Meta Hapus Horizon Worlds dari VR, Era Metaverse Terancam Bubar

20 Maret 2026

6
Min Read

Meta, raksasa teknologi di balik Facebook dan Instagram, mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan dukungan aplikasi Horizon Worlds untuk headset virtual reality (VR) Quest. Keputusan ini, yang efektif berlaku mulai 15 Juni 2026, memicu pertanyaan besar mengenai masa depan ambisi metaverse yang selama ini digaungkan oleh perusahaan.

Horizon Worlds sejatinya dirancang sebagai garda terdepan Meta dalam memperkenalkan konsep metaverse kepada khalayak luas, sekaligus sebagai pendorong utama adopsi perangkat VR. Namun, pengumuman terbaru dari Meta justru mengindikasikan pergeseran strategi yang signifikan, meninggalkan platform VR yang menjadi cikal bakal ekosistem metaverse mereka.

Pergeseran Fokus: Dari VR ke Mobile

Dalam pengumuman resminya melalui forum komunitas, Meta menyatakan bahwa Horizon Worlds tidak lagi akan tersedia di headset VR Quest setelah tanggal 15 Juni 2026. Keputusan ini bukanlah penghentian total, melainkan sebuah realokasi sumber daya dan fokus pengembangan.

Mulai 31 Maret 2026, Horizon Worlds dan acara-acara di dalamnya tidak akan lagi terdaftar di Quest Store. Para pemilik headset Quest pun tidak akan bisa lagi mengakses berbagai dunia virtual yang sebelumnya bisa dijelajahi, seperti Horizon Central, Events Arena, Kaiju, dan Bobber Bay.

Setelah tenggat waktu 15 Juni 2026, aplikasi Horizon Worlds akan sepenuhnya dihapus dari headset Quest. Dunia-dunia metaverse yang ada di dalamnya pun akan tertutup bagi pengguna VR. Meta mengarahkan pengguna untuk beralih ke platform mobile sebagai cara utama mengakses Horizon Worlds.

Aplikasi Meta Horizon yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS akan menjadi gerbang utama bagi pengguna untuk tetap terhubung dengan pengalaman Horizon Worlds. Peralihan ini menunjukkan adanya keyakinan Meta bahwa potensi pertumbuhan metaverse lebih besar tercapai melalui akses yang lebih luas dan mudah di platform mobile.

Fitur Imersif Turut Dihapus

Lebih dari sekadar menghilangkan aplikasi dari headset VR, Meta juga menghentikan fitur beta yang baru saja diperkenalkan, yaitu Hyperscape Capture. Fitur ini sebelumnya memungkinkan pengguna headset Quest untuk merekam, membagikan, dan mengunjungi representasi 3D dari lokasi di dunia nyata.

Meskipun pengguna masih dapat mengambil gambar dan melihat rekaman Hyperscapes, kemampuan untuk berbagi, mengundang teman, dan menikmati pengalaman bersama dalam fitur ini akan dihentikan. Penghentian fitur ini semakin mempertegas bahwa pengalaman imersif Horizon Worlds yang berpusat pada VR tidak lagi menjadi prioritas utama.

Rencana Jangka Panjang dan Komitmen Meta

Keputusan untuk memisahkan Horizon Worlds dari platform Quest VR sebenarnya sudah direncanakan oleh Meta sejak Februari 2026. Namun, pengumuman jadwal pasti baru disampaikan sekarang, memberikan waktu bagi pengguna dan pengembang untuk bersiap.

Aplikasi Horizon Worlds sendiri telah hadir di platform mobile dan desktop sejak tahun 2023. Kesuksesan yang diraih di kedua platform tersebut tampaknya menjadi pertimbangan kuat bagi Meta untuk memfokuskan pengembangan pada versi mobile.

Meskipun demikian, Meta menegaskan bahwa langkah ini tidak berarti mereka akan meninggalkan industri VR sepenuhnya. Dalam siaran persnya, Meta kembali menggarisbawahi komitmennya terhadap teknologi VR.

"Kami memiliki peta jalan yang matang untuk headset VR masa depan yang akan disesuaikan untuk segmen audiens yang berbeda seiring pertumbuhan dan kematangan pasar," ujar perwakilan Meta, seperti dikutip dari Mashable pada Jumat, 20 Maret 2026.

Meta juga menyatakan posisinya sebagai investor tunggal terbesar dalam industri VR. Perusahaan ini meyakini VR sebagai teknologi fundamental yang akan membentuk platform komputasi di masa depan. Pernyataan ini bertujuan untuk meredam kekhawatiran bahwa penghentian Horizon Worlds di VR menandakan mundurnya Meta dari visi metaverse.

Implikasi bagi Masa Depan Metaverse

Langkah Meta ini menimbulkan berbagai interpretasi mengenai masa depan metaverse. Bagi para pendukung metaverse yang berfokus pada pengalaman imersif VR, keputusan ini bisa menjadi pukulan telak.

Metaverse, yang sering digambarkan sebagai dunia virtual 3D yang persisten di mana pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dan dengan objek digital, sangat erat kaitannya dengan teknologi VR. Headset VR menawarkan tingkat imersi yang belum bisa ditandingi oleh perangkat lain, memungkinkan pengguna untuk merasa benar-benar hadir di dalam dunia virtual tersebut.

Dengan menarik Horizon Worlds dari VR, Meta seolah mengurangi salah satu pilar utama yang menopang visi metaverse mereka. Hal ini bisa memicu keraguan di kalangan pengembang dan investor lain mengenai kelayakan dan potensi pasar metaverse berbasis VR.

Namun, di sisi lain, keputusan ini juga bisa dilihat sebagai strategi adaptasi yang cerdas. Keterbatasan adopsi headset VR yang masih relatif rendah, harga yang cenderung mahal, dan pengalaman penggunaan yang terkadang kurang nyaman, bisa menjadi hambatan bagi pertumbuhan metaverse yang masif.

Dengan memindahkan fokus ke mobile, Meta berupaya menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Akses melalui smartphone yang dimiliki hampir setiap orang memungkinkan lebih banyak individu untuk mencoba dan merasakan elemen-elemen metaverse tanpa perlu investasi perangkat keras tambahan.

Ini bisa berarti pergeseran paradigma metaverse dari pengalaman yang sangat imersif dan eksklusif (VR) menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses (mobile dan desktop). Metaverse versi mobile mungkin akan lebih berfokus pada interaksi sosial, permainan, dan pengalaman virtual yang dapat dinikmati secara kasual.

Pengembangan Horizon Worlds di mobile juga membuka peluang baru. Pengembang dapat menciptakan aplikasi dan pengalaman yang lebih beragam, memanfaatkan kekuatan platform smartphone yang semakin canggih. Ini bisa mencakup fitur augmented reality (AR) yang mengintegrasikan elemen virtual dengan dunia nyata, yang juga merupakan bagian dari visi jangka panjang Meta.

Tantangan dan Peluang di Era Baru Metaverse

Penghentian Horizon Worlds di VR oleh Meta bukan berarti akhir dari metaverse. Sebaliknya, ini bisa menjadi titik balik yang memicu inovasi dan diversifikasi dalam pengembangan metaverse.

Bagi Meta, tantangan utamanya adalah bagaimana mempertahankan visi metaverse mereka tanpa mengandalkan VR sebagai satu-satunya gerbang. Mereka perlu membuktikan bahwa metaverse versi mobile mampu menawarkan pengalaman yang menarik dan bernilai bagi pengguna.

Selain itu, Meta juga harus meyakinkan publik dan industri bahwa komitmen mereka terhadap VR tetap kuat. Pengembangan headset VR generasi mendatang yang dijanjikan akan lebih canggih dan terjangkau menjadi kunci untuk mempertahankan relevansi VR dalam ekosistem metaverse.

Bagi industri teknologi secara keseluruhan, langkah Meta ini bisa menjadi katalisator. Perusahaan lain mungkin akan mengambil pendekatan yang berbeda dalam membangun metaverse mereka, ada yang tetap fokus pada VR, ada yang beralih ke mobile, atau bahkan menggabungkan keduanya.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa konsep metaverse masih dalam tahap awal dan terus berevolusi. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci bagi setiap pemain di industri ini untuk bertahan dan berkembang.

Meskipun Horizon Worlds tidak lagi menjadi primadona di dunia VR Meta, visi metaverse yang lebih luas tampaknya masih terus berjalan. Pertanyaannya kini adalah, bagaimana Meta akan mengelola transisi ini dan membuktikan bahwa masa depan komputasi yang mereka impikan dapat dicapai, baik melalui layar smartphone maupun melalui pengalaman imersif VR.

Tinggalkan komentar


Related Post