Tottenham Hotspur menghadapi situasi genting di Premier League 2026. Tim berjuluk The Lilywhites ini menjadi satu-satunya kontestan yang belum pernah meraih kemenangan sepanjang tahun kalender 2026. Pukulan telak kembali menghantam klub London Utara ini dengan hengkangnya pelatih Igor Tudor, menambah daftar panjang masalah yang tengah membelit.
Rentetan hasil buruk ini telah menempatkan Tottenham di posisi juru kunci klasemen liga, sebuah gambaran suram bagi tim yang seharusnya bersaing di papan atas. Kebersamaan Tudor dengan Tottenham pun hanya seumur jagung, meninggalkan klub dalam kondisi serba ketidakpastian.
Performa Buruk Spurs di Tahun 2026
Data performa tim-tim Premier League di tahun kalender 2026 menunjukkan betapa terpuruknya Tottenham Hotspur. Dari 13 pertandingan yang telah dilakoni sejak pergantian tahun, Spurs belum sekalipun merasakan manisnya kemenangan. Rinciannya, mereka hanya mampu meraih 5 hasil imbang dan menelan 8 kekalahan.
Hasil yang sangat minim ini hanya mampu mengumpulkan 5 poin bagi Tottenham. Poin ini menempatkan mereka di dasar klasemen, jauh tertinggal dari tim-tim lain yang menunjukkan performa lebih konsisten.
Berikut adalah tabel performa tim Liga Inggris di tahun kalender 2026:
| Pos | Klub | Main | M | S | K | Gol | +/- | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Arsenal | 12 | 7 | 4 | 1 | 24-10 | +14 | 25 |
| 2 | Manchester United | 12 | 7 | 4 | 1 | 23-14 | +9 | 25 |
| 3 | Manchester City | 12 | 5 | 6 | 1 | 17-11 | +6 | 21 |
| 4 | Brentford | 13 | 5 | 5 | 3 | 18-16 | +2 | 20 |
| 5 | AFC Bournemouth | 12 | 4 | 7 | 1 | 17-13 | +4 | 19 |
| 6 | Chelsea | 12 | 5 | 3 | 4 | 21-17 | +4 | 18 |
| 7 | Brighton & Hove Albion | 12 | 5 | 3 | 4 | 13-10 | +3 | 18 |
| 8 | Everton | 12 | 5 | 3 | 4 | 17-15 | +2 | 18 |
| 9 | Fulham | 13 | 5 | 3 | 5 | 18-18 | 0 | 18 |
| 10 | Liverpool | 13 | 4 | 5 | 4 | 20-16 | +4 | 17 |
| 11 | Newcastle United | 12 | 5 | 1 | 6 | 18-21 | -3 | 16 |
| 12 | Aston Villa | 12 | 4 | 3 | 5 | 12-14 | -2 | 15 |
| 13 | West Ham United | 12 | 4 | 3 | 5 | 15-19 | -4 | 15 |
| 14 | Sunderland | 13 | 4 | 3 | 6 | 12-18 | -6 | 15 |
| 15 | Nottingham Forest | 12 | 3 | 5 | 4 | 13-13 | 0 | 14 |
| 16 | Wolverhampton Wanderers | 12 | 3 | 5 | 4 | 13-14 | -1 | 14 |
| 17 | Crystal Palace | 12 | 3 | 4 | 5 | 12-15 | -3 | 13 |
| 18 | Leeds United | 13 | 2 | 7 | 4 | 12-16 | -4 | 13 |
| 19 | Burnley | 12 | 1 | 5 | 6 | 13-24 | -11 | 8 |
| 20 | Tottenham Hotspur | 13 | 0 | 5 | 8 | 13-27 | -14 | 5 |
Perbandingan dengan tim lain semakin memperjelas jurang pemisah yang memisahkan Tottenham dari kompetisi. Arsenal dan Manchester United, misalnya, telah mengumpulkan 25 poin dari 12 pertandingan, menunjukkan konsistensi yang sangat kontras dengan Spurs. Bahkan tim-tim yang biasanya berada di papan tengah seperti Brentford dan AFC Bournemouth pun telah mengoleksi poin yang jauh lebih banyak.
Bayang-bayang Degradasi Mengintai
Hasil tanpa kemenangan di tahun 2026 ini berdampak langsung pada posisi Tottenham di klasemen keseluruhan Liga Inggris. Hingga saat ini, dari total 31 pertandingan yang telah dimainkan sepanjang musim, The Lilywhites baru mampu mengumpulkan 30 poin.
Posisi ke-17 klasemen menjadi bukti nyata betapa krusialnya situasi yang dihadapi Tottenham. Mereka hanya terpaut dua angka dari zona degradasi terdekat, sebuah ancaman nyata yang harus segera diatasi. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mimpi buruk degradasi bisa menghantui klub bersejarah ini.
Tudor Datang, Lalu Pergi: Siklus yang Terulang?
Situasi semakin pelik dengan pengumuman resmi perpisahan Tottenham Hotspur dengan pelatih Igor Tudor. Tudor baru saja ditunjuk sebagai juru taktik Tottenham pada tanggal 13 Februari 2026, menggantikan Thomas Frank. Namun, kiprahnya di klub ini ternyata tidak bertahan lama.
Pada hari Minggu, 29 Maret 2026, Tottenham mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan Tudor. Keputusan ini kabarnya diambil menyusul kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest. Pemecatan ini menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas manajemen klub dan strategi jangka panjang mereka.
Pergantian pelatih yang cukup sering dalam beberapa musim terakhir memang menjadi sorotan. Seolah menjadi siklus yang terus berulang, Tottenham terus mencari sosok pelatih yang dapat membawa mereka kembali ke jalur kejayaan, namun hingga kini belum menemukan formula yang tepat.
Masa Depan yang Penuh Ketidakpastian
Kini, Tottenham Hotspur kembali dihadapkan pada tugas berat untuk mencari pelatih baru. Kebutuhan akan sosok pemimpin yang mampu membangkitkan moral tim dan memperbaiki performa di sisa musim sangatlah mendesak.
Para penggemar Tottenham tentu berharap agar manajemen klub dapat mengambil keputusan yang bijak dalam memilih pelatih pengganti. Sejarah panjang dan ambisi klub ini menuntut perbaikan segera agar terhindar dari ancaman degradasi dan dapat kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.
Perjalanan Tottenham Hotspur di sisa musim Premier League 2026 dipastikan akan semakin menarik untuk diikuti. Akankah mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jati diri mereka, ataukah mimpi buruk degradasi akan menjadi kenyataan? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau dalam beberapa bulan mendatang.









Tinggalkan komentar