses tersebut.
Pengunduran diri massal ini menjadi catatan penting dalam sejarah startup teknologi, khususnya di bidang AI yang sedang berkembang pesat. Bagaimana Elon Musk akan mengatasi krisis ini dan membangun kembali tim kepemimpinan xAI akan menjadi cerita yang menarik untuk diikuti di masa mendatang.









Tinggalkan komentar