Bos OnlyFans Meninggal Dunia di Usia 43 Tahun

24 Maret 2026

3
Min Read

Dunia hiburan digital berduka atas kepergian Leonid Radvinsky, pemilik platform konten dewasa OnlyFans. Ia mengembuskan napas terakhirnya di usia muda, 43 tahun, setelah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh juru bicara OnlyFans melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, 24 Maret 2026. “Dengan penuh duka cita, kami mengumumkan kematian Leo Radvinsky,” ujar juru bicara tersebut, sebagaimana dikutip dari Gizmodo.

“Leo meninggal dunia dengan tenang setelah perjuangan panjang melawan kanker. Keluarganya memohon privasi pada saat yang sulit ini,” tambah pernyataan itu, menggarisbawahi keinginan keluarga untuk tidak diganggu selama masa berkabung.

Jejak Sang Pengusaha Digital

Leonid Radvinsky, yang akrab disapa Leo, memiliki latar belakang yang menarik. Ia lahir di Ukraina dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Chicago, Amerika Serikat. Perjalanan bisnisnya di dunia digital membawanya pada kepemilikan OnlyFans pada tahun 2018.

Saat itu, ia mengakuisisi platform tersebut dari dua pendirinya yang berasal dari Inggris. Di bawah kepemimpinannya, popularitas OnlyFans meroket, terutama seiring dengan lonjakan penggunaan internet selama pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

Namun, peran Radvinsky tidak terbatas pada OnlyFans saja. Ia juga dikenal sebagai seorang investor yang aktif dan memiliki rekam jejak dalam mendukung berbagai proyek filantropi berskala global. Menurut laporan dari Bloomberg pada Mei 2025, kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu USD 3,8 miliar.

Mengenal Platform OnlyFans

OnlyFans sendiri merupakan platform media sosial yang didirikan pada tahun 2016. Konsep utamanya adalah memungkinkan para kreator konten untuk mengunggah foto dan video, serta berinteraksi secara langsung dengan para penggemarnya. Akses terhadap konten eksklusif ini umumnya memerlukan pembayaran, baik melalui sistem tip maupun biaya langganan bulanan.

Meskipun kreator di OnlyFans menyajikan beragam jenis konten, mulai dari tutorial memasak hingga konten olahraga, platform ini lebih dikenal luas karena konten dewasa yang menjadi daya tarik utamanya bagi banyak pengguna.

Pada tahun 2024, OnlyFans mencatat angka pengguna yang mengesankan. Platform ini memiliki lebih dari 377 juta pelanggan di seluruh dunia, dengan sekitar 4,6 juta kreator yang aktif mengunggah konten. Pendapatan yang berhasil diraup oleh OnlyFans pada tahun yang sama mencapai USD 1,4 miliar, atau setara dengan Rp 23,5 triliun.

Tantangan dan Kontroversi

Di bawah kepemilikan Radvinsky, pertumbuhan pesat OnlyFans juga dibarengi dengan peningkatan pengawasan dari berbagai regulator. Platform ini pernah menghadapi tuduhan serius terkait peredaran konten ilegal, termasuk materi yang berkaitan dengan pelecehan seksual terhadap anak.

Menanggapi isu tersebut, pada Agustus 2021, OnlyFans sempat mengumumkan rencana untuk memblokir konten dewasa dari platformnya. Namun, keputusan kontroversial ini hanya bertahan beberapa hari. Kebijakan tersebut dibatalkan menyusul reaksi keras yang datang dari para pengguna setia dan pelaku industri hiburan dewasa.

Rencana Penjualan Saham

Menjelang akhir hayatnya, tersiar kabar bahwa Leonid Radvinsky berencana untuk menjual sebagian besar sahamnya di OnlyFans. Dilaporkan bahwa ia berniat melepaskan 60% sahamnya di perusahaan tersebut.

Firma investasi Architect Capital dilaporkan telah melakukan diskusi dengan tawaran sebesar USD 2 miliar untuk mengakuisisi saham tersebut. Namun, pembicaraan ini masih berada pada tahap awal dan belum mencapai kesepakatan final.

Proses pencarian pembeli untuk saham OnlyFans dilaporkan tidak berjalan mulus. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa “stigma pornografi” menjadi salah satu kendala utama. Bahkan, beberapa bank dilaporkan enggan terlibat dalam proses transaksi ini. Meski demikian, bank investasi Moelis & Co disebut-sebut telah bergabung dalam diskusi tersebut.

Tinggalkan komentar


Related Post