Jakarta – Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kapal induk tercanggih USS Gerald Ford memicu tanda tanya. Trump mengklaim kapal induk raksasa tersebut mengalami serangan hebat, bahkan disebut ‘dibombardir’. Klaim ini disampaikan di hadapan para investor dalam forum FII PRIORITY Miami 2026 di Miami Beach, AS.
Menurut rekaman pidato Trump yang disiarkan Fox News, ia menggambarkan situasi genting yang terjadi pada dini hari. “Itu jam 1 dini hari, oke kita dalam masalah. Tapi kita siap, Johnny. Lalu mereka serang dari 17 arah, di sini dan di sana. Kita lari biar selamat,” ujar Trump, menyiratkan adanya serangan besar-besaran terhadap kapal induk tersebut.
Namun, klaim Trump ini justru menimbulkan kebingungan. Berbagai media internasional memberitakan hal yang berbeda, dan yang paling mencolok adalah tidak adanya pemberitaan serupa dari media arus utama di Amerika Serikat. Sumber dari PressTV Iran, Daily Times Pakistan, dan News18 India menjadi pihak yang melaporkan pernyataan Trump tersebut.
Sebuah analisis dari Money Control justru mengindikasikan bahwa ucapan Trump bisa jadi merupakan kekeliruan atau pencampuran fakta. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Trump mungkin mencampuradukkan insiden yang berbeda, termasuk keterlibatan USS Gerald Ford di Venezuela terkait perang narkoba sebelum adanya kejadian penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Kontras dengan narasi Trump, keterangan resmi dari Pentagon justru memberikan penjelasan yang sangat berbeda. Pentagon menyatakan bahwa USS Gerald Ford terpaksa ditarik mundur dari area operasional terkait isu keamanan di Iran bukan karena serangan, melainkan akibat insiden kebakaran di ruang binatu (laundry). Kebakaran tersebut mengharuskan kapal induk itu untuk menjalani perbaikan di Crete, Yunani.
Mengenal Kecanggihan USS Gerald Ford
Terlepas dari kontroversi pernyataan Trump, USS Gerald Ford sendiri memang merupakan sebuah mahakarya teknologi militer Amerika Serikat. Trump sendiri menyebutnya sebagai kapal induk terbesar di dunia. National Herald India melaporkan bahwa kapal ini membawa teknologi paling mutakhir yang dimiliki Angkatan Laut AS.
Kapal induk kelas Gerald R. Ford ini memiliki dimensi yang mengagumkan. Dengan panjang mencapai 333 hingga 337 meter dan tinggi 76 meter, kapal ini mampu menampung sekitar 2.600 personel. Biaya pembangunannya yang mencapai USD 13 miliar atau sekitar Rp 220,8 triliun menjadikannya kapal induk termahal dalam sejarah maritim dunia.
Mahalnya biaya pembangunan ini sangat wajar mengingat berbagai teknologi terdepan yang disematkan di dalamnya. Salah satu terobosan paling signifikan adalah penggunaan Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS). Sistem ini menggantikan teknologi ketapel uap konvensional yang telah digunakan selama puluhan tahun.
EMALS memungkinkan peluncuran jet tempur dari dek kapal induk dengan kecepatan yang lebih tinggi, gerakan yang lebih mulus, dan frekuensi yang lebih sering berkat penggunaan kekuatan elektromagnetik. Kemampuan ini sangat krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kesiapan tempur armada udara di atas kapal.
Tak hanya pada sistem peluncuran, kecanggihan juga terlihat pada sektor pengawasan. Kapal induk ini dilengkapi dengan sistem radar yang sangat canggih. Kombinasi antara AN/SPY-3 Multi-Function Radar (MFR), AN/SPY-4 Volume Search Radar (VSR), dan AN/SPY-6(V)3 Enterprise Air Surveillance Radar (EASR) memungkinkan kapal ini untuk mendeteksi dan melacak berbagai ancaman secara simultan dalam jumlah yang berlipat ganda.
Penggunaan tingkat otomatisasi yang tinggi juga menjadi ciri khas USS Gerald Ford. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban kerja awak kapal, meningkatkan efisiensi operasional, dan meminimalkan potensi kesalahan manusia dalam menjalankan tugas-tugas kompleks di atas kapal.
Untuk urusan persenjataan, kapal ini dilengkapi dengan sistem pertahanan yang memadai. Terdapat dua sistem peluncur rudal MK 29, masing-masing mampu membawa delapan rudal RIM 162 SeaSparrow. Selain itu, terdapat pula dua sistem peluncur MK 49 yang masing-masing dapat menampung 21 rudal RIM 116 Rolling Airframe.
Sebagai kapal induk bertenaga nuklir, USS Gerald Ford menggunakan Reaktor A1B. Biasanya, kapal induk kelas ini beroperasi didampingi oleh kapal-kapal pendukung seperti kapal perusak, kapal selam, dan kapal logistik lainnya untuk membentuk gugus tugas yang kuat. Di era modern ini, ancaman utama bagi kapal induk canggih seperti USS Gerald Ford bukan lagi kapal musuh konvensional, melainkan rudal hipersonik dan serangan drone yang semakin canggih.
USS Gerald Ford sejatinya adalah simbol nyata dari dominasi teknologi militer Amerika Serikat di kancah global. Oleh karena itu, setiap pemberitaan mengenai kerusakan atau insiden yang menimpanya, apalagi yang berkaitan dengan klaim serangan besar-besaran, tentu saja dapat mengganggu citra kekuatan dan kecanggihan teknologi pertahanan Amerika Serikat di mata dunia.









Tinggalkan komentar